Utusan PBB Untuk Myanmar Serukan Hentikan Penindasan Myanmar

Utusan khusus PBB untuk Myanmar desak anggota PBB menentang penggunaan kekuatan mematikan militer Myanmar terhadap pengunjuk rasa
Utusan PBB Untuk Myanmar Serukan Hentikan Penindasan Myanmar

Jakarta – Utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, hari Jumat, 5 Maret 2021, mendesak anggota Dewan Keamanan PBB untuk terus bersatu menentang penggunaan kekuatan mematikan oleh militer Myanmar terhadap pengunjuk rasa, yang setiap hari turun ke jalan menentang kudeta 1 Februari 2021.

“Penindasan harus dihentikan,” kata Burgener pada pertemuan tertutup Dewan Keamanan, dalam pernyataan tertulis yang dibagikan kepada wartawan.

para demonstranPara demonstran menyelamatkan diri setelah melihat truk-truk militer dalam aksi protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, 4 Maret 2021 meninggal (Foto: bbc.com/indonesia - EPA)

“Sangat penting bagi Dewan untuk tegas dan koheren dalam memperingatkan pasukan keamanan dan membela rakyat Myanmar, guna mendukung hasil pemilu November yang jelas,” katanya. Meski demikian Schraner Burgener memperingatkan harapan rakyat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggotanya "semakin memudar."

Myanmar terjerumus dalam kekacauan dan kekerasan selama lebih dari sebulan, sejak penggulingan pemerintah sipil oleh militer dan penahanan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi serta pejabat tinggi lainnya dari Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Para pejabat militer mengatakan kecurangan luas terjadi dalam pemilihan November lalu, yang dimenangkan telak oleh NLD. Tentara dan polisi menindak demonstran menggunakan amunisi dan peluru karet, menembak tanpa pandang bulu ke arah demonstran.

anti kudeta myanmarPengunjuk rasa kudeta anti-militer melarikan diri dari gas air mata yang ditembakkan oleh polisi dan tentara di Mandalay, Myanmar, 3 Maret 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Burgener, Jumat mengatakan bahwa dalam tujuh hari terakhir, sekitar 50 "pengunjuk rasa yang tidak bersalah dan berdemonstrasi secara damai" telah tewas dan puluhan lainnya terluka.

Ia mengatakan hingga 2 Maret 2021, Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengetahui, sekitar 1.000 orang, baik yang diketahui ditahan atau yang tidak diketahui jumlahnya, telah ditahan sejak kudeta 1 Februari 2021 (my/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
PBB Tidak Tanggapi Duta Besar Baru Junta Militer Myanmar
Pembangkangan korps diplomatik iringi gelombang protes terhadap kudeta terhadap pemerintah sipil yang dilakukan militer Myanmar 1 Februari 2021
Amerika Dikabarkan Bekukan Dana Junta Myanmar 1 Miliar Dolar
Amerika dikabarkan hambat upaya junta militer Myanmar tarik dana sebesar 1 miliar dolar AS dari Bank Sentral New York
Duka Myanmar untuk Remaja Kyal Sin yang Mati Ditembak Aparat
Everything will be OK tulisan di kaos Kyal Sin, remaja perempuan yang ditembak mati aparat pada demonstrasi anti kudeta militer
0
Nama Varian Covid-19 Dengan Alfabet Yunani Hindari Stigma
WHO akan ganti penyebutan nama varian Covid-19 untuk hapus stigma negara-negara di mana jenis varian baru virus corona pertama kali dilaporkan