Utusan ASEAN dan Junta Myanmar Bahas Soal Suu Kyi

Utusan ASEAN masih negosiasi dengan pihak junta militer mengenai persyaratan kunjungan, mencari akses ke pemimpin terguling Aung San Suu Kyi
Menteri Luar Negeri Kedua Brunei, Erywan Pehin Yusof, berpidato pada sesi ke-74 Majelis Umum PBB di markas besar PBB di New York City, New York. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta – Diplomat Brunei yang ditunjuk oleh ASEAN sebagai utusan khusus untuk Myanmar mengatakan, Sabtu, 4 September 2021, bahwa bahwa ia masih bernegosiasi dengan pihak junta militer mengenai persyaratan kunjungan. Ia juga telah mencari akses ke pemimpin terguling Aung San Suu Kyi.

ASEAN telah berusaha untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar dan membuka dialog antara penguasa militer dan lawan-lawan mereka setelah penggulingan Suu Kyi pada Februari.

ASEAN menugaskan Erywan Yusof, Menteri Luar Negeri kedua Brunei, bulan lalu untuk memimpin upaya ini.

antikudetaPengunjuk rasa antikudeta unjuk rasa dengan membawa gambar pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi, melewati pasar Kotapraja Kamayut Yangon, Myanmar, 8 April 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

"Ada kebutuhan mendesak untuk pergi ke Myanmar sekarang. Tapi saya pikir sebelum semua itu, saya perlu memiliki jaminan," kata Erywan kepada Kantor Berita Reuters. "Saya harus dapat memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang harus saya lakukan, apa yang akan mereka izinkan untuk saya lakukan ketika saya berkunjung."

Erywan ingin berkunjung sebelum akhir Oktober ketika para pemimpin ASEAN akan bertemu, tetapi mengatakan belum ada tanggal final terkait kunjungan tersebut.

Erywan mengatakan permintaan untuk mendapat akses ke Suu Kyi telah diajukan ke Dewan Administrasi Negara, yang diketuai oleh pemimpin junta Min Aung Hlaing. Namun akses tersebut bukanlah persyaratan di bawah konsensus lima poin yang dicapai oleh ASEAN pada bulan April.

Konsensus tersebut termasuk diakhirinya kekerasan dan dimulainya pembicaraan damai di antara semua pihak.

tuntut pembebasanPara pengunjuk rasa menuntut pembebasan pemimpin yang terpilih secara demokratis, Aung San Suu Kyi (Foto: bbc.com/indonesia – EPA)

Erywan mengatakan konsultasinya dengan junta dan pihak lain di lapangan "berkembang cukup baik.”

Dia mengatakan sedang berusaha untuk membentuk tim penasihat guna mendukung perannya sebagai utusan. Tim tersebut dapat mencakup tetangga Myanmar, termasuk India dan Bangladesh (ah)/Reuters/voaindonesia.com. []

Strategi ASEAN Hadapi Junta Militer Myanmar Runtuh Berserakan

Amerika Tolak Rencana Junta Militer Myanmar Pemilu 2023

Junta Myanmar Tangkap Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Inggris Dukung ASEAN Temukan Resolusi Konflik di Myanmar

Berita terkait
Hampir Seribu Orang Tewas Akibat Kudeta di Myanmar
Tambahan korban tersebut adalah warga bernama Than Sein yang tewas pada 16 Agustus karena pemukulan parah.
0
Utusan ASEAN dan Junta Myanmar Bahas Soal Suu Kyi
Utusan ASEAN masih negosiasi dengan pihak junta militer mengenai persyaratan kunjungan, mencari akses ke pemimpin terguling Aung San Suu Kyi