UNTUK INDONESIA
UMY Subdisi Mahasiswanya Kuota Internet e-Learning
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memberikan subsidi kuota internet sebesar Rp150 ribu per bulan untuk penerapan kuliah e-Learning.
Universitas Muhammadiyah Malang. (Foto: umy.ac.id/Tagar)

Yogyakarta - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan subsidi kuota internet pada mahasiswanya. Subsidi tersebut diberikan untuk memudahkan mahasiswa dalam proses belajar dengan sistem e-Learning selama pandemik Covid-19.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto menjelaskan subsidi kuota internet tersebut diberikan selama tiga bulan, yakni mulai Maret hingga Mei 2020, dengan nilai subsidi sebesar Rp150 ribu per mahasiswa per bulan. Sehingga total subsidi yang diberikan sebesar Rp450 ribu per mahasiswa.

Kita kuliah pakai aplikasi MyKlass mulai 16 Maret 2020 hingga 16 Mei 2020.

Gunawan menjelaskan, keputusan memberikan subsidi tersebut berawal dari keluhan mahasiswa, yang mengaku boros kuota internet sejak diberlakukannya sistem kuliah dari rumah atau e-Learning akibat pandemi Covid-19.

"Kita kuliah pakai aplikasi MyKlass mulai 16 Maret 2020 hingga 16 Mei 2020. Nah, kemudian ada keluhan dari mahasiswa bahwa mereka menjadi lebih boros kuota internet. Bisa sampai Rp100 ribu per bulan," tuturya.

Keluhan tersebut kemudian ditanggapi positif oleh pihak kampus, dengan melakukan survei terhadap sekitar 900 mahasiswa untuk mengetahui kebutuhan pemakaian kuota internet setiap bulan.

Hasil survei menyatakan bahwa rata-rata pemakaian internet mahasiswa setelah menggunakan sistem e-Learning memang ada pada kisaran Rp100 ribu per bulan.

"Akhirnya kita putuskan untuk memberikan subsidi sebesar Rp150 ribu per bulan. Pertimbangannya, yang Rp50 ribu sisanya bisa digunakan untuk mengakses buku-buku di perpustakaan online," paparnya.

Subsidi kuota internet tersebut akan diberikan dalam bentuk potongan SPP mahasiswa pada semester gasal tahun akademik 2020/2021. "Mahasiswa setuju dengan sistem itu. Jadi mereka talangi dulu, nanti diganti dalam bentuk pemotongan SPP semester gasal," lanjutnya.

Selain subsidi kuota internet, pihak UMY juga memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) untuk mahasiswanya yang masih berada di Yogyakarta. APD tersebut berupa masker dan hand sanitizer yang bisa diambil di kampus.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Keuangan UMY, Suryo Pratolo, menyampaikan bahwa UMY telah memroduksi sendiri hand sanitizer. Produksi hand sanitizer tersebut, kata dia, dilakukan sebagai upaya preventif UMY dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19.

”Produksi hand sanitizer ini sebagai bentuk upaya preventif adanya wabah pandemi Covid-19. Hand sanitizer ini nantinya akan didistribusikan secara internal sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika UMY,” tutur dia melalui keterangan tertulisnya.

Suryo juga menambahkan bahwa distribusi hand sanitizer ini tidak hanya saat wabah pandemi Covid-19 saja, namun akan diberlakukan tahun selanjutnya agar menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan kampus.

”Distribusi ini tidak berhenti saat adanya wabah pandemi ini saja, namun akan diberlakukan tahun selanjutnya agar sivitas akademika UMY selalu menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan UMY,” ucapnya.

Berita terkait
Langkah Golkar Yogyakarta Cegah Penyebaran Covid-19
Golkar Yogyakarta siap membasmi Corona, termasuk membantu pengadaan APD kepada rumah sakit rujukan yang mengeluh ketiadaan APD bagi petugas medis.
Empat Terminal di Yogyakarta Dipantau Cegah Covid-19
Pemprov DIY akan memeriksa seluruh penumpang dengan menggunakan Thermo Gun dan juga penyemprotan disinfektan untuk mencegah pandemi Covid-19.
Catatan Wakil Wali Kota Yogyakarta tentang Covid-19
Selama Maret 2020, warga Kota Yogyakarta 9.000 orang diperiksa, hasilnya 267 ODP, 9 PDP dan 2 positif Corona.
0
Main Layang-layang, Pemain Brasil Tewas Kesetrum
Pemain lokal Brasil, Kaio Felipe Santos Silva, mengalami nasib tragis. Dia meninggal karena kesetrum listrik saat bermain layang-layang.