UNTUK INDONESIA
Tujuan Instagram Hilangkan Fitur Like dan View
Media sosial Instagram melakukan uji coba menghilangkan fitur like dan View pada platform milik mereka.
Tombol like Instagram dihilangkan. (Foto: socialbakers.com)

Jakarta - Instagram sebagai platform media sosial dalam bentuk video dan foto yang paling populer di dunia, sedang melakukan uji coba menghilangkan fitur like dan View.

"Kami sedang menguji untuk menyembunyikan tombol likes postingan Instagram di sejumlah negara tahun ini. Kami memperluas tes-tes itu untuk memasukkan sebagian kecil orang di AS minggu depan," kata Chief Instagram, Adam Mosseri, diberitakan Time.

Mosseri mengatakan, keputusan uji coba yang telah dilakukan sejak September 2019 lalu di Amerika Serikat itu bukan tanpa alasan.

Uji coba dilakukan karena hasil penelitian Royal Sociaty for Public Health tahun 2017 di Inggris menyimpulkan bahwa Instagram telah menjadi platform yang paling merusak kesehatan mental kaum muda.

Kami tidak ingin Instagram terasa seperti kompetisi.

Menyikapi hal itu, Instagram mengambil langkah untuk menyembunyikan jumlah like dan view dari postingan para pengguna.

"Kami tidak ingin Instagram terasa seperti kompetisi," ujar Mosseri.

Dia juga mengatakan bahwa pihak Instagram menginginkan bahwa para pengguna untuk tidak begitu mengkhawatirkan tentang seberapa banyak jumlah like yang mereka dapatkan di Instagram, dan lebih menghabiskan waktu terkoneksi dengan orang-orang yang mereka pedulikan.

Hal senada dikatakan Oliver Yonchev, seorang direktur di perusahaan media sosial The Social Chain, bahwa salah satu alasan orang tidak ingin mengunggah adalah karena takut dihakimi lewat jumlah like yang mereka dapatkan, sehingga jika itu dihapus, maka mereka tidak akan mengalami tekanan dari unggahan-unggahan mereka.

Selain berniat untuk menciptakan lingkungan yang tidak menekan, pihak Instagram juga bermaksud agar para pengguna lebih fokus terhadap konten yang diunggah ketimbang tingkat kepopuleran unggahan mereka.

Namun, hal ini sangat berdampak sekaligus menjadi tantangan terberat bagi para influencer, karena akan mengubah aturan permainan bagi para influencer di Instagram yang sangat bergantung akan jumlah like dan view dari unggahan mereka sebagai patokan popularitas.

Diperkirakan bahwa fitur ini berpotensi untuk menggerakan para influencer untuk bisa menciptakan konten yang lebih berkualitas dan juga menarik.

Ilustrasi InstagramIlustrasi Instagram. (Ist)

Sementara menurut CEO dan Founder dari Social Native, David Shadpour, ini merupakan strategi Facebook dan Instagram agar para pengguna beralih ke fitur stories, karena mereka percaya bentuk video pendek lebih memiliki prospek dan lebih bermakna ketimbang hanya gambar saja.

Dengan hilangnya nilai jumlah like dari suatu unggahan sebagai indikator kesuksesan, maka para pengguna akan lebih bisa mengandalkan kreativitas mereka dan fokus terhadap konten, yang mana diharapkan akan dibuat dalam bentuk video.

Dengan video, maka waktu yang dihabiskan di platform akan lebih banyak digunakan dan Instagram akan semakin meraih keuntungan. []

Berita terkait
WMA Club Turki Bajak Instagram Luna Maya
Peretas WMA Club mengumumkan bahwa mereka telah membobol akun Luna Maya.
Instagram Down Melanda Sejumlah Kota di Indonesia
Sejumlah warganet mencuitkan keluhan mereka yang ditandai dengan tagar Instagram Down dan menjadi trending topic Twitter.
Instagram Membuat Fitur Pembatasan Anti Bullying
Instagram akan memberi akses terhadap antibullying ke semua penggunanya, sebagai langkah pencegahan terhadap perundungan dan intimidasi.
0
Borong Produk Make Up di Harbolnas Akhir Tahun 2019
Harbolnas 12.12 akan manjakan perempuan yang suka dandan untuk membeli produk-produk makeup acara natal Tahun Baru dengan harga murah.