Surabaya - Operasi Ketupat Semeru 2019 resmi berakhir. Dari hasil operasi tersebut tingkat kriminalitas di Jawa Timur (Jatim) mengalami peningkatan dibandingkan 2018 lalu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyampaikan itu saat apel konsolidasi Operasi Ketupat Semeru 2019 dan persiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mapolda Jatim, Kamis 13 Juni 2019.

"Angka gangguan Kamtibmas mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni sebesar 96 persen. Di mana untuk pencurian pemberatan menempati posisi tertinggi sebesar 20 persen. Pada 2018 ada delapan kasus, sedangkan 2019 sebanyak 28 kasus," ungkapnya.

Artikel lainnya: Siaga Sidang PHPU, Polda Jatim Kerahkan 6331 Personel

Luki mengaku akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru tahun berikutnya meningkatkan pengawasan terkait kriminalitas.

Hal ini kata dia, dijadikan evaluasi agar pelaksanaan operasi ke depan fokus pengamanan.

"Jangan hanya terpaku pada bidang Satlantas saja, namun situasi Kamtibmas juga perlu menjadi atensi mengingat tren kejahatan menjelang Lebaran pasti akan mengalami kenaikan sehingga dibutuhkan upaya preventif dan represif," paparnya.

Dia menyebut, hal berbeda tingkat kecelakaan lalu lintas yang mengalami penurunan hingga 54 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Artikel lainnya: Polda Jatim Tidak Sweeping Warga yang Ikut Aksi di MK

"Pada tahun 2018 sebanyak 374 kejadian, sedangkan 2019 ada 171 kejadian," urainya.

Tak hanya itu, tingkat pelanggaran lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2019 juga mengalami penurunan sebesar 22 persen.

"Di mana tahun 2019 ada 16.500 pelanggaran, sementara 2018 ada 21.212 pelanggaran," tukasnya.[]