UNTUK INDONESIA
Tinggi Ombak Saat Laka Laut di Bantul Menurut BMKG
BMKG menyebut gelombang tinggi di pantai selatan Yogyakatya masih berpotensi terjadi hingga seminggu ke depan. Wisatawan, nelayan diminta waspada.
Ilustrasi ombak tinggi (Foto: Pixabay)

Yogyakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di pantai selatan Yogyakarta hingga seminggu ke depan. Ketinggian gelombang bisa mencapai lima meter. Wisatawan diminta waspada.

Gelombang tinggi di pantai selatan Yogyakarta tersebut yang menyebabkan tujuh wisatawan dilaporkan terseret ombak di Pantai Gua Cemara, Sanden, Bantul pada Kamis, 6 Agustus 2020 pagi. Lima dari tujuh wisatawan sampai petang belum ditemukan. Sedangkan dua korban ditemukan namun meninggal saat berada di Puskesmas Sanden, Bantul.

"Hari ini (Kamis, 6 Agustus 2020) gelombang laut di pantai selatan cukup tinggi antara 2,5 meter sampai dengan 4 meter. Ini sudah kategori tinggi," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas kepada Tagar melalui pesan singkatnya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Menurut dia, tinggi gelombang ini disebabkan karena adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan. Antara pusat tekanan udara tinggi 1030 milibar (MB) di Samudera Hindia sebelah barat Australia, dengan pusat tekanan udara rendah di perairan sebelah barat sumatera 1006 milibar. "Hal ini yang mengakibatkan kecepatan angin meningkat sehingga terjadi gelombang tinggi," ucapnya.

Hari ini (Kamis, 6 Agustus 2020) gelombang laut di pantai selatan cukup tinggi antara 2,5 meter sampai dengan 4 meter. Ini sudah kategori tinggi.

Lebih lanjut, semakin besar perbedaan tekanan udara maka kecepatan angin semakin meningkat. Sehingga meningkatkan tinggi gelombang laut. Rata-rata angin dari arah tenggara dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.

Sementara itu, BMKG mengimbau kepada wisatawan agar tidak mandi di laut dan menjauhi bibir pantai. Pun nelayan sementara jangan melaut dan menambatkan kapal di tempat yang aman. 

Baca Juga:

"Imbauan ini juga berlaku bagi pelaku usaha di kawasan pantai agar waspada gelombang pasang yang dapat merusak bangunan. Ikuti arahan petugas SAR di sekitar pantai, dan update informasi prakiraan tinggi gelombang dari BMKG," ujar Reni.

Sebelumnya diberitakan, tujuh wisatawan dilaporkan terseret ombat di Pantai Gua Cemara, Kecamatan Sanden, Bantul pada Kamis, 6 Agustus 2020 pagi. Mereka merupakan satu keluarga yang berasal dari Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.

Dari jumlah korban tersebut, dua diantaranya telah ditemukan meninggal dunia dan sudah dikebumikan di rumah duka. Adapun identitas korban yang sudah ditemukan yaitu Ulli Nur Rochmi, 28 tahun, dan Ahmad Nur Fauzi, 30 tahun. Sedangkan lima korban lainnya belum ditemukan. []

Berita terkait
5 Korban Insiden Gua Cemara Bantul Belum Ditemukan
Pencarian terhadap lima korban yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara Bantul sampai petang belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan besok pagi.
Suasana Haru Rumah Duka Korban Laka Laut di Sleman
Korban kecelakaan laut di Pantai Gua Cemoro Bantul adalah satu keluarga besar di Tempel Sleman. Suasana haru terlihat di rumah duka.
7 Nama Korban Kecelakaan Laut di Gua Cemara Bantul
Tujuh wisatawan terseret ombak tinggi di Pantai Gua Cemara Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dua ditemukan meninggal dan lima masih pencarian.
0
Tinggi Ombak Saat Laka Laut di Bantul Menurut BMKG
BMKG menyebut gelombang tinggi di pantai selatan Yogyakatya masih berpotensi terjadi hingga seminggu ke depan. Wisatawan, nelayan diminta waspada.