UNTUK INDONESIA
Teten Dorong Pelaku UMKM Optimalkan Teknologi Digital
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong pelaku UMKM mengoptimalkan teknologi digital menjalankan usaha.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan) menyapa pedagang UMKM Souvenir, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.Selasa, 25 Agustus 2020. (Foto: Tagar/Dok Kemenkop UKM).

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong pelaku UMKM mengoptimalkan teknologi digital menjalankan usaha dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital serta melakukan adaptasi dan inovasi produk.

"Pasalnya, UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi," kata Teten pada acara diskusi daring Karya Kreatif Bangsa (KKI) dan Kick-Off Gerakan Nasional Bangga Buata Indonesia, di Jakarta, Minggu, 30 Agustus 2020.

Di acara yang juga diikuti Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan beberapa menteri lainnya, Teten menyebutkan bahwa tercatat sejak pandemi terjadi, penjualan di e-commerce naik 26 persen dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari.

Namun, demikian angka awal 2020 pemerintah mendata baru 8 juta UMKM hadir dalam platform digital atau 13 persen dari total populasi UMKM.

Untuk itu, pihaknya menekankan perlunya peningkatan kerja sama antara kementerian lembaga, pemerintah daerah, institusi perbankan, fintech, marketplace dan seluruh pihak lain yang terlibat, untuk menyiapkan the Future SMEs agar UMKM dapat bersaing di pasar domestik dan pasar global.

"Pasalnya, pandemi Covid-19 berdampak signifikan bagi pelaku UMKM di Indonesia, baik dari sisi supply maupun demand," ucap Teten.

Tantangan lain juga tidak cukup hanya hadir dalam platform digital, isu sustainability dari UMKM di platform digital juga patut mendapat perhatian.

"UMKM tidak hanya harus bertahan, namun harus mampu menjadi kompetitif baik di pasar lokal dan global," ujarnya.

Menurut Teten, pemerintah pun melakukan intervensi di sisi hulu (supply) dan hilir (demand).

Untuk menjawab masalah di sisi supply, salah satunya adalah pembiayaan untuk koperasi dan UMKM. Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 123,46 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus sektor UMKM.

Program ini diharapkan menjadi jawaban bagi para pelaku usaha mikro yang modal usahanya tergerus

Per 27 Agustus 2020, progres sementara mencapai 45,76 persen atau telah disalurkan Rp 56.503,22 miliar untuk pelaksanaan program PEN sektor KUMKM.

Selain itu, untuk usaha mikro yang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan pemerintah menyiapkan bantuan modal kerja, yaitu Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro berupa hibah Rp 2,4 juta untuk 12 juta pelaku usaha mikro.

"Program ini diharapkan menjadi jawaban bagi para pelaku usaha mikro yang modal usahanya tergerus untuk kepentingan konsumsi untuk dapat menambah inventory/modal kerja, serta memudahkan ke depannya pelaku usaha dapat terintegrasi dalam sistem keuangan inklusif," paparnya.

Sementara untuk tantangan di sisi hilir, lanjut Teten, pihaknya sudah melakukan usaha membantu upaya pemasaran produk koperasi dan UKM dengan menyertakan UMKM dalam platform belanja pemerintah serta platform belanja BUMN.

Tahun ini, setidaknya ada potensi senilai Rp 321 triliun belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah diarahkan Presiden Jokowi untuk dapat dioptimalkan UMKM.

Di samping itu, kementeriannya juga telah bekerja sama dengan LKPP untuk menghadirkan laman UMKM dan BeLa Pengadaan untuk program ini, serta melakukan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM untuk dapat hadir dalam platform ini.

"Bersama KemenBUMN, kami juga sudah bekerja sama untuk memastikan belanja barang dan jasa di bawah nilai Rp 14 miliar agar UMKM dapat ikut serta melalui Pasar Digital UMKM yang memiliki potensi setidaknya Rp 35 triliun dan 27 kategori produk," urai Teten.

Saat ini, 9 BUMN telah siap dan secara bertahap ke BUMN lainnya untuk menyerap produk UMKM. Contoh kategori adalah alat tulis kantor, catering dan snack, souvenir dan merchandise, pengadaan dan sewa furniture, jasa event organizer dan lain lain.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan onboarding digitalisasi UMKM di daerah-daerah dengan memanfaatkan katalog digital/e-brochure. Katalog digital ini nantinya berisi produk UMKM serta hyperlinks/tautan kontak penjual.

"Sehingga, dapat disebarkan dengan sederhana melalui platform chat ataupun media sosial dan jika di-klik akan langsung terhubung ke WA penjual," imbuhnya.

Inovasi dalam ekosistem digital juga terus digalakkan. Salah satunya, dengan program pahlawan digital yang menghadirkan perusahaan rintisan lokal yang menjadi inovator solusi teknologi dan membantu kegiatan usaha UMKM.[]

Berita terkait
Tourism Malaysia Medan Manfaatkan Teknologi Digital
Tourism Malaysia Medan tetap aktif mempromosikan wisata di Malaysia dengan mengandalkan teknologi digital selama pandemi.
Terapkan Pendidikan Berbasis Teknologi Digital
Teknologi berbasis digital terapkan di sektor pendidikan di Jawa Barat, fakta di lapangan peserta didik di Jawa Barat didominasi oleh generasi Z
Jokowi Tekankan Notaris Manfaatkan Teknologi Digital
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan notaris di berbagai dunia harus memanfaatkan kemajuan teknologi digital, tidak boleh konservatif.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.