UNTUK INDONESIA
Tanggapan Sugianto Dituduh Pukul Sopir Sendiri
Sugianto Nangolah, anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokratm mengatakan bahwa apa yang dilaporkan sopir pribadinya adalah fitnah
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Sugianto Nangolah (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (kiri). (Foto: Dok)

Bandung - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Sugianto Nangolah bereaksi pasca dirinya ramai diberitakan terkait pelaporan sopir pribadinya M. Yusak Rico Raharjo yang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan olehnya ke Polrestabes Bandung.

“Itu fitnah, saya sedang di Jogja, di luar kota. Biarin saja, nanti ada Tim Hukum saya yang berbicara,” tutur Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat Sugianto Nangolah kepada Tagar saat dihubungi melalui telepon genggamnya, di Bandung, Kamis 23 Januari 2020.

Sementara itu, saat Tagar menghubungi untuk meminta tanggapan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota sekaligus kader dari Partai Demokrat. Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanegara enggan memberi tanggapan dengan alasan sedang rapat kerja sampai berita ini dibuat. “Sebentar ya, saya sedang raker,” kata dia dalam pesan singkatnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat sekaligus anggota DPRD Jawa Barat Sri Budihardjo Hermawan saat dimintai tanggapannya atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan kadernya, menanggapi bahwa memang sebenarnya tidak pantas dilakukan oleh anggota DPRD Jawa Barat. Tetapi ia meminta mengklarifikasi ulang kepada Sugianto Nangolah yang diduga dalam kasus penganiayaan tersebut.

“Memang tidak pantas kali itu dilakukan. Saran saya, minta klarifikasi dulu yang bersangkutan agar ada keseimbangan informasi. Saya sendiri lagi keluar kota jadi belum sempat bicara dengan yang bersangkutan (Sugianto Nangolah),” kata dia.

1. Badan Kehormatan Minta Pelapor Melapor ke BK

Dihubungi secara terpisah, Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat M. Hasbullah Rahmat menuturkan, BK DPRD Jawa Barat berharap korban atau pelapor atas nama M. Yusak Rico Raharjo melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke BK DPRD Jawa Barat untuk memproses perilaku dari oknum anggota DPRD Jawa Barat tersebut.

“Kami mendengar informasi dari media tentang hal ini. Sebagai Badan kehormatan kami siap memproses hal ini sesuai prosedur. Jika pelapor melapor ke kami, akan lebih baik. Karena akan kami dengar semua kesaksiannya,” tutur dia.

Sebab jelas Hasbullah menjelaskan, tahapan dalam menentukan sanksi, tergantung dari pelapor.Apabila hanya memeriksa oknum dari anggota DPRD Jawa Barat yang diduga menjadi pelaku penganiayaan tersebut. Bagaimana BK DPRD Jawa Barat akan menentukan sanksi tegas.

“Secara pribadi saya menyayangkan, apalagi kepada supir ya. Kita ibaratkan nyawa dari kita ko diperlakukan yang kasar. Wajar saja korban melapor, karena hak asasinya merasa terancam. Mudah-mudahan ini yang terakhir dan bisa jadi cermin anggota DPRD Jabar lainnya,” ujar dia mengakhiri.

2. Pengakuan Korban Dipukul Bosnya Sendiri

Untuk diketahui, M.Yusak Rico Raharjo korban yang merupakan sopir pribadinya oknum anggota DPRD Jawa Barat Sugianto Nangolah telah melaporkan bos-nya sendiri atas dugaan tindakan penganiayaan yang telah dilakukan pada Selasa Selasa 21 Januari 2020, sekitar pukul 12.00 atau saat adzan dzuhur.

Dugaan tindakan penganiayaan ini dilakukan karena mobil Alfard milik Sugianto Nangolah tak sengaja menyenggol tembok gedung DPRD Jawa Barat. Atas kejadian tersebut, sopir pribadi anggota dewan tersebut dihantam tepat dibagian hidup hingga bercucuran darah oleh bos-nya sendiri Sugianto Nangolah.

Menurut pengakuan korban M. Yusak Rico Raharjo, dirinya dipukul oleh bos-nya sendiri Sugianto Nanggolah anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat. Pemukulan tersebut dipicu hanya karena dirinya tak sengaja menyenggol tembok Gedung DPRD Jawa Barat pada Selasa 21 Januari 2020, sekitar pukul 12.00 atau saat adzan dzuhur.

“Saya supir pribadinya bos saya Sugianto Nanggolah, anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat. Awalnya, saya disuruh jemput bos saya di DPRD Jawa Barat. Saat itu (setelah bos masuk mobil) mobil tak sengaja nyenggol tembok Gedung DPRD Jawa Barat. Saya langsung meminta maaf waktu itu,” tuturnya. []

Berita terkait
Anggota DPRD Jawa Barat Tinju Hidung Sopirnya
M. Yusak Rico Raharjo, sopir pribadi anggota DPRD Jawa Barat, ditinju Sugianto Nanggolah dari Fraksi Partai Demokrat karena menyenggol tembok
0
Pandangan Denny Siregar soal Omnibus Cipta Lapangan Kerja
Jokowi ternyata tidak mau menyerah. Ia kemudian merancang undang-undang yang bernama Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Tulisan Denny Siregar.