UNTUK INDONESIA
Tanda-Tanda Seseorang Terkena Kanker Paru-paru
Sutopo Purwo Nugroho meninggal karena kanker paru-paru, sebenarnya bagaimana gejala penyakit mematikan itu?
Ilustrasi kanker paru-paru. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada pukul 02.00 di Guangzhou, China setelah berjuang melawan kanker paru-paru stadium akhir.

Sebenarnya apa sih kanker paru? Mengutip dari ciputrahospital, kanker paru-paru adalah kanker yang dimulai di tenggorokan (trakea), saluran udara utama (bronkus) atau jaringan paru-paru. Trakea, bronkus dan jaringan pari pari merupakan bagian dari sistem pernapasan. 

Sistem pernapasan meliputi hidung dan mulut, batang tenggorok (trakea), saluran udara ke setiap paru-paru, (brokus kiri dan kanan). Paru kanan dibagi menjadi 3 bagian yang disebut dengan lobus atas, tengah dan bawah. Paru kiri dibagi menjadi 2 bagian yang disebut lobus atas dan bawah.

Baca juga: Sutopo Purwo Nugroho, Sang Pejuang Bencana Tutup Usia

Menurut WHO, kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian akibat kanker. Penyakit mematikan ini dapat menyebabkan ketidakmampuan tubuh dalam berfungsi dan menyebabkan kualitas hidup yang buruk.

Ada beberapa jenis kanker paru-paru, paling umum dinamai berdasarkan ukuran sel dalam tumor kanker.

Kanker paru sel kecil, kondisi ketika sel-sel kanker terlihat kecil di bawah mikroskop. Kondisi yang sangat jarang terjadi, dari 8 orang dengan kanker paru-paru hanya 1 orang memiliki kanker sel kecil. Jenis kanker ini dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Kanker paru non-sel kecil, kondisi ketika sel-sel kanker lebih besar daripada kanker paru-paru sel kecil. Lebih banyak orang memiliki jenis kanker paru-paru ini, sekitar 7 dari 8 orang. Kondisi ini tidak berkembang secepat kanker paru-paru sel kecil, sehingga membutuhkan pengobatan yang berbeda.

Baca juga: Adik Ipar: Satu Minggu Lalu Sutopo Minta Pulang

Jenis yang tidak umum dari kanker paru non-sel kecil adalah pleomorfik, tumor karsinoid, karsinoma kelenjar ludah, dan karsinoma tak terklasifikasi.

Tanda-tanda Gejala Kanker Paru

Menyadari gejala kanker paru-paru bukan perkara yang mudah, karena tidak khas dan seringkali mirip dengan penyakit lain, seperti tuberkulosis, efusi pleura, pneumonia, bronkitis, dan abses paru. Berikut Tagar rangkumkan beberapa gejala kanker paru yang bisa diperhatikan.

  • Mengalami batuk yang tidak mau hilang dan bahkan menjadi lebih parah.
  • Batuk yang tidak menghilang akan lebih menyakitkan, memiliki suara yang berbeda dari batuk biasanya, memiliki lendir atau dahak berwarna.
  • Merasa sesak nafas ketika melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan. Dokter menyebutnya dengan dyspnoea
  • Ketika mengeluarkan dahak, akan terlihat bintik merah di dalamnya. Ketika semakin parah, maka bintik darah akan semakin banyak.
  • Mengalami nyeri di dada atau di bahu.
  • Kehilangan nafsu makan atau mungkin tidak ingin makan makanan yang biasanya disukai.
  • Kehilangan berat badan dapat terjadi dengan cepat yang tidak dikarenakan oleh diet.

Selain gejala yang telah dijelaskan di atas, terdapat pula beberapa tanda lainnya yang dapat mengindikasikan kanker paru, seperti demam, mudah lelah, jari membengkak, kemudian muncul benjolan yang mencurigakan pada tubuh. 

Stadium Kanker Paru-paru

Stadium kanker akan memberi tahu seberapa besar dan apakah itu telah menyebar. Mengetahui stadium kanker akan membantu dokter memutuskan perawatan yang dibutuhkan.

Berikut Tagar rangkumkan stadium kanker paru-paru dari berbagai sumber.

Stadium 1

Stadium 1 menyatakan bahwa kanker masih dalam ukuran kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ jauh lain. 

Stadium 1 terbagi menjadi 1A dan 1B. Stadium 1A berarti kanker berukuran 3 cm atau lebih kecil. Sedangkan stadium 1B berarti kanker berukuran 3-4 cm.

Stadium 2

Kanker stadium 2 terbagi menjadi stadium 2A dan 2B. Bagian dari paru-paru yang terkena mungkin semakin parah. 

Stadium 2A berarti kanker berukuran 4-5 cm, tetapi tidak ada sel kanker di kelenjar getah bening. Stadium 2B menyatakan bahwa kanker berukuran hingga 5 cm dan ada sel kanker di kelenjar getah bening yang dekat dengan paru-paru.

Stadium 3

Stadium 3 kanker paru dibagi menjadi 3A, 3B dan 3C. Stadium 3A dapat menjadi hal yang berbeda-beda. Kanker dapat berukuran hingga 5 cm dan telah menyebar ke kelenjar getah bening di tengah dada, di sisi yang sama dengan tumor. 

Stadium 3B dapat menjadi hal yang berbeda-beda. Pertama, kanker dapat berukuran kurang dari 5 cm, telah menyebar ke kelenjar getah bening di bagian sisi berlawanan dari paru-paru yang terkena, leher dan diatas tulang selangka.

Kanker paru stadium 3C dapat menjadi hal yang berbeda-beda pula. Yang pertama kanker berukuran antara 5-7cm atau telah menyebar ke area saraf frenik (saraf dekat dengan paru-paru), parietal pericardium (penutup jantung) dan telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Stadium 4

Kanker stadium 4 berarti kanker telah menyebar dan dibagi menjadi stadium 4A dan 4B dan ini juga disebut kanker paru stadium lanjut. Stadium 4A dapat berarti, pertama ada kanker di kedua paru-paru, kanker dalam penutup paru-paru (pleura) atau penutup jantung (pericardium) atau ada cairan di sekitar paru-paru atau jantung yang mengandung sel kanker. Kedua, kanker telah menyebar di luar dada ke kelenjar getah bening atau ke organ seperti hati atau tulang.

Sedangkan stadium 4B sendiri berarti kanker telah menyebar ke beberapa area dalam satu atau lebih organ.

Pengobatan Kanker Paru-paru

Penanganan utama terhadap kanker paru-paru stadium awal adalah melalui operasi. Jika kanker telah mencapai stadium lanjut, maka penanganan dapat dilakukan dengan radioterapi dan kemoterapi.

Selain itu, ada beberapa jenis pengobatan lain untuk menangani kanker paru-paru, yaitu terapi target, terapi ablasi, terapi fotodinamik, dan krioterapi. []

Berita terkait
0
BI Bisa Turunkan Bunga Acuan, Tapi Ada Syaratnya
Dari faktor eksternal, Bank Indonesia (BI) berpeluang untuk menurunkan suku bunga acuan di November ini.