UNTUK INDONESIA
Tanda-tanda Covid-19 di Jawa Timur Mulai Terkendali
Gugus Tugas Penaganan Covid-19 Jawa Timur mencatat peningkatan signifikan jumlah pasien sembuh khususnya di Surabaya dalam tiga hari terakhir.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Pemprov Jatim/Tagar)

Surabaya - Provinsi Jawa Timur mulai diberi tanda akan segera berakhirnya kasus positif Covid-19. Hal itu ditunjukkan meningkatnya pasien positif Covid-19 sembuh selama tiga hari terakhir. Hari pertama 100 pasien dinyatakan sembuh, berikutnya 292 pasien dan kali ini 116 pasien positif terkonversi negatif.

Ketua tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Joni Wahyuadi mengatakan saat ini tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur mencapai 1.207 orang atau setara 22,33 persen. Angka ini tertinggi dalam sebulan terakhir.

Ini semoga tanda-tanda dari Tuhan bahwa Covid-19 segera usai di Jatim. Pasien yang masuk akhir-akhir ini tidak seberat pasien lalu.

Joni berharap tingkat kesembuhan yang terus meningkat merupakan tanda dari tuhan bahwa kasus positif covid-19 di Jatim akan berakhir. Dimana sudah ada 406 pasien positif yang dirawat di RSU Soetomo Surabaya dinyatakan sembuh.

"Ini semoga tanda-tanda dari Tuhan bahwa Covid-19 segera usai di Jatim. Pasien yang masuk akhir-akhir ini tidak seberat pasien lalu. Mereka akan cepat sembuh kalau kondisinya ringan saat masuk (mau diisolasi),” ujar dr Joni, di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis, 4 Juni 2020 malam.

Joni mengungkapkan banyaknya pasien sembuh ini karena rata-rata berusia muda dan tidak punya komorbid (riwayat penyakit bawaan). Selain itu, semakin banyaknya tersedia diagnostik.

Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, per hari Kamis 4 Juni 2020 ada tambahan 116 pasien positif Covid-19 yang terkonversi negatif. Dengan tambahan itu total pasien sembuh mencapai 1.207 orang atau setara 22,33 persen.

"Angka ini menjadi capaian recovery rate tertinggi Jawa Timur dalam sebulan terakhir," ujar Khofifah.

Khofifah menyebut tambahan pasien yang sembuh hari ini berasal dari Surabaya sebanyak 70 orang, Sidoarjo 1, Gresik 4, Lamongan, Bojonegoro dan Kabupaten Malang masing-masing dua orang. Selain itu, Kabupaten Probolinggo 5, Kabupaten Pasuruan 10, Sampang 6, Kota Malang, Lumajang, fan Tuban masing-masing tambah 1 orang. Selanjutnya Kota Madiun tambah 8 pasien dan Kota Pasuruan tiga pasien.

"Kenaikan persentase kesembuhan pasien Covid-19 Jatim ini terus melonjak dalam sepekan terakhir," tuturnya.

Bertambahnya pasien sembuh ini tak lepas dari perjuangan, dedikasi, dan juga pengorbanan para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. Mantan Menteri Sosial ini berharap capaian ini menjadi optimisme bagi para pasien untuk terus sembuh. Pemprov Jatim akan menyelenggarakan aksi sosial donor plasma darah bagi pasien Covid-19 sudah sembuh agar bisa membantu pasien lain yang kondisinya berat.

"Dengan dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa, maka kami atas nama warga Jawa Timur mengucapkan terima kasih pada para tenaga medis yang tak lelah berjuang,” tuturnya.

Sementara pasien positif covid-19 bertambah sebanyak 123 orang, sehingga totalnya menjadi 5.406 kasus. Namum pasien yang dirawat tinggal 3.724 orang.

Sedangkan untuk tambahan kasus yang meninggal per hari ini ada sebanyak 10 orang. Dengan begitu, jumlah pasien Covid-19 Jatim meninggal ada sebanyak 447 orang atau setara dengan 8,27 persen.

Disisi lain update jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jawa Timur sebanyak 7.009 kasus dengan masih dalam pengawasan sebanyak 3.294 orang. Sedangkan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) ada sebanyak 25.173 kasus dengan masih dipantau ada sebanyak 3.490 orang.

“Yang juga harus menjadi perhatian adalah jumlah kasus OTG (Orang Tanpa Gejala) Jatim per hari ini ada sebanyak 19.366 orang. Padahal saat ini OTG memiliki potensi terkonfirmasi positif covid-19 sebesar 35 persen,” kata dia.

Guna memperbanyak deteksi kasus Covid-19 dari OTG dan PDP, maka mulai besok Pemprov Jatim juga akan menggelar tes massal untuk rapid test, swab test dan swab. Tes massal itu akan dilakukan Tim Covid-19 Hunter sengaja dibentuk guna mendeteksi sebanyak banyaknya warga masyarakat yang terindikasi positif covid-19 tanpa gejala.

“Tim ini akan mulai berjalan besok di lima daerah yaitu di Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Gresik dan juga Bangkalan. Yang kemudian juga akan dilanjutkan di Nganjuk, Lamongan Madiun, Jember dan Probolinggo,” kata Khofifah.

Dipilihnya daerah tersebut karena jumlah PDP dan OTG-nya mencapai lebih dari 50 persen. Pemprov bekerja sama dengan kabupaten kota setempat untuk menentukan warga yang harus mengikuti tes massal.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya per tanggal 1 Juni 2020 mencatat pasien sembuh ada 17 orang. Kemudian per tanggal 2 Juni 2020, ada 60 pasien sembuh. Selanjutnya data per tanggal 3 Juni 2020, ada 240 orang yang dinyatakan sembuh. Sedangkan data kumulatif sampai 3 Juni 2020, tercatat sebanyak 540 pasien positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser mengatakan, setelah mendapat bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat, pihaknya langsung gencar melakukan rapid test dan swab. Ia menilai, bahwa bantuan alkes ini juga menjadi salah satu indikator angka pasien sembuh di Surabaya terus meningkat.

"Sebetulnya kita memperhatikan test, tracing dan therapy (3T). Setelah kemarin kita mendapat alat, kita melakukan swab dan rapid test begitu banyak," kata Fikser.

Selain itu, kata dia, atas masifnya upaya 3T tersebut, membuat pasien sembuh di Surabaya trennya terus meningkat. Baik mereka yang sebelumnya menjalani rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit.

"Sehingga begitu besarnya pasien yang sembuh. Saya berharap yang rawat jalan ini bisa terus masif sembuh," katanya.

Terlebih, Fikser menyebut, beberapa waktu lalu Pemkot Surabaya juga mendapat dukungan alat kesehatan dari pemerintah pusat. Menurut dia, dukungan ini sangat berharga bagi pemkot dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya.

“Percepatan untuk hasil swab itu pula yang menyebabkan terlihat bahwa banyak pasien yang bisa dipulangkan dan sembuh," terangnya.

Fikser mengungkapkan, data Dinkes Surabaya sampai tanggal 3 Juni 2020, jumlah pasien positif Covid-19 di Surabaya sebanyak 2.007 orang. Dari data itu, rinciannya yakni, rawat jalan sebanyak 1.147 orang, sedangkan rawat inap 860 orang. Namun, data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Nah jumlah itu yang nanti kita kejar untuk segera disembuhkan,” kata dia. []

Berita terkait
100 Pasien Covid-19 di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh
Selain itu, RSJ Menur Surabaya mencatat ada tujuh orang dengan gangguan jiwa dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 setelah menjalani tes swab.
Empat Daerah di Jatim Siap Buka Tempat Wisata
Beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur siap membuka kembali destinasi wisatanya dalam menyambut tatanan hidup baru atau new era.
1,75 Persen Anak Balita di Jatim Terinfeksi Covid-19
Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi menyebutkan jumlah anak balita terinfeksi Covid-19 dari keluarga dan masih terbilang rendah.
0
Rencana Kominfo Blokir Medsos, Ancam Kebebasan Berekspresi
Sukamta menyayangkan sikap Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan Permen untuk memblokir media sosial di tengah maraknya unjuk rasa.