Jakarta, (Tagar 21/1/2019) - Presiden Joko Widodo mendorong penuh pemerataan segmen pariwisata di Indonesia secara menyeluruh, karena ia tahu betul potensi wisata di negeri ini adalah surga dunia yang mampu menyedot banyak wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. Hal ini yang pada nantinya bisa membuat Indonesia menyalip Thailand sebagai raja pariwisata di Asia Tenggara.

Pada tahun 2017 silam, Jokowi telah meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mengungkap nilai investasi yang bakal masuk akan mencapai Rp 13 triliun.

Kabar baik untuk masyarakat di seluruh penjuru negeri, Mandalika akan dijadikan sirkuit balap MotoGP dengan skala internasional. Ternyata target Jokowi untuk menjadikan pariwisata Indonesia lebih maju, tidak menjadi wacana semata. Dengan terealisasinya pembangunan sirkuit balap kelas dunia di sini, makin membuat nama Indonesia menterang di mata dunia.

Berikut adalah fakta seputar sirkuit Mandalika:

1. Waktu pembangunan

Direktur Konstruksi dan Operasional Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawan mengatakan, ITDC akan memulai pembentukan badan jalan pada Oktober tahun ini. Pembangunan badan jalan diperkirakan memakan waktu 6-9 bulan dan selesai pada semester-II Tahun 2020.

2. Panjang lintasan

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan sirkuit Mandalika akan memiliki Panjang total 4,32 kilometer. Ada pun komitmen pembangunan sirkuit sepanjang 4,32 kilometer ini tercapai setelah ITDC menandatangani Master Land Utilization and Development Agreement (LUDA Induk) dengan Vinci Construction Grands Projets (VCGP), untuk pemanfaatan dan pembangunan lahan seluas 131 hektare di KEK Pariwisata Mandalika.

3. Lokasi sirkuit

Berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Mandalika berdiri di Kawasan wisata seluas 1.035 hektare yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Mandalika akan menjadi satu-satunya sirkuit jalanan di dunia yang menawarkan panorama indah sebuah lagun, sebuah solar cell farm, sebuah lapangan golf, area komersil dan perkotaan, serta panorama Samudera Hindia.

4. Pengembangan sirkuit

BUMN pengembang destinasi pariwisata terpadu, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan sirkuit jalan raya di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, NTB, siap digunakan pada kejuaraan balap motor MotoGP Tahun 2021.

Sementara itu Direktur Konstruksi dan Operasional Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawan mengatakan pembangunan Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) ini dilakukan oleh ITDC dan anak perusahaan konstruksi global dari Prancis, Vinci Construction Grands Projets (VCGP).

Selain itu, jaringan drainase bawah tanah dengan kedalaman 2x2 meter juga dipersiapkan untuk membangun jaringan pipa air, gas, listrik dan fiber optik. Menurut dia, jaringan drainase bawah tanah harus selesai terlebih dahulu sebelum jalan dilapisi aspal yang sesuai untuk trek balap.

5. Dana pembangunan

Wirawan menjelaskan ITDC akan memulai pembentukan badan jalan pada Oktober tahun ini. Pembangunan infrastruktur di KEK Mandalika, termasuk untuk sirkuit jalan raya, membutuhkan investasi sebesar Rp 4,54 triliun. “Seluruhnya itu Rp 4,5 triliun sampai 7 tahun ke depan, tetapi yang kita belanjakan Rp 3,6 triliun akan habis terserap dalam 3 tahun sampai 2021,” ucapnya.

6. Spesifikasi sirkuit

Sirkuit Mandalika akan berbentuk sirkuit jalan raya sepanjang 4,32 kilometer. Sirkuit ini akan dibangun di atas lahan seluas 160 hektare.

7. Target pengunjung

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer memproyeksi kejuaraan motor dunia MotoGP akan menarik kunjungan wisatawan 100.000-150.000 orang per hari. “Untuk satu kali race biasanya empat hari mulai dari kualifikasi sampai 'actual race'. Kalau ditotal untuk satu tahun tergantung berapa balapan yang akan digelar. Mungkin untuk permulaan setahun dua kali race,” kata Abdulbar. []