UNTUK INDONESIA
Tak Ikut Gerakan #SaveTIM, Jose Dukung Revitalisasi
Pendiri Teater Tanah Air, Jose Rizal Manua, tak sependapat dengan sejumlah seniman yang yang menggaungkan gerakan #SaveTIM
Jose Rizal Manua (Foto: Tagar/Husen Mulachela)

Jakarta - Pendiri Teater Tanah Air, Jose Rizal Manua, tak sependapat dengan sejumlah seniman yang yang menggaungkan gerakan #SaveTIM.

Menurut Jose, Revitalisasi yang tengah dilakukan di Gedung Graha Bhkati Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, adalah keputusan yang tepat. Mengingat banyaknya titik bocor pada gedung tersebut.

Berdasarkan penjelasan Jose gedung GBB sudah mengalami kebocoran sejak awal peresmiannya. beberapa ruang seperti kamar rias dan panggung sering tergenang air kala musim penghujan. "Jadi memang harus direvitalisasi saya kira," ujar Jose kepada Tagar pada Selasa, 11 Februari 2020.

Terkait, gerakan #SaveTIM yang tengah digaungkan sejumlah seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM, pria pendiri Galeri Bengkel Buku Deklamasi itu tak mempermasalahkan hal tersebut. Gerakan itu, menurutnya perlu dilakukan oleh seniman guna menjaga pola pikir yang kritis. "Ya tidak apa-apa. Karena seniman itu harus kritis juga," ujarnya.

Hanya saja, Jose tak setuju bila proyek tersebut disebut sebagai bentuk genosida kebudayaan dan pemberangusan ruang kreatif. Ia juga tidak mempermasalahkan bila bangunan tersebut kelak menjadi lebih modern. "Nanti akan dibangun GBB yang lebih modern, dan di sampingnya akan ada juga teater arena, jadi ditambah satu teater lagi oleh  Gubernur DKI," katanya.

Sedangkan, dugaan komersialisasi yang dikhawatirkan oleh kelompok seniman, menurut Jose hal tersebut tidak mungkin terjadi. "Nggak ada itu, nggak mungkin dikomersialkan. Siapa yang mau menginap di sini kalau di bawahnya itu ada ruang pameran," ujarnya.

Menurutnya, dugaan pembangunan hotel di kawasan TIM sebenarnya adalah wisma seni yang diperuntukan bagi para seniman yang datang dari luar Jakarta. Di mana nantinya, seniman yang berkunjung akan diberi penginapan yang layak dengan harga yang lebih terjangkau.

Jose berharap revitalisasi yang berjalan dapat dieksekusi sesuai dengan rencana awal dan selalu berpihak pada seniman. Pria yang sempat tampil di berbagai film itu juga meyakini hal tersebut mengingat sejak era Ali Sadikin, belum pernah ada Gubernur yang memanfaatkan pusat kesenian itu untuk kepentingan di luar kesenian. "Revitalisasi ini saya harapkan berpihak pada seniman dan untuk kepentingan seniman, dan saya yakin itu," tutup Jose. []

Berita terkait
Kontroversi Revitalisasi TIM Jakarta
Revitalisasi Gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) TIM di Kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, menuai pertentangan dari sejumlah seniman
Bakal Ada Bioskop Baru di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki (TIM) resmi tutup operasi. Namun, kekinian bakal dibangun bioskop baru di pusat kebudayaan Jakarta tersebut.
Foto: 50 Tahun Taman Ismail Marzuki, Seperti Apa Keadaanya Sekarang?
Foto: 50 tahun Taman Ismail Marzuki, begini keadaannya sekarang.
0
Realme: Tidak Ada Produk Kami yang Ilegal
Realme Indonesia menyatakan seluruh ponsel pintar merk Realme yang beredar di Tanah Air merupakan produk resmi bukan BM atau ilegal.