UNTUK INDONESIA
Berita Napak Tilas Proklamasi Terhangat

Rangkaian berita napak tilas proklamasi merupakan program dari Museum Joang 45 dan Perumusan Naskah Proklamasi. Sejarah mencatat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Saat itu, Soekarno dan Moh Hatta memproklamirkannya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Di hadapan masyarakat dan para bapak bangsa lainnya, kemerdekaan Indonesia disahkan atas nama bangsa Indonesia. Disusul pengibaran Bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya yang berkumandang di udara. Memaknai momen tersebut, digelar acara napak tilas proklamasi di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat.

Kisah Heroik Mendur Bersaudara, Fotografer Proklamasi
Berkat Alex Mendur dan Frans Mendur masyarakat Indonesia bisa melihat saksi bisu foto Presiden Soekarno yang membacakan teks Proklamasi
Alasan Tahun di Teks Proklamasi Ditulis 05
Teks atau naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Soekarno sebagai pencatat.
Cerita Teks Proklamasi Sebelum Dibacakan Soekarno
Teks proklamasi kemerdekaan yang dibacakan pada 17 Agustus 1945 ternyata mengalami perubahan sebelum akhirnya seperti yang diketahui sekarang.
Namun Terlambat, Berita Proklamasi Sudah Tersebar ke Seluruh Dunia
Jepang melikuidasi Yashima, diganti nama menjadi Domei. Hal ini membuat Albert Manoempak Sipahoetar marah karena merasa dibohongi.
Soekarno: Kalau Begitu Silakan Mas Muwardi Saja yang Bacakan Proklamasi
oekarno selalu menolak dan mengatakan hanya mau mengucapkan proklamasi bersama Hatta.
Soekarno Demam dan Ketegangan 17 Agustus 1945
Mengapa di puncak tugu ada lambang petir? Karena proklamasi kemerdekaan Indonesia menggelegar bagaikan petir di siang hari.
Soekarni: Konsep Proklamasi Terlalu Lembek
Pada 17 Agustus 1945, menjelang subuh, Soekarno-Hatta menandatangani naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia di atas piano milik Maeda.
Maeda: Seandainya Soekarno-Hatta Tidak Kembali...
Mereka mengatakan akan menyatakan kemerdekaan saat itu juga serta menunjukkan pada bangsa lain bahwa suatu bangsa berhak menentukan nasib sendiri.
Ahmad Soebardjo: Tembak Matilah Saya
Soebardjo adalah "tokoh penghubung" antara Soekarno-Hatta dari golongan tua dengan golongan muda.
Bung Hatta: Mana Revolusi yang akan Dilakukan?
Salah satu pemuda, yaitu Johar Noor, kemudian mengusulkan untuk menculik Soekarno-Hatta. Pemuda yang lain setuju.
Bung Karno: Ini Batang Leherku, Potong Malam Ini Juga
Bung Karno menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak perlu menunggu jagung berbuah karena akan terlaksana sebelum jagung berbunga.
Load more ...