Indonesia
Survei Indikator: Masyarakat Desa dan Kota Pilih Jokowi Dibanding Prabowo
Pasangan Jokowi-Ma'ruf lebih banyak dipilih masyarakat desa dan kota dibandingkan pasangan Prabowo-Sandiaga.
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Jakarta, (Tagar 3/4/2019) - Survei terbaru Indikator Politik Indonesia mengemukakan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf lebih banyak dipilih masyarakat desa dan kota dibandingkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Berdasarkan survei yang melibatkan 1.220 responden, tercatat terdapat 51,2 responden mewakili masyarakat pedesaan dan 48,8 persen mewakili masyarakat perkotaan.

Dalam survei yang mengangkat segmen masyarakat pedesaan maupun perkotaan, sebesar 60,2 persen menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf, sedangkan 33,9 persen mendukung Prabowo-Sandiaga, dan 5,9 persen tidak tahu atau tidak jawab.

Dari total 48,8 persen responden yang mewakili perkotaan, sebanyak 50,4 persen mendukung Jokowi-Ma'ruf, sedangkan 41,0 persen mendukung Prabowo-Sandiaga dan 8,5 persen tidak tahu/tidak jawab.

Adapun elektabilitas kedua capres-cawapres menurut survei yakni Jokowi-Ma'ruf 55,4 persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 persen, sedangkan responden belum menentukan pilihan sebesar 7,2 persen.

Jika ditambahkan dengan prediksi arah suara swing voters dan undecided voters, Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas 57,9 persen sementara Prabowo-Sandiaga 42,1 persen.

Berdasarkan hasil survei, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memprediksikan Jokowi-Ma'ruf Amin akan menang pada pilpres 17 April mendatang.

"Masih ada waktu sekitar dua minggu menjelang pemilu presiden, jika tidak banyak perubahan dibanding kondisi ketika survei dilakukan, maka paslon 01 sangat potensi menang. Tapi jika sebaliknya, paslon 02 juga masih berpeluang berbalik unggul," ujar Burhanuddin dalam pemaparan survei di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (3/4).

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan dari 22-29 Maret 2019 dengan melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka. Hasilnya margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Survei Indikator: PAN dan Hanura Tidak Lagi Duduk di Parlemen

Berita terkait
0
Pelatihan Pemasaran Digital Bagi 250 UKM Roti di Tegal
250 UKM roti di Tegal dilatih agar bisa melakukan inovasi dan pemasaran digital pada produk-produknya di tengah persaingan usaha yang kian ketat.