Waskita Karya

Sukarelawan Australia Bantu Pasien Pertahankan Ingatan

Sekelompok sukarelawan di Australian Capital Territory (ACT) membantu kisah hidup pasien lanjut usia dapat disampaikan kepada generasi mendatang
Buku kisah hidup Sandra Horton yang disusun oleh penulis dari Palliative Care ACT, Clare Wood (Foto: voaindonesia.com - Facebook/Palliative Care ACT)

Jakarta – Kalau Anda dapat menulis buku mengenai kisah hidup Anda, apa yang ingin Anda tuangkan ke dalamnya?

Di Ibu Kota Australia, Canberra, para sukarelawan meluangkan waktu bersama dengan pasien perawatan paliatif, menyimak kisah hidup mereka sedari awal.

Salah seorang pasien tersebut adalah Helen Merritt. Kepada Tracey, salah seorang sukarelawan, Merritt mengatakan, "Salah satu keterampilan saya dalam hidup adalah berbicara, jadi saya merasa cukup nyaman bercerita mengenai kisah hidup saya.”

Untuk setiap jam yang dilewatkan bersama seorang pasien, artinya akan perlu waktu berjam-jam untuk menyalin dan menyusun ceritanya.

Merritt mengatakan, "Menyampaikan kisah kehidupan terkait kepada seorang sukarelawan, dan membuat kisah itu disalin, ini pastilah sangat berharga. Well, berharga sekali bagi pasien untuk memberikan kepada keluarganya apa yang masih tersisa.”

Merritt memiliki kehidupan yang penuh petualangan dan juga penuh cinta. Menceritakan kisah hidupnya merupakan obat terbaik baginya.

Tracey sang sukarelawan mengemukakan, "Sungguh, dengan melihat Helen menghidupkan kembali momen-momen itu kita dapat melihat bagaimana ia mengingat berbagai hal yang sudah lama sekali tidak ia pikirkan.”

Sandra HortonSandra Horton berpose dengan buku kisah hidupnya. (Foto: voaindonesia.com - Facebook/Palliative Care ACT)

Ia menambahkan, “Wajahnya berbinar-binar dan ia akan terlihat begitu gembira, benar-benar menyenangkan melihat bagaimana ini membuatnya gembira.” Program ini merupakan prakarsa Palliative Care Australian Capital Territory (ACT).

Pasien yang penyakitnya tak bisa lagi disembuhkan, dapat mendaftarkan diri untuk membuat kisah hidup mereka ditulis.

CEO Palliative Care ACT, Tracy Gillard, mengatakan, “Orang yang mencatat kisah itu mungkin mengatakan, ‘wow, Anda benar-benar memiliki hidup yang mengesankan,’ dan ini merupakan pengakuan bagi orang tersebut saat menuju ke akhir hidupnya, yang membuat ia menyadari bagaimana ia telah menjalani hidup, dan ini lumayan sebagai terapi.”

Pada akhir proyek, Merritt mendapatkan buku berisi kisah hidupnya. Dan membicarakan masa lalu benar-benar penting baginya.

Merritt mengatakan, "Mereka akan memiliki kisah saya selamanya. menurut saya, hal yang indah mengenai itu adalah ini sesuatu yang merupakan bagian nyata dari hidup saya yang saya tinggalkan untuk anak-anak saya. Saya memiliki kehidupan yang cukup bagus, jadi saya senang membicarakannya.”

Kisah hidup yang menggembirakan itu dilestarikan untuk generasi berikutnya (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Menulis dengan Tangan Tingkatkan Daya Ingat Cegah Pikun
Rajin menulis menggunakan tangan meningkatkan daya ingat sehingga terhindar dari penyakit pikun.
0
Sukarelawan Australia Bantu Pasien Pertahankan Ingatan
Sekelompok sukarelawan di Australian Capital Territory (ACT) membantu kisah hidup pasien lanjut usia dapat disampaikan kepada generasi mendatang