UNTUK INDONESIA
Sosrokartono, Guru Bung Karno Ini Kuasai 36 Bahasa
Dunia mengenali kejeniusannya hingga menjulukinya 'Si Jenius dari Timur'. Sejenius apa Sosrokartono?
Raden Mas Panji Sosrokartono lahir di Pelemkerep, Mayong, Jepara 10 April 1877, wafat di Bandung 8 Februari 1952 pada umur 74 tahun, dimakamkan di Kudus. (Foto: Istimewa)

Kudus, (Tagar 11/11/2018) - Sekelompok pelajar santri mengelilingi makam Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono di kompleks pemakaman Sedo Mukti, Kudus. Mereka membaca tahlil dan kalimat thayyibah, melangitkan doa-doa. 

RMP Sosrokartono seorang cendekiawan Indonesia. Ia kakak kandung Raden Ajeng Kartini, pahlawan perempuan yang tampaknya lebih terkenal dari dirinya. Ia juga guru presiden pertama RI Bung Karno. Ia menguasai 36 bahasa. Kejeniusannya dikenal dunia hingga ia dijuluki 'Si Jenius dari Timur'. 

Sosrokartono lahir di Pelemkerep, Mayong, Jepara, 10 April 1877, wafat di Bandung, 8 Februari 1952 pada umur 74 tahun).

Sedangkan kelompok pelajar yang mengelilinginya dengan doa-doa itu adalah pelajar Madrasah Aliyah Nadhlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus.

Mereka menziarahi makam RMP Sosrokartono pada momen Hari Pahlawan.

"Ini sebagai bentuk penghormatan para santri TBS terhadap kiprah intelektual dan perjuangan RMP Sosrokartono," ujar pimpinan rombongan TBS Kudus, M Ulin Nuha, Kamis sore (8/11) melalui keterangan tertulis diterima Tagar News.

"RMP Sosrokartono adalah tokoh besar yang mesti menjadi teladan generasi sekarang. Selain itu, RMP Sosrokartono merupakan kakak dari RA Kartini," lanjut Ulin.

Sunarto, juru kunci makam RMP Sosrokartono mengutarakan, kakak kandung RA Kartini itu adalah tokoh yang penuh keteladanan. "Eyang Sosrokartono itu tokoh yang mengajarkan agar seseorang dalam tindakannya itu sesuai dengan apa yang diucapkan dan lakukan," katanya.

Ia juga menjelaskan, Sosrokartono adalah salah satu tokoh yang cinta akan ilmu, yang dibuktikan dengan diraihnya gelar kesarjanaan (Drs.) diperoleh dari Leiden Belanda, pada masa perjuangan dulu.

"’Eyang Sosrokartono juga ahli bahasa. Beliau menguasai 36 bahasa, terdiri atas 26 bahasa internasional dan 10 bahasa lokal. Namun beliau itu orang yang selalu bersikap santun dan tidak mau dilebih-lebihkan," tutur Sunarto pada santri TBS di kompleks makam Sedo Mukti, di mana RMP Sosrokartono dikebumikan.

Dalam kesempatan yang sama, KH Nur Khamim mewakili Kepala TBS mengatakan, "Para pejuang dalam usahanya merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sangatlah berat. Alhamdulillah, berkat ridlo dan fadlal dari Allah SWT, berbekal bambu runcing sebagai senjata, Indonesia mampu merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI dalam melawan penjajah yang memiliki peralatan perang yang sudah modern," tuturnya.

Maka pada momentum Hari Pahlawan ini, KH Nur Khamim mengajak semua santri TBS dan masyarakat secara umum, mendoakan arwah para pahlawan yang berjuang dalam merebut, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. 

"Semoga para pahlawan bangsa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujarnya.

Pelajar KudusPelajar Madrasah Aliyah Nadhlatul Ulama Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus berdoa untuk RMP Sosrokartono, Kamis sore (8/11/2018). (Foto: TBS Kudus)

Sejenius Apa Sosrokartono?

Ternyata Sosrokartono lah yang menginspirasi RA Kartini hingga menjadi tokoh emansipasi wanita. 

Sosrokartono dilansir Wikipedia Indonesia sejak kecil telah menunjukkan kepandaian. Setelah tamat dari Europesche Lagere School di Jepara, ia meneruskan pendidikannya ke HBS di Semarang.

Selanjutnya pada tahun 1898, Sosrokartono meneruskan sekolahnya ke negeri Belanda dengan masuk di Sekolah Teknik Tinggi Leiden. Namun demikian, karena merasa tidak cocok, ia pun pindah ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur sehingga lulus dengan menggenggam gelar Doctorandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden. 

Ia merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke negeri Belanda.

Dunia mengenal kejeniusannya, hingga ia dijuluki 'Si Jenius dari Timur' dan 'De Javanese Prins' atau 'Pangeran dari Tanah Jawa'.

Berikut ini beberapa profesi Sosrokartono yang mencerminkan kejeniusannya:

Wartawan Perang Dunia I

Wartawan Perang Dunia I, dari harian The New York Herald Tribune di kota Wina, Austria, sejak 1917. Dalam buku Memoirs tulisan Muhammad Hatta, dituliskan bahwa Sosrokartono memperoleh gaji sebesar USD 1250. Bahkan guna memudahkan pergerakannya selama Perang Dunia I, ia diberi pangkat Mayor oleh Panglima Perang Amerika Serikat. 

Prestasinya yang lain, Sosrokartono adalah seorang wartawan pertama di Indonesia yang bisa memotret kawah Gunung Kawi dari atas udara, tanpa menggunakan pesawat terbang. 

Dalam Sejarah Dunia, Perundingan Perdamaian Perang Dunia ke I yang resmi berlangsung di kota Versailles (Perancis). Ketika banyak wartawan mencium adanya 'perundingan perdamaian rahasia' masih sibuk mencari informasi, koran Amerika The New York Herald Tribune ternyata telah berhasil memuat hasil perundingan perdamaian rahasia di hutan Champaigne, Perancis Selatan yang menggemparkan Amerika dan Eropa. 

Penulisnya 'anonim', hanya menggunakan kode pengenal 'Bintang Tiga'. Kode tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia ke I dikenal sebagai kode dari wartawan perang RMP Sosrokartono. 

Dalam Memoir tulisan Muhammad Hatta ditulis bahwa RMP Sosrokartono yang menguasai Bahasa Basque, menjadi penerjemah pasukan Sekutu kala melewati daerah suku Basque menjelang akhir Perang Dunia I, diadakan perundingan perdamaian rahasia antara pihak yang bertikai. 

Suku Basque adalah salah satu suku yang hidup di Spanyol. Pihak-pihak yang berunding naik kereta api dan berhenti di hutan Compaigne di Perancis Selatan. Di dalam kereta api, pihak yang bertikai melakukan perundingan perdamaian rahasia. 

Di sekitar tempat perundingan telah dijaga ketat oleh tentara dan tidak sembarangan orang apalagi wartawan boleh mendekati tempat perundingan dalam radius 1 km. Semua hasil perundingan perdamaian rahasia tidak boleh disiarkan, dikenakan embargo sampai perundingan yang resmi berlangsung.

Penerjemah Liga Bangsa-Bangsa

Sosrokartono juga adalah penerjemah di Wina, Austria, dengan menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa daerah di Nusantara. 

Tahun 1919 didirikan Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) atas prakarsa Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson. Dari tahun 1919 sampai 1921, Sosrokartono menjadi anak Bumiputra yang mampu menjabat sebagai Kepala penerjemah untuk semua bahasa yang digunakan di Liga Bangsa-Bangsa. 

Bahkan ia berhasil mengalahkan para poliglot (ahli bahasa) dari Eropa dan Amerika sehingga meraih jabatan tersebut. 

Liga Bangsa-Bangsa kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Organization) pada tahun 1921.

Dokter Air Putih

Sosrokartono juga adalah seorang dokter. Ia dikenal Belanda sebagai Dokter Air Putih, karena dapat mengobati penyakit hanya dengan menggunakan media air putih. 

Dikisahkan bahwa Sosrokartono mendengar berita tentang sakitnya seorang anak berumur lebih kurang 12 tahun. Anak itu adalah anak dari kenalannya yang menderita sakit keras, yang tak kunjung sembuh meski sudah diobati oleh beberapa dokter. 

Dengan dorongan hati yang penuh dengan cinta kasih dan hasrat yang besar untuk meringankan penderitaan orang lain, saat itu juga ia menjenguk anak kenalannya yang sakit parah itu. 

Sesampainya di sana, ia langsung meletakkan tangannya di atas dahi anak itu dan terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba si bocah yang sakit itu membaik dalam hitungan detik, dan hari itu juga ia pun sembuh. 

Kejadian itu membuat orang-orang yang tengah hadir di sana terheran-heran, termasuk juga dokter-dokter yang telah gagal menyembuhkan penyakit anak itu. 

Setelah itu, ada seorang ahli Psychiatrie dan Hypnose yang menjelaskan bahwa sebenarnya Drs RMP Sosrokartono mempunyai daya persoonalijke magneetisme yang besar sekali yang tak disadari olehnya. 

Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya Sosrokartono merenungkan dirinya dan memutuskan menghentikan pekerjaannya di Jenewa dan pergi ke Paris untuk belajar Psychometrie dan Psychotecniek di sebuah perguruan tinggi di kota itu. 

Akan tetapi, karena ia adalah lulusan Bahasa dan Sastra, maka di sana ia hanya diterima sebagai toehoorder saja, sebab di Perguruan Tinggi tersebut secara khusus hanya disediakan untuk mahasiswa-mahasiswa lulusan medisch dokter.

Wisdom Sosrokartono

Literatur menunjukkan Sosrokartono kaya wisdom (kebijaksanaan). Seperti berikut ini prinsip hidupnya yang kemudian dipahatkan di nisannya:

Sugih tanpa banda, Digdaya tanpa aji,

Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake,

Trimah miwah pasrah, suwung pamrih,

Tebih ajrih langgeng tan ono susah,

Tan ono bungah*)

Anteng manteng, sugeng Jeneng,

Durung menang yen durung wani kalah,

Durung tunggul yen durung wani asor,

Durung gede yen durung wani cilik.

Artinya:

Kaya tanpa harta, Sakti tanpa ajimat,

Menyerbu tanpa pasukan, Menang tanpa merendahkan,

Menerima dengan pasrah, Sepi dari rasa pamrih,

Jauh dari rasa takut, Selamanya tiada perasaan susah,

Tiada perasaan gembira*)

Tenang dalam menghadapi sesuatu,

Belum menang bila belum berani menghadapi kalah,

Belum unggul bila belum berani rendah,

Belum menjadi besar bila belum berani menjadi kecil. []

Berita terkait
0
Bantu Jokowi di Kabinet, Ini Jejak Tito di Banten
Tito Karnavian dulunya pernah memimpin Polres Serang, Banten. Dia menjabat selama tujuh bulan.