UNTUK INDONESIA
Singkirkan Man Utd, Sevilla ke Final Liga Europa
Sevilla sukses menyingkirkan Manchester United di semifinal Liga Europa. Di final, Sevilla menghadapi Inter Milan atau Shakhtar Donetsk.
Sevilla menyingkirkan Manchester United di semifinal Liga Europa setelah menang 2-1 dalam duel di Stadion , Koln, Senin, 17 Agustus 2020 dini hari WIB. Di final, Sevilla menghadapi Inter Milan atau Shakhtar Donetsk. Tampak pemain Sevilla merayakan kemenangan atas Man Utd. (Foto: Twitter/@EuropaLeague)

Jakarta - Manchester United kembali gagal. Unggul lebih dulu, Man Utd justru menelan kekalahan 2-1 dari Sevilla di semifinal Liga Europa di Stadion RheinEnergie, Koln, Senin, 17 Agustus 2020 dini hari WIB. Kemenangan atas Man Utd membawa Sevilla ke final untuk menghadapi Inter Milan atau Shakhtar Donestk. 

Hasil mengecewakan kembali dipetik Man Utd. Tim kembali gagal meraih trofi musim ini. Manajer Ole Gunnar Solskjaer pun memperpanjang catatan buruk karena hanya sebatas membawa Man Utd  ke semifinal. Mulai dari Piala Liga, Piala FA dan terakhir Liga Europa

Beruntung, The Red Devils mengakhiri kompetisi Liga Premier Inggris dengan menduduki peringkat 3. Dengan demikian, mereka masih bisa berkompetisi di Liga Champions musim depan. 

Man Utd merupakan tim besar yang memainkan sepak bola bagus. Tetapi di laga ini, kiper kami tampil gemilang. Pada akhirnya kami pantas ke final

Dengan kegagalan Man Utd, berarti tidak ada lagi wakil Inggris di final kompetisi Eropa. Sebelumnya, Manchester City juga gagal di perempat final Liga Champions. 

Kontras dengan pencapaian tim-tim Liga Premier musim lalu yang begitu mendominasi. Liverpool tampil sebagai jawara setelah mengalahkan klub London Utara, Tottenham Hotspur di final Liga Champions. 

Sedangkan di Liga Europa tercipta final sesama tim London, Chelsea dan Arsenal. Hanya Arsenal yang berasal dari London Utara dipaksa menyerah oleh The Blues di final tersebut. 

Kegagalan di Liga Europa memperpanjang catatan Man Utd yang mengakhiri musim tanpa meraih titel. Hal yang jarang ditemukan saat tim masih ditangani Sir Alex Ferguson. 

Sebaliknya, Sevilla berhasil melangkah ke final untuk ke-6 kalinya. Dan, ini untuk ke-4 kalinya tim La Liga Spanyol ini lolos ke final selama 7 musim terakhir. Dari 5 final sebelumnya, Sevilla selalu berhasil menjadi juara. 

Kini, mereka membidik trofi ke-6 saat bertemu Inter atau Shakhtar di final. Inter menghadapi rivalnya pada Selasa, 18 Agustus 2020 dini hari WIB. 

Pelatih Sevilla Julen Lopetegui mengakui tak mudah mengalahkan Man Utd merupakan tim unggulan. Namun kemenangan ini menunjukkan bila Sevilla pantas ke final. Mereka juga tak terkalahkan setiap kali bertemu Man Utd di kompetisi Eropa. 

"Ini pertandingan yang berat. Tim memang menunjukkan performa bagus. Namun kami mengalami kesulitan saat menghadapi Man Utd," kata Lopetegui seperti dikutip laman UEFA. 

"Man Utd merupakan tim besar yang memainkan sepak bola bagus. Tetapi di laga ini, kiper kami tampil gemilang. Pada akhirnya kami pantas ke final," ucap eks pelatih Real Madrid ini. 

Sevilla akan menunggu pemenang pertandingan antara Inter Milan melawan Shahktar Donetsk pada final yang berlangsung Jumat (21/8) mendatang.

Solskjaer Geser Romero dan Turunkan De Gea

Di laga itu, Solskjaer melakukan perubahan di saat-saat terakhir. Kiper Sergio Romero yang selama ini menjadi pilihan pertama di kompetisi Liga Europa justru tak lagi dimainkan. 

Solskjaer kembali menurunkan kiper David de Gea yang menjelang akhir kompetisi justru lebih sering melakukan blunder. Termasuk di semifinal Piala FA sehingga Chelsea bisa membantai Man Utd 3-1 di Old Trafford. 

Gol SevillaPemain Sevilla Luuk de Jong (tengah) saat mencetak gol yang menentukan kemenangan 2-1 atas Manchester United di semifinal Liga Europa di Stadion RheinEnergie, Koln, Senin, 17 Agustus 2020 dini hari WIB. Sevilla pun melangkah ke final untuk menghadapi Inter Milan atau Shakhtar Donetsk. (Foto: Twitter/@EuropaLeague)

Perubahan itu secara tidak langsung menunjukkan bila Romero kurang dipercaya saat tim memasuki laga krusial. Meski membuat perubahan yang mengejutkan, Man Utd sempat menggebrak di menit-menit awal pertandingan. 

Serangan yang dibangun Marcus Rashford dan Mason Greenwood sempat menerbitkan harapan bila mereka mampu memenangkan laga. Hanya serangan itu memang gagal membuahkan gol. Begitu pula umpan dari striker Anthony Martial masih gagal dituntaskan oleh Rashford, karena tendangannya bisa ditahan kiper Yassine Bounou.

Man Utd pun kian optimistis di laga tersebut setelah mendapat hadiah penalti menyusul dijatuhkannya Rashford oleh Diego Carlos di menit 9. Gelandang Bruno Fernandes memperlihatkan ciri khas dengan melompat sebelum menuntaskan eksekusi penalti. 

Gol cepat itu memang membuat Man Utd lebih agresif menekan lawan. Namun Sevilla mampu bangkit untuk keluar dari tekanan. Bahkan mereka berbalik unggul dalam penguasaan bola. 

Sevilla mulai mencari peluang untuk menyamakan kedudukan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil saat Suso menaklukkan De Gea di menit 26. 

Gol berawal dari pergerakan bek Sergio Reguilon yang melakukan penetrasi sebelum memberikan bola kepada Suso. Mantan striker AC Milan ini pun mampu mengonversi peluang itu menjadi gol. 

Dalam kedudukan 1-1, Man Utd kembali bermain menyerang untuk membalikkan keadaan. Tercatat mereka membuat beberapa peluang. Kuartet depan juara Liga Champions 3 kali ini memang memberi ancaman bagi pertahanan Sevilla. 

Setelah Martial gagal membobol gawang lawan, selanjutnya Rashford yang mengancam lewat tendangan bebas. Terakhir, tendangan voli Fernandes masih melambung. Serangan yang selalu gagal menjadikan sampai 45 menit babak pertama, skor tetap 1-1. 

Sevilla vs MUKiper Sevilla Yassine Bounou (kanan) saat menggagalkan upaya striker Manchester United Anthony Martial mencetak gol di pertandingan semifinal Liga Europa di Stadion RheinEnergie, Koln, Senin, 17 Agustus 2020 dini hari WIB. Penampilan gemilang Bounou membawa Sevilla menang 2-1 dan lolos ke final. (Foto: standard.co.uk)

Memasuki babak ke-2, Man Utd tak menurunkan tempo permainan. Namun 3 peluang yang diperoleh lewat serangan itu tak membuahkan hasil. Penampilan gemilang kiper Bounou membuat Man Utd kesulitan menambah gol. 

Sebaliknya, Sevilla lebih sabar menghadapi permainan cepat yang mengandalkan serangan balik Man Utd. Kesabaran mereka ternyata memberi hasil positif. 

Hasilnya, striker Luuk de Jong sukses membalikkan keadaan di menit 78. Pemain pengganti asal Belanda ini memanfaatkan umpan silang Jesus Navas untuk membobol gawang Man Utd. 

Unggul 2-1, giliran Sevilla yang kian percaya diri. Mereka pun selalu berhasil membendung serangan Man Utd. Meski beberapa peluang Paul Pogba dkk tercipta, namun Sevilla selalu bisa meredamnya.

Sampai akhir pertandingan, skor tetap 2-1 untuk Sevilla. Mereka pun mencatat rekor tak terkalahkan di Liga Europa musim ini. []

Berita terkait
Sevilla Vs Man Utd, Romero dan Lindelof Jadi Starter
Kiper Sergio Romero jadi pilihan pertama Manchester United saat melawan Sevilla di semifinal Liga Europa. Man Utd juga diunggulkan di laga itu.
Menang di Menit Terakhir, Sevilla Tantang Man Utd
Sevilla melangkah ke semifinal Liga Europa untuk menghadapi Manchster United. Di perempat final, Sevilla mengalahkan Wolverhampton Wanderers.
Penalti Fernandes Loloskan Man Utd ke Semifinal
Manchester United bekerja keras melaju ke semifinal Liga Europa. Kemenangan atas Copenhagen di perempat final ditentukan penalti Bruno Fernandes.
0
Gus Menteri Ajak Santri Perkokoh Tradisi Pesantren
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meminta seluruh santri memegang kokoh tradisi pesantren. Sebab, ini adalah budaya yang hanya ada di Indonesia.