Siapkan Rp 2,5 Triliun, AirNav Bangun 283 Titik Infrastruktur Navigasi Penerbangan

AirNav genjot kapasitas dan konektivitas navigasi penerbangan.
Petugas menara ATC AirNav Semarang memandu pesawat yang landing di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang, (Tagar 19/1/2019) - Peningkatan kapasitas dan konektivitas menjadi fokus kerja AirNav Indonesia di tahun 2019 ini. Menunjang hal itu, AirNav menyiapkan Rp 2,5 triliun guna membangun infrastruktur navigasi penerbangan di 283 titik layanan di seluruh Indonesia.

"Dan akan kami tambah terus karena kita tahu pemerintah saat ini sangat konsen kepada pembangunan infrastruktur. Otomatis kalau bandaranya nambah, traffic-nya nambah maka kami juga harus nambah. Nambah kapasitas, nambah orang, nambah semuanya," beber Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, kepada Tagar News di Kantor AirNav Indonesia Cabang Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/1).

Novie menjelaskan peningkatan kapasitas pelayanan AirNav menjadi hal yang tak terelakkan di tengah geliat pembangunan era pemerintahan Jokowi. Ketika pemerintah berupaya menambah bandara maupun kualitas pelayanannya maka piranti navigasi juga harus melakukan penyesuaian.

Terlebih, traffic penerbangan di Tanah Air terus tumbuh positif dari tahun ke tahun. Banyak maskapai asing maupun domestik yang melakukan perluasan rute, khususnya ke wilayah yang punya destinasi wisata unggulan.

"Contohnya, di Jakarta. AP (Angkasa Pura) II membangun east cross taxi way, otomatis kami di situ juga menyesuaikan. Kami membeli peralatan, sensor kami tambah. ATC (air traffic control) kami juga membutuhkan simulator, kami buatkan simulator yang canggih untuk Jakarta, tempat lain juga kami buatkan," beber dia.

Sedangkan upaya peningkatan konektivitas bakal lebih banyak dilakukan di wilayah terpencil dan terluar Indonesia. Salah satunya di Papua, di mana AirNav punya target untuk perbaiki konektivitas di 109 titik.  

"Ini secara bertahap kami lakukan, kami melakukan training kepada personel ATC, kami menambah sensor berupa radar dan sebagainya. Kami juga kerjasama Telkom untuk perbaiki jaringan telekomunikasi di daerah terpencil," jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut, Novie menerima hasil penilaian kinerja AirNav dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) terkait pelayanan navigasi penerbangan. Hasil survei INACA sepanjang 2018 memposisikan AirNav di nilai SQI 4,31 dengan interpretasi excellent.

"Meningkat dibandingkan nilai tahun 2017 lalu dimana AirNav mendapatkan nilai SQI 4,07," ujar Novie.

Sekjen INACA Tengku Burhanudin menyatakan AirNav Indonesia saat ini sudah terbuka untuk diberikan masukan oleh para pengguna jasa. Tentunya akan menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan Indonesia yang optimal.

"Diharapkan survei ini bisa terus dilanjutkan agar bisa menjadi koreksi untuk peningkatan pelayanan navigasi yang maksimal," ujar Tengku.

Di tahun 2018, AirNav dan INACA telah melakukan survei dan observasi di sepuluh lokasi, yaitu Kantor Cabang Jakarta Air Traffic Services Canter (JATSC), Makassar Air traffic Services Center (MATSC), Balikpapan, Batam (Tanjung Pinang), Bandung, Denpasar, Medan, Sentani, Surabaya dan Ternate.

Berita terkait
0
DPR Minta Pemerintah Tetap Sediakan Slot Jalur PNS Bagi Guru
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah untuk tetap menyediakan slot jalur pegawai negeri sipil untuk para guru di Indonesia.