UNTUK INDONESIA
Seorang Perajin Senapan di Nagreg Ditangkap Polisi
Seorang warga Nagreg, Kabupaten Bandung, Jabar, ditangkap polisi karena memiliki tiga senjata laras panjang ilegal dan ratusan amunisi
Kombes Pol CH Patopoy (kedua dari kanan pakai baju putih) dan Kombes Pol Saptono Erlangga dimapolda Jabar (sebelah kiri baju coklat). (Foto: Tagar/Erian Sandri)

Bandung - Polda Jabar melalui Ditreskrimum mengungkapkan ada kepemilikan senjata api ilegal oleh seorang warga Nagreg, Kabupaten Bandung, Jabar, berinisial AS.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga, menjelaskan pengungkapan kasus kepemilikan senjata api ilegal ini. "Seorang warga inisial AS diamankan, karena diduga menyimpan, membuat dan memiliki senjata api ilegal," katanya di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, 22 Juli 2020.

Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol CH Patopoy, menjelaskan bahwa dasar pengungkapan ini atas laporan warga sekitar yang resah karena pelaku membuat senjata api. "AS ini membuat senjata dikediamannya dikawasan kampung pamucatan, kecamatan Nagreg kabupaten Bandung. Dalam pengungkapan ini berhasil diamankan juga ratusan amunisi senjata Laras panjang," ujar Kombes Patopoy.

Dari pengakuan AS, polisi mendapatkan informasi bahwa AS pernah menjadi perajin senapan angin.AS mengaku bahwa dirinya sudh mulai membuat senapan sejak tahun 1998. "Infonya perajin senapan, dan sudah membuat senapan sejak tahun 1998. Kami terus dalami," jelasnya.

Terkait ratusan amunisi kaliber 5,56 yang turut disita dari kediaman AS, Direskrimum menjelaskan masih harus melakukan uji balistik ke Labfor. "Kalau dilihat dari bentuk memang sepeti amunisi organik, tapi kita masih dalami dengan melibat Labfor,"ujarnya.

Untuk tiga senjata laras panjang yang diamankan saat ini, pengakuan AS digunakan untuk memburu babi hutan.Meski demikian, pihak kepolisian menduga bahwa AS sudah pernah melakukan transaksi jual beli senjata tersebut, namun hal itu masih didalami oleh pihak kepolisian. "Pengakuannya untuk memburu babi hutan, saya masih mendalami pengakuan AS ini,terus kita dalami soal itu ya (penjualan senpi)," katanya.

Dari pengungkapan senjata api ilegal, berhasil diamankan 28 barang bukti. Diantaranya satu pucuk senpi Laras panjang kaliber 5,56, jenis tj4, satu pucuk jenis tj5, satu pucuk senpi belum jadi, 29 kaliber 3,03, 46 kaliber 7,62, 62 kaliber 7,62, 52 kaliber 5,56, 28 kaliber 5,56, 21 butir peluru D3/PSD, lima butir kaliber 9, 16 kaliber 9, 14 kaliber 3,8, 15 kaliber 8,4, 22 buah magazen, satu penjepit, satu buah obeng min, satu buah tang, dua buah kikir, satu buah sigma, satu buah penggaris, dua buah palu, dua buah penggaris waterpas, satu buah camber, lima buah Laras,dua peredam, satu gergaji besi, dan satu popor kayu.

Tersangka AS dijerat pasal 1 ayat (1) UU darurat RI no 12 tahun 1951.Dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara. []

Berita terkait
Pindad Bina UMKM Perajin Senapan Angin Cipacing
PT Pindad Bandung dukung pemberdayaan UMKM dengan pinjaman modal kerja perajin senapan angin di Kabupaten Sumedang dan Bandung, Jawa Barat
0
Antusiasme Jokowi Resmikan Jembatan Ikonik Teluk Kendari
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Jembatan Teluk Kendari yang pengerjaannya sejak 2015 lalu. Ini menjadi ikonik sekaligus bermanfaat.