UNTUK INDONESIA
Sentuh Kearifan Lokal, Kaum Muda Kota Magelang Visualisasikan Penyaliban Yesus Bernuansa Jawa
Sentuh kearifan lokal, kaum muda Kota Magelang visualisasikan penyaliban Yesus bernuansa Jawa. Pesan yang hendak diteladani menyangkut Bunda Maria yang taat.
PROSESI JALAN SALIB DI AMBARAWA: Sejumlah umat Kristiani melakukan visualisasi prosesi Jalan Salib di Kompleks Gua Maria Kerep, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/3). Prosesi yang diikuti ribuan umat Kristiani tersebut mengisahkan derita Yesus saat penyaliban di Bukit Golgota. (Foto: Ant/Aditya Pradana Putra)

Magelang, (Tagar 30/3/2018) – Mengangkat tema "Karsa Dalem Kalampahana (Terjadilah kehendak-Mu)", kaum muda Katolik Gereja Paroki Santo Ignatius Kota Magelang, Jawa Tengah, menggelar visualisasi penyaliban Yesus Kristus dalam kemasan budaya Jawa, Jumat (30/3).

Para pelaku drama penyaliban Yesus sebagai peringatan Jumat Agung (wafat Yesus di salib) mengenakan pakaian adat Jawa, seperti pemeran Yesus berbaju lurik dan penutup kepala berupa iket, Bunda Maria mengenakan jarit, kebaya warna putih, dan berkerudung, Pilatus berkostum kebesaran seorang raja, para imam agung berpakaian ala priyayi Jawa, sedangkan para prajurit lainnya mengenakan seragam pasukan bergada.

[caption id="attachment_52409" align="aligncenter" width="712"] PROSESI JALAN SALIB DI AMBARAWA: Sejumlah umat Kristiani melakukan visualisasi prosesi Jalan Salib di Kompleks Gua Maria Kerep, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/3). Prosesi yang diikuti ribuan umat Kristiani tersebut mengisahkan derita Yesus saat penyaliban di Bukit Golgota. (Foto: Ant/Aditya Pradana Putra)[/caption]

Ratusan umat mengikuti drama di seluruh ruang terbuka kompleks Gereja Paroki Santo Ignatius di pusat Kota Magelang itu, yang juga disaksikan Vikep Kedu Romo Krisno Handoyo dan imam gereja paroki setempat Romo Yunarvian Dwi Putranto, serta para pemuka umat setempat.

Mereka yang memainkan visualisasi penyaliban Yesus itu berjumlah sekitar 45 orang, terutama mereka yang tergabung dalam peguyuban Orang Muda Katolik, Pendampingan Iman Remaja Gereja Santo Ignatius Kota Magelang, dan pelajar SMA Kristen Indonesia Kota Magelang.

"Peristiwa ini mengingatkan umat betapa besar cinta kasih Allah kepada manusia. Harapannya, kita semua taat dan setia mendengarkan kehendak Allah," kata Romo Yunarvian yang akrab disapa Romo Yuyun itu dalam bahasa Jawa saat membuka pergelaran itu.

Drama yang dinarasikan oleh pemain dengan menggunakan bahasa Jawa itu meliputi sejumlah babak, antara lain peristiwa Yesus bersama sejumlah murid di Taman Getsemani, Yesus dihadapkan kepada para imam agung, pengadilan Yesus dipimpin Pilatus.

Selain itu, jalan penyaliban Yesus hingga Bukit Golgota yang berlangsung di halaman gereja setempat, Maria dengan ketaatannya meratapi kematian Yesus, dan pemakaman Yesus yang ditandai umat melayat jenazah Yesus yang disemayamkan di teras kantor paroki setempat.

Ketua OMK Gereja Paroki Santo Ignatius Kota Magelang yang juga pengarah visualisasi jalan salib tersebut, Valentino Oktalibra, menjelaskan tentang keunikan acara itu, terutama pelaku yang dari kalangan anak muda namun dalam kemasan budaya Jawa.

Ia menyebut berbagai persiapan visualisasi jalan salib dengan tema "Karsa Dalem Kalampahana" itu sejak sekitar 1,5 bulan lalu.

Pesan sentral yang hendak diteladani dalam visualisasi tersebut, ujarnya, menyangkut sosok Bunda Maria yang kuat dan taat kepada kehendak Allah.

"Ia melihat anak-Nya (Yesus, red) disalib, disiksa, tetapi tetap kuat, tidak memusuhi mereka, tidak memusuhi para tentara, tidak marah kepada Tuhan. Tetapi menerima kehendak Tuhan," ujarnya.

Ia menyebut drama jalan salib bernuansa budaya Jawa itu juga untuk menumbuhkan kecintaan kalangan muda terhadap kearifan lokal.

"Ini jalan salib dalam budaya Jawa, selain menumbuhkan kecintaan orang-orang muda terhadap budaya sendiri dan juga bisa dinikmati oleh para umat dan mereka yang usia tua," ujarnya. (ant/yps)

Berita terkait
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.