Oleh: Denny Siregar*
Ini bisa jadi tahun terburuk bagi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS.
Ramai-ramai pengurus intinya di daerah mundur dari partai karena dianggap PKS sekarang sudah tidak sejalan lagi dengan komitmen awal. Kemarin puluhan orang struktural PKS yang sudah bertahun-tahun membangun partai ini di Binjai, mencopot baju mereka. Mereka mundur sambil menangis.
Sebelumnya, puluhan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah DPW PKS Bali juga mundur berjamaah, diikuti pengurus-pengurus DPDnya. Alasan mereka sama. Dewan Pusat PKS sudah tidak sejalan dengan mereka karena dengan seenaknya mengganti dan merombak struktur kepengurusan yang sudah dibuat mereka.
Ada yang menyebutkan, bahwa DPP PKS pimpinan Sohibul Iman sedang bersih-bersih anggota PKS pengikut Anis Matta, meski anggapan ini ditolak oleh pimpinan pusat. Tapi apa pun alasannya, ini situasi berbahaya bagi PKS sejatinya.
Baca juga: PKS, Konflik Internal dan Peluang Gagal ke Senayan
Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan bahwa PKS terancam tidak lolos parliamentary threshold yang harus didapatkan setiap partai minimal 4 persen. PKS sendiri dari hasil survei sementara hanya mendapat 3,7 persen. Sedangkan adik tirinya PAN lebih parah lagi, hanya 2,3 persen.
Dan hasil survei LIPI ini dikuatkan juga oleh LSI Denny JA. PKS terancam gurem di 2019 dan tidak punya kekuatan apa pun di parlemen pusat karena tidak punya kursi. Dalam artian, "Selamat tinggal PKS, sampai jumpa lagi".
Jika PKS hilang dari peredaran, tentu kita semua sedih. PKS biar bagaimanapun mewarnai dunia politik kita. Banyak hiburan yang kita dapatkan dari partai suci ini. Semisal korupsi sapi oleh ketua umumnya dahulu, maupun timeline porno di Twitter yang jadi langganan salah seorang mantan Menterinya.
Mungkin memang PKS sudah saatnya tidak menjadi partai politik lagi, tapi fokus pada bagaimana mengawini banyak wanita sesuai sunnah Nabi seperti yang mereka yakini.
PKS bisa membuat seminar-seminar "Bagaimana cara kawin lagi tapi tidak dimarahi istri" atau "tips-tips minta izin kawin lagi" yang pasti akan diminati banyak pendukungnya yang lelaki.
Jadi singkatan PKS pun akan berubah menjadi Perkumpulan Senang Sekali dengan berbagai tips dan trik membangun surga duniawi.
Setuju kan? Kalau setuju, mari seruput kopinya....
*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi