UNTUK INDONESIA
Sekda DKI Jakarta Kasihan ke Bosnya, Anies Baswedan
Sekda DKI Saefullah merasa kasihan kepada atasannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara)

Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah merasa kasihan kepada bosnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal itu diungkapkan menyusul bosnya itu kecolongan lagi terkait administrasi kawasan Monumen Nasional (Monas).

"Ya makanya kasihan Pak Gubernur, capek," kata Sekda DKI di Balai Kota, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.

Kali ini gubernur luput mengawasi materi surat yang dia tandatangani pada Senin, 20 Januari 2020 untuk ditujukan kepada Sekretariat Negara. Surat itu menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah mendapatkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk menggunakan kawasan Monas sebagai arena balap Formula E.

Kami tidak melakukan (rekomendasi Formula E) itu.

Namun Tim Ahli membatantah isi surat itu. Ketua Tim Ahli Mundardjito bahkan menyatakan keberatan dengan penggunan monas sebagai arena balap kendaraan listrik.

"Kami tidak melakukan (rekomendasi Formula E) itu," kata Mundardjito kepada Tagar, Kamis, 13 Februari 2020.

Dia mengatakan Monas sebagai kawasan cagar budaya memiliki nilai sejarah. Sebab itu perlindungan terhadap nilai-nilai historis di Jakarta, seharusnya dijaga betul.

"Ada yang penting di situ, dulu Bung Karno kembali dari Yogyakarta pada 19 September 1945, dan di situ ada rapat. Karena itu kawasan Monas menjadi penting," ujarnya.

Sebelumnya, Anies juga kecolongan dengan izin revitalisasi Monas. Anies memulai merevitalisasi Monas hingga menebang 191 pohon tanpa meminta persetujuan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Padahal dalam Keppres Nomor 25 Tahun 1995, revitalisasi semestinya harus mendapatkan izin dari Mensesneg sebagai Ketua Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka. Proyek ini pun disorot publik hingga akhirnya dihentikan per 29 Januari 2020 walau diizinkan kembali seminggu kemudian.

Kecolongan administrasi kali ini, kata Sekda, disebabkan kesalahan ketik. Tapi dia mengaku tak mengerti institusi sekelas Pemprov DKI ceroboh dalam membuat surat rekomendasi.

"Tanya Pak Mawardi (Kepala Biro Kerjasama Daerah DKI), harusnya kalau ada kekeliruan naskah, salah input yang mengetik kali ya, diperbaiki saja," ujar eks Wali Kota Jakarta Pusat ini.

Saefullah juga pasang badan membela atasannya, Anies. Dia menegaskan, Anies sebagai gubernur tidak mungkin sengaja memanipulasi surat rekomendasi itu demi memuluskan agenda Formula E.

"Enggak ada (manipulasi). Kesalahan itu kan siapa saja bisa salah," tutur Saefullah. []

Berita terkait
DPRD Ngebut Tentukan Wakil Anies Baswedan Bulan Ini
DPRD DKI Jakarta ngebut menentukan pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga akhir bulan ini.
PDIP-PSI Kritik Anies Baswedan Soal Dana Formula E
Politisi PDI Perjuangan dan Sekjen PSI mengkritik anggaran yang digunakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Formula E. Lebih penting banjir
Ruhut Sentil Anies Baswedan Soal Banjir Mirip Film
Politikus PDIP Ruhut Sitompul menyentil penanganan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap banjir yang mengepung Ibu Kota mirip film.
0
Es Pisang Ijo, Menu Buka Puasa Khas Makassar
Salahs atu takjil yang paling laris dan paling diburu warga Makassar saat berbuka puasa adalah es pisang ijo