UNTUK INDONESIA
Sejumlah Bahan Pokok di Aceh Tamiang Turun Harga
Sejak awal September 2020 hingga hari ini harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional kota Kualasimpang turun harga.
Cabai merah unggul di Pasar Tradisional Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Aceh. (Foto: Tagar/Syamsurizal)

Aceh Tamiang - Sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh memasuki musim rendeng tahun ini masih belum menunjukan kenaikan atau penurunan harga yang begitu signifikan.

Salah distributor di pasar tradisional kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Ahmad Dahlawi, 30 tahun, mengatakan, terdapat sejumlah harga kebutuhan pokok  mengalami penurunan harga hingga sejak awal September 2020 lalu hingga hari ini.

"Hampir semua jenis bahan pokok mengalami penurunan memasuki musim penghujan tahun ini, meskipun penurunannya tidak begitu drastis," kata Awi kepada Tagar, Sabtu, 12 September 2020.

Kebutuhan pokok yang mengalami penurunan tersebut yakni, gula pasir, dan beras, kedua jenis bahan pokok itu, kata Awi, mengalami penurunan harga Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogramnya.

"Gula pasir sebelumnya Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogramnya, Turun menjadi Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogramnya. Begitu juga dengan harga beras," katanya.

Hampir semua jenis bahan pokok mengalami penurunan memasuki musim hujan tahun ini.

Untuk harga beras kualitas bawah, kata Awi, per kilo saat ini Rp 9.000 ribu, sebelumnya Rp 10.000 ribu per kilogramnya. Sementara untuk beras premium, mengalami penurunan hingga Rp 1.500 per kilogramnya.

Tidak hanya itu, Awi menyebutkan, terdapat beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan. Telur mengalami penurunan hingga Rp 5.000 per papannya. Per papan sebelumnya dibandrol dengan harga Rp 40 ribu, namun saat ini Rp 35 ribu per papan. "Dalam satu papan berisi 30 butir telur," katanya.

"Sementara, untuk segala jenis bawang harganya masih normal. Begitu juga dengan harga semua jenis cabai," katanya.

Kedua jenis bahan pokok bawang dan cabai tersebut, Awi mengaku, mengalami lonjakan harga pada saat seminggu menjelang lebaran Idul Adha, tepatnya pada bulan Juli 2020 lalu. Namun, paska lembaran Idul Adha harga kembali normal hingga sekarang.

"Saat ini, cabai merah Rp 27 ribu per kilo, sama seperti cabai kecil. Sementara bawang merah dan putih saat ini Rp 26 ribu perkilo. Sedangkan bawang bombai atau peking Rp 15 ribu per kilogramnya," katanya.

Berbeda dengan beras, gula pasir, bawang, dan cabai, Awi mengungkapkan, terjadi kenaikan harga untuk kebutuhan pokok lainnya, yakni minyak goreng. Sebelumnya harganya Rp 12 hingga Rp 13 ribu perkilogramnya. Kini naik Rp 2.000 dalam perkilogramnya.

Meskipun beberapa kebutuhan bahan pokok telah mengalami penurunan saat ini, Awi mengaku, belum melihat peningkatan yang sangat signifikan aktivitas jual beli di pasar kota Kualasimpang. Menurutnya, hal itu dipicu akibat pandemi yang tidak kunjung berakhir, yang secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Berbeda ketika sebelum wabah terjadi. Perputaran dan pertumbuhan roda perekonomian di pasar kota Kualasimpang sangat terlihat bergerak naik," [] 

Baca juga: 

Berita terkait
Raja Thailand Ultah, 51 Nelayan Aceh Dibebaskan
KBRI Indonesia di Thailand akan mengupayakan agar seluruh nelayan Aceh itu segera dipulangkan ke Tanah Air setelah mendapatkan amnesti.
Walkot Banda Aceh Minta MPG Gelar Zikir Kembali
Majelis Pengajian Gemilang (MPG) diminta kembali menggelar kegiatan zikir dan pengajian seperti selama ini dilakukan sebelum pandemi C-19.
95 Persen Pasien Positif C-19 Berstatus OTG di Aceh
Sekitar 95,2 persen pasien positif C-19 di Aceh tercatat sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).
0
KLHK: Padat Karya Penanaman Mangrove Pulihkan Perekonomian
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memperluas cakupan Kegiatan Padat Karya di 34 provinsi.