UNTUK INDONESIA

Sejarah Hari Anak Sedunia 20 November

Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November, Peringatan ini, diinisiasi oleh PBB pada tahun 1954.
Ilustrasi Hari Anak Sedunia. (Foto:Tagar/Times Vietnam)

Jakarta – Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November setiap tahunnya. Peringatan ini, diinisiasi oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1954.

A day to reimagine a better future for every child

Lalu, apa bedanya dengan Hari Anak Internasional?, Yang membedakan adalah pihak yang menginisiasi hari peringatan tersebut.

Adapun Peringatan Hari Anak Internasional, pertama kali dilakukan oleh seorang pendeta asal Massachussetts, Amerika Serikat, pada tahun 1857. Dalam merayakannya, Pendeta tersebut memberikan pelayanan khusus kepada anak-anak.

Selanjutnya untuk memudahkan, peringatan ditetapkan setiap tanggal 1 Juni setiap tahunnya. Hingga saat ini, banyak orang yang turut memperingati setiap tanggal 1 Juni sebagai Hari Anak Internasional.

Ilustrasi Anak-anakIlustrasi Anak-anak. (Foto: Tagar/Eno Suratno Wongsodimedjo)

Selain itu, perbedaan Hari Anak Sedunia dengan Hari Anak Internasional terdapat pada sejarah yang terkandung di dalamnya.

Sejarah di balik penetapan Hari Anak Sedunia oleh PBB adalah sebagai bentuk kepedulian PBB terhadap masalah yang berkaitan dengan hak-hak anak dunia. Seperti hak pendidikan, hak bermain, hak menerima kasih sayang, hak mendapatkan asupan nutrisi bergizi, dan hak lainnya.

Sedangkan Hari Anak Internasional, bertujuan mengurangi angka eksploitasi anak yang dipaksa atau harus bekerja lantaran tuntutan keadaan. Sejatinya, Hari Anak Internasional semakin mendunia saat Turki meresmikannya pada tanggal 23 April 1929.

Sementara pada Hari Anak Sedunia, Setelah menetapkan tanggal peringatan di 20 November, PBB kemudian menggelar Deklarasi Hak Anak pada tahun 1959, dan Konvensi Hak Anak pada tahun 1989. Serangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa negara-negara anggota PBB menaruh perhatian khusus pada perkembangan dan perhatian untuk anak-anak.

Hari Anak Sedunia, dibuat untuk mengubah cara orang-orang memperlakukan anak mereka untuk menjadi lebih baik lagi. Terkhusus yang berkaitan dengan kesejahteraan anak-anak. Dalam hal ini, kita harus sadar bahwa hak anak bukanlah hak spesial, melainkan hak dasar yang memang sudah seharusnya mereka terima.

Organisasi PBB yang menangani anak-anak, yakni UNICEF, setiap tahunnya merayakan peringatan Hari Anak Sedunia untuk menarik perhatian khusus mengenai hak-hak anak di dunia.

Peringatan Hari Anak Sedunia, bisa dilakukan dengan memberi mereka hadiah, mengikut sertakan anak dalam perlombaan, melakukan kegiatan menyenangkan atau diperbolehkan libur sekolah.

Ilustrasi Anak-anakIlustrasi Anak-anak. (Foto: Pixabay/ddimitrova)

UNICEF mengambil tema "A day to reimagine a better future for every child" untuk peringatan Hari Anak Sedunia pada tahun 2020. Tema ini, berarti satu hari yang dipakai untuk membayangkan atau membentuk kembali masa depan yang lebih baik untuk setiap anak. Hari Anak Sedunia juga bisa dibilang sebagai hari aksi tahunan UNICEF untuk anak-anak, oleh anak-anak.

Seperti diketahui, tahun ini pandemi covid-19 mengakibatkan krisis hak-hak anak. Pandemi berdampak langsung bagi anak-anak dan jika tidak ditangani, dapat berdampak seumur hidup.

Sehingga sudah waktunya, berkumpul bersama untuk menata kembali jenis dunia yang ingin kita ciptakan bagi anak-anak dan membayangkan mereka kembali dunia yang lebih baik.[]

Berita terkait
Sejarah Hari Kesehatan Nasional 12 November
Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap tanggal 12 yang ditetapkan sesuai hari penyemprotan pertama kali Malaria tahun 1959.
Sejarah Hari Brigade Mobil (Brimob) 14 November
Hari Brigade Mobil atau Brimob Nasional diperingati setiap tanggal 14 November. Saat dibentuk Brimob diberi nama Tokubetsu Keisatsutai.
Sejarah Hari Diabetes Internasional 14 November
Hari Diabetes Internasional diperingati setiap tanggal 14 November, sesuai tanggal kelahiran Sir Frederick Banting yang menemukan insulin.
0
Ridwan Kamil Dampingi Wapres Tinjau Vaksinasi di Cikarang
Gubernur Jawa Barat mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar pemberian vaksin digelar di gedung besar.