UNTUK INDONESIA
Sebersit Gairah Dari TMMD Saat Mati Surinya Industri Pariwisata
Setengah tahun lebih, pariwisata Bali mati suri, tak sanggup berdiri akibat kerasnya badai Covid-19.
Tugu TMMD 109 Kodim Badung, simbol bersinerginya TNI dan masyarakat Pariwisata Bali di tengah pandemi Covid-19 di Desa Wisata Kerta Langu. (Foto: Tagar/Kodam IX Udayana/Tugu TMMD).

Denpasar -Setengah tahun lebih, pariwisata Bali mati suri tak sanggup berdiri akibat kerasnya badai pandemi Covid-19. Bali yang mayoritas perekonomian penduduk ditopang oleh sektor pariwisata  luluh lantak. Dari data Pemerintah Provinsi Bali, dari Maret hingga Juli 2020, Bali mengalami kerugian senilai Rp 48,6 triliun.

Kerugian ini menjadi catatan sejarah pariwisata Bali yang terbesar. Bahkan jika dibandingkan dengan akibat krisis ekonomi 1998 atau aksi terorisme 2002.

Sementara pada 2019 kontribusi devisa pariwisata Bali mencapai Rp 75 triliun atau sekitar 28,9 persen dari total devisa nasional. Untuk itu, tak heran semua pihak berusaha keras menyembuhkan kondisi pariwisata Bali. Mulai dari Presiden Joko Widodo yang sangat peduli akan sektor pariwisata Bali dengan program pemulihan, hingga para pelaku pariwisata yang bekerja keras saling membantu   untuk menggerakkan roda pariwisata.

Tak ketinggalan Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung Tahun Anggaran 2020 pun turut cawe-cawe memfokuskan pelaksanaanya tahun ini di sebuah wilayah yang jadi andalan pariwisata Bali yaitu Kerta Langu.

Dalam kurun waktu yang dimulai dari Pra TMMD sampai pelaksanaan dari tanggal 22 September 2020 sampai dengan 21 Oktober 2020, meninggalkan kesan tersendiri baik bagi Satgas TMMD dan juga masyarakat sekitar lokasi pelaksanaan TMMD. Semua pihak secara bahu membahu bersama dan manunggal menuntaskan program ini.

Banyak kesan  dari sisi kebersamaan yang boleh dibilang tidak ringan. Sebab, pelaksanaan TMMD Ke 109 kali ini ada dalam kondisi pandemi Covid-19.

Hasil Pembangunan Fisik TMMDHasil pembangunan fisik TMMD 109 TA 2020 Korim 1611 Badung. (Foto: Tagar/Kodam IX Udayana/Hasil Pembangunan Fisik TMMD).

Dalam suasana yang tidak boleh main-main atau abai karena konsekuensi yang sangat besar untuk dapat terpapar oleh COVID-19. Tetapi ternyata selama pelaksanaan hal yang ditakutkan tidak terjadi. Pelaksanaan TMMD berjalan aman dan lancar tidak terlepas dari penerapan protokol kesehatan yang secara baik, benar, ketat dan bertanggung jawab.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dusun/Banjar Kertajiwa Wayan Miarta kepada Tagar, Selasa 27 Oktober 2020 saat melihat hasil program fisik TMMD di desanya. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung. Menurutnya Satgas TMMD sudah banyak membantu dan membangun bagi peningkatan kesejahteraan dan penataan wilayah Desa Kesiman Kertalangu khusus di Banjar Kertajiwa.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Perbekel Desa Kesiman Kertalangu Made Suena, S.T., yang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas TMMD Ke109 Kodim 1611/Badung. Menurutnya, Satgas TMMD sudah sangat luar biasa membangun jalan, senderan, jembatan dan bedah rumah.

"Semoga apa yang telah dibangun oleh Bapak-Bapak TNI akan kami pelihara dan jaga dengan baik. Ini menjadi suatu sejarah dan kenang-kenangan yang tidak bisa kami lupakan, tutur Made Suana.

Dalam kesempatan tersebut Kelian Adat Banjar Kertajiwa Wayan Suka juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung. "Kami sebagai tokoh adat sangat mengapresiasi kegiatan TNI Manunggal Mambangun Desa ini yang sangat luar biasa, dimana Banjar kami bisa terkenal dengan adanya kegiatan TMMD. Biarlah ini menjadi kenang-kenangan buat kami dan akan selalu diingat sepanjang waktu."

Ia juga mengatakan kegiatan TMMD ini sangat luar biasa karena i warga mayoritas petani. “Pertanian kami sangat bersinergi dengan pariwisata karena posisinya di Desa Budaya Kertalangu yang merupakan destinasi pariwisata, semoga persawahan yang sebesar 80 hektar tidak dialih fungsikan menjadi pemukiman, karena kita ketahui bersama di Kota Denpasar ini sawah-sawah sudah dipenuhi oleh pembangunan,” ujar Ketut.

Sementara itu Dansatgas TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana, mengatakan pelaksanaan TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung di Dusun/Banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, pengerjaan sasaran TMMD baik yang fisik maupun non fisik sudah kelar 100 persen dikerjakan.

Menurutnya, dengan alokasi waktu pelaksanaan yang sudah ditentukan selama 30 hari dan juga telah diawali dengan pelaksanaan Pra TMMD maka semua sasaran dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar. Satgas TMMD dengan masyarakat lokasi sasaran TMMD bahu membahu untuk menuntaskan target yang ada di tengah kendala kita dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. "Namun demikian semua kegiatan sudah berpedoman pada penerapan protokol kesehatan yang memang dilaksanakan secara ketat dan bertanggung jawab di lapangan,” ungkap Made Alit.

Mantan Kasi Logistik Kasrem 072/Pamungkas ini berharap hasil-hasil pembangunan TMMD yang merupakan sinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Kodim 1611/Badung nantinya akan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, utamanya untuk menata kehidupan pertanian di Desa Kesiman Kertalangu.

Hasil Pembangunan Fisik TMMDHasil pembangunan fisik TMMD 109 TA 2020 Korim 1611 Badung. (Foto: Tagar/ Kodam IX Udayana/Hasil Pembangunan Fisik TMMD).

Desa Kesiman Kertalangu merupakan desa budaya, desa wisata, ada tonggak Gong Perdamaian, kemudian lingkungan persawahan asri maka ini menjadi nilai lebih yang perlu dijaga dan dilestarikan sehingga akan tetap menjadi desa alami yang ada di tengah-tengah kota metropolitan seperti Denpasar.

"Inilah potret desa di tengah suasana kota besar yang ternyata mampu mempertahankan eksistensi lingkungannya. Program TMMD Ke 109 ini sebagai bagian pendukung untuk penataannya", ucap  Made Alit.

Dijelaskannya juga bahwa sasaran TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung di Desa Kesiman Kertalangu antara lain mengerjakan pembangunan dua unit jembatan dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter hingga bedah rumah.

Tak hanya sasaran, non fisik pun digarap dengan beragam acara penyuluhan dan sosialisai dari soal keberagaman beragama di Bali, kepedulian sosial soal disiplin menjalani protokol Kesehatan hingga bahaya narkoba di masyarakat. []

(Nila Sofianty/Bali)

Berita terkait
Kemenparekraf Dukung Simakrama Kepariwisataan di Bali
Kemenparekraf mendukung penyelenggaraan Simakrama Kepariwisataan di Bali, yakni sebuah kegiatan sosialisasi keparwisataan Bali di masa pandemi.
Bali Gelar Simakrama Kepariwisataan, Infrastruktur Ikut Dibahas
Provinsi Bali mensosialisasikan berbagai kebijakan yang didedikasikan untuk menggairahkan sektor pariwisata di Pulau Dewata.
Pariwisata Bali, Kualitas dan Kuantitas Harus Beriringan
Pandemi Covid-19 membawa dampak siginifikan bagi semua aspek, ekonomi, sosial, budaya dan sektor pariwisata.
0
Sebersit Gairah Dari TMMD Saat Mati Surinya Industri Pariwisata
Setengah tahun lebih, pariwisata Bali mati suri, tak sanggup berdiri akibat kerasnya badai Covid-19.