UNTUK INDONESIA
Sebab dan Cara Penyembuhan Gagal Ginjal
Gagal ginjal bukan hanya ancaman bagi orang usia dewasa, anak-anak balita pun bisa terkena. Ini sebab dan cara penyembuhannya.
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Jakarta, (Tagar 21/2/2019) - Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan dunia dengan beban biaya kesehatan yang tinggi. Padahal, penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan tatalaksana hipertensi dan diabetes melitus sesuai standar.

Dr C Christian Maranatha mengatakan gagal ginjal kronis yang dalam bahasa Inggris disebut chronic kidney disease (CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan. CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin.

Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

Lebih lanjut ia menerangkan, gejala-gejala dari fungsi ginjal memburuk yang tidak spesifik dapat menyebabkan perasaan kurang sehat dan mengalami nafsu makan berkurang.

Seringkali, kata dokter berusia 54 tahun ini, penyakit ginjal kronis didiagnosis sebagai hasil dari skrining dari orang yang dikenal berada di risiko masalah ginjal, seperti yang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes dan mereka yang memiliki hubungan darah dengan penyakit ginjal kronis.

“Penyakit ginjal kronis juga dapat diidentifikasi ketika itu mengarah ke salah satu komplikasi yang diakui, seperti penyakit kardiovaskuler, anemia atau pericarditis,” jelasnya.

Ia menyebut penyakit ginjal kronis diidentifikasi oleh tes darah untuk kreatinin. Tingginya tingkat kreatinin menunjukkan jatuh laju filtrasi glomerulus dan sebagai akibat penurunan kemampuan ginjal mengekskresikan produk limbah.

“Kadar kreatinin mungkin normal pada tahap awal CKD, dan kondisi tersebut ditemukan jika urine (pengujian sampel urin) menunjukkan bahwa ginjal adalah memungkinkan hilangnya protein atau sel darah merah ke dalam urin,” kata dr. Christian dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar News, Rabu 20 Oktober 2019.

“Untuk menyelidiki penyebab kerusakan ginjal, berbagai bentuk pencitraan medis, tes darah dan sering ginjal biopsi (menghapus sampel kecil jaringan ginjal) bekerja untuk mencari tahu apakah ada sebab reversibel untuk kerusakan ginjal. Pedoman profesional terbaru mengklasifikasikan tingkat keparahan penyakit ginjal kronis dalam lima tahap, dengan tahap 1 yang paling ringan dan biasanya menyebabkan sedikit gejala, dan tahap 5 menjadi penyakit yang parah dengan harapan hidup yang buruk jika tidak diobati,” sambungnya.

Christian mengatakan, hingga kini tidak ada pengobatan khusus untuk memperlambat dan memburuknya penyakit ginjal kronis.

“CKD parah memerlukan salah satu bentuk terapi penggantian ginjal, ini mungkin merupakan bentuk dialisis, tetapi idealnya merupakan transplantasi ginjal,” ucapnya.

Sebab dan Penyembuhan Gagal Ginjal

Dr Christian menyebut penyakit gagal ginjal sebenarnya tidak terjadi karena faktor keturunan, menurutnya justru lebih besar pengaruhnya dari pola hidup manusia yang tidak sehat. Maka itu, kata dia, sebaiknya banyak-banyak minum air putih dan mengurangi minuman manis untuk mengurangi dampak terserang gagal ginjal.

“Gangguan ginjal tidak berhubungan dengan riwayat keluarga, tapi lebih dominan disebabkan karena penyakit atau pola hidup yang tidak sehat dari penyakit misalnya: dari gangguan gula darah atau pola makan dan minum yang tidak begitu baik, seperti kurang minum air putih, terlalu banyak minum-minuman yang ada pemanis, dan penyakit-penyakit lain seperti infeksi saluran kencing yang tidak terobati dengan baik,” urai dokter yang membuka praktik di perumahan Jatibening Estate.

“Gangguan ginjal ada 5 tahap-tahap awal masih dalam konservatif yaitu dengan diet yang teratur, makan yang teratur, dan minum yang teratur. Untuk grup yang sampai ke cuci darah, biasanya yang grup ke-5 di mana fungsi ginjalnya sudah kurang dari 5% harus dilakukan cuci darah, karena kalau sisa-sisa racun yang ada di dalam darah tertumpuk di dalam darah yang tidak bisa dibuka maka mengakibatkan gangguan kesadaran dari pasien,” tambahnya.

Ia menambahkan, gangguan ginjal dapat dibagi dua golongan besar yang akut. Artinya, gangguan ginjal yang baru dan yang berkelanjutan itu masih bisa disembuhkan, sementara golongan yang akut dengan golongan yang kronis tidak bisa disembuhkan.

“Kecuali harus dilakukan cuci darah atau cangkok ginjal,” jelasnya.

Terkait dengan kasus gagal ginjal yang menerpa anak usia dini menurutnya lebih disebabkan kepada gangguan autoimun anak dan kurangnya minum air putih. Selain itu, gagal ginjal di usia dini dapat disebabkan pula oleh infeksi saluran kencing.

“Kalau untuk usia dini biasanya ditemukan seperti ada gangguan autoimun atau pada anak-anak yang memang konsumsi air air putihnya yang kurang terlalu banyak minum-minuman yang berwarna dan juga bisa infeksi saluran kencing yang menjalar ke atas,” pungkasnya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Teror Tuyul di Kampung Panranga Bantaeng
Cerita tentang tuyul Panranga Bantaeng berawal dari keluhan ibu-ibu di sana. Satu persatu dari mereka merasa resah setiap kali kehilangan uang.