Jakarta, (9/10/2018) - Sapto Yogo Purnomo berhasil meraih medali emas di Asian Para Games 2018. Dia menjadi atlet yang terbaik pada lari 100 meter T37. Dalam penampilannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (9/10), dirinya mencatatkan waktu 11,49 detik.

Sapto ini adalah salah satu atlet disabilitas yang mengidap cerebral palsy. Cerebral palsy ini adalah seseorang yang mengalami gangguan pada gerakan, otot atau postur. Memang pengidap kelainan ini, memiliki cara jalan yang tidak seperti orang pada umumnya. Pada Sapto ini mengalami gangguan pada kaki kanan dan tangan kanan.

Namun dengan segala keterbatasan yang dimilikinya itu, justru dia dapat membuktikan kepada orang yang pernah mengolok-olok dirinya dengan berupa prestasi dalam bentuk medali emas.

Sapto menceritakan dirinya sudah mulai berlatih sprint dengan serius sejak usia 16 tahun. Saat itu dirinya masih duduk di kelas 1 SMK. “Waktu saya kelas 1 SMK. Saya nurut saja waktu disuruh latihan, dan baru sekarang terasa hasilnya,” ujar Sapto.

Medali emas yang dia dapat dalam Asian Para Games 2018 ini, bukanlah prestasi pertama kalinya yang dia raih. Namun dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Bandung pada 2016, pemuda kelahiran 17 September 1998 ini langsung meraub lima medali emas.

Berikut raihan medali dalam kejuaraan elite yang pernah diikuti oleh pria berusia 20 tahun tersebut:

1. Peparnas Bandung 2016 (5 emas)

2. ASEAN Para Games Malaysia 2017 (2 emas dan 1 perak)

3. Asian Youth Para Games 2017 Dubai (2 perak)

4. World Para Atletik di China 2018 (1emas)

Sesuai dengan yang sudah dijanjikan oleh pemerintah, peraih medali emas dalam Asian Para Games 2018 mendapatkan bonus. Dia pun mengaku memiliki cita-cita untuk membuka usaha bengkel motor.  "Saya tidak mikir soal bonus karena saya berlomba hanya ingin menang dan membela negara. Tapi kalau memang ada bonus ya saya bersyukur. Saya ingin gunakan sebagai modal mendirikan bengkel motor,” kata Sapto.

Ternyata dia juga punya cita-cita yang mulia untuk beribadah haji bersama orangtuanya. "Kalau rumah kan udah, kalau pergi haji sama orang tua paling," tutur Sapto berkelakar.

Sebagai informasi, Sapto berhasil membukukan waktu tercepat dalam nomor 200 meter putara T37 dalam waktu 23,76 detik berhasil dicetaknaya. Kemudian disusul pelari asal Iran Ali Olfatnia dengan catatan waktu 24,27 detik di peringkat kedua, dan Davoudali Ghasemi yang mencetak waktu tercepat ketiga dengan waktu 24,38 detik. Sapto menaklukkan dua atlet asal Iran Ali Olfatnia dan Davoudali Ghasemi yang menyabet perak dan perunggu. []