UNTUK INDONESIA
Sandiaga Uno dan Fadli Zon Tolak Tawaran Menteri Jokowi
Meski belum pasti untuk berlabuh dengan koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, Sandiaga Uno dan Fadli Zon menolak untuk jadi Menteri.
Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Instagram/@dahnil_anzar_simanjuntak)

Jakarta - Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku Sandiaga Uno dan Fadli Zon menolak tawaran menjadi menteri Joko Widodo (Jokowi). 

Dilibatkan atau tidak, Gerindra pada kabinet kerja jilid II Jokowi-Ma'ruf, Prabowo akan tetap memberikan kontribusi yang baik untuk Indonesia.

Hal itu diungkapkan di sela Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Kader Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Rabu 16 Oktober 2019.

"Bang Sandi menolak terkait dengan itu (menteri), beliau tetap berada di luar pemerintahan. Bang Fadli juga demikian," kata Dahnil di Hambalang, Bogor, Rabu 16 Oktober 2019.

Dia menjelaskan hingga saat ini, Gerindra belum menerima adanya tawaran terkait kursi menteri di pemerintahan Jokowi.

"Ditawarkan saja belum, apalagi (kader) Partai Gerindra itu banyak sekali. Kandidatnya banyak, yang sudah apa, banyak lah. Nama bang Edhy Prabowo mungkin," tuturnya.

Meski Gerindra sudah memberikan konsep dorongan besar ekonomi kepada Presiden terpilih periode 2019-2024, pihaknya akan tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

"Tergantung dengan Pak Jokowi, apakah Pak Jokowi membutuhkan dan akan menjalani konsep itu dan blended dengan konsepsi dengan apa yang selama ini menjadi visi misi beliau," ucap dia.

Dilibatkan atau tidaknya Gerindra pada kabinet kerja jilid II Jokowi-Ma'ruf 5 tahun ke depan, Dahnil menegaskan Prabowo tetap memberikan kontribusi yang baik untuk Indonesia.

"Jadi terserah (Jokowi). Yang jelas sekarang Pak Prabowo berupaya untuk memastikan tidak berhenti memberi kontribusi bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Banyaknya kader Gerindra yang dianggap mampu bekerja dengan pemerintahan Jokowi, kata dia, pihaknya siap menjalankan konsep yang mereka berikan untuk 5 tahun ke depan.

"Banyak sekali kader yang bisa bekerja untuk yang kami sebut konsepsi dorongan ekonomi. Banyak kader yang siap," kata Dahnil.[]

Baca juga:

Berita terkait
Pengamat Sebut Gerindra Bisa Jadi Koalisi-Kritis
Apabila Gerindra bergabung ke pemerintahan Jokowi, partai tersebut bisa berperan menjadi koalisi-kritis.
Relawan Jokowi Respons Prabowo-Fadli Zon Jadi Menteri
Relawan Jokowi menanggapi rumors soal masuknya Prabowo Subianto dan Fadli Zon sebagai Menteri Kabinet Kerja II yang merupakan hak prerogatif RI-1.
Gerindra Masuk Koalisi, Luhut: Bagus-Bagus Aja
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan tidak mempermasalahkan jika Partai Gerindra memutuskan bergabung dalam koalisi Jokowi.
0
CEO Amartha Andi Taufan Jadi Stafsus Presiden Jokowi
CEO sekaligus Pendiri Amarta MicroFintech P2P lending Andi Taufan Garuda Putra ditunjuk Jokowi menjadi staf khusus presiden.