UNTUK INDONESIA
Sampah Plastik Masalah Serius di Tanah Datar
Persoalan sampah plastik masih menjadi persoalan serius yang belum tertuntaskan di Kabupaten Tanah Datar.
Masyarakat Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, diberikan sosialisasi tentang pemanfaatan sampah menjadi barang layak guna dengan mendaur ulang, Rabu, 15 Juli 2020. (Foto: Tagar/Dok. Penrem 032 Wirabraja)

Tanah Datar - Penggunaan plastik berlebihan bertahun-tahun, membawa masalah serius bagi Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Penggunaan plastik ini didominasi rumah tangga.

Kepala Bagian Permukiman Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Datar, Astuti mengatakan, masyarakat harus bisa memanfaatkan sampah plastik untuk menjadi sesuatu yang berguna dengan cara mendaur ulangnya.

Permasalahan sampah dan sebagainya itu ada di hulu. Hulunya itu salah satunya adalah di dalam rumah tangga.

"Sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum bisa teratasi secara maksimal di Indonesia, termasuk di Tanah Datar. Berbagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah demi menyelesaikan permasalahan tersebut," kata Astuti dalam kegiatan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) edisi ke 108 di wilayah Kodim 0307/Tanah Datar, Rabu, 15 Juli 2020.

Untuk mengatasi masalah sampah ini, kata Astuti, salah satunya harus mengubah pola perilaku masyarakat. Sebab, masih banyak warga yang menggunakan kemasan atau alat lain yang bersifat sekali pakai.

"Permasalahan sampah dan sebagainya itu ada di hulu. Hulunya itu salah satunya adalah di dalam rumah tangga," katanya.

Selain melalui pendekatan teknis, upaya mengatasi permasalahan sampah plastik juga membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat. Contohnya dengan membawa botol minuman sendiri yang bisa digunakan berulang kali.

"Tentu ini juga butuh dukungan semua pihak, tak terkecuali bagi petani. Untuk itu sosialisasi ini kami lakukan kepada mereka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan khususnya di Nagari Panyalaian," katanya.

Direktur Bank Sampah di Kabupaten Tanah Datar, Santi mengatakan, pengelolaan sampah yang baik dilingkungan masing-masing atau di setiap jorong adalah ketersediaan bak sampah jenis organik dan non-organik.

Tujuannya agar masyarakat bisa memilah sampah yang cepat hancur dan susah hancur yang bisa dikelola dan diserahkan ke Bank Sampah. "Sampah organik bisa dibuat menjadi pupuk kompos sebagai upaya untuk mengurangi jumlah pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir sampah," katanya.

Dia mengajak warga untuk mengelola sampah melalui pemilahan yang telah dilakukan sebagai modal awal investasi sampah. "Pemilahan sampah diharapkan menjadi muara atau pucuk untuk meningkatkan program bahan baku yang bisa didaur ulang," tuturnya. []

Berita terkait
Kios Tiga Pedagang di Tanah Datar Hangus Terbakar
Satpol PP dan Damkar Tanah Datar memperkirakan kebakaran terjadi pada Selasa dini hari. Tiga kedai milik pedagang rata dengan tanah.
Berjudi, Polisi Tanah Datar Sita Biliar Warga
Polisi menertibkan aktivitas permainan biliar di Kabupaten Tanah Datar karena mengandung unsur perjudian.
Tukang Ojek di Tanah Datar Nyambi Bandar Judi Togel
Polres Tanah Datar, Sumbar sudah mengintai pelaku BI selama dua pekan yang bekerja sebagai tukang ojek tetapi nyambi sebagai bandar togel.
0
Seorang Komisioner KPU Solok Selatan Meninggal Dunia
Seorang Komisioner KPU Solok Selatan meninggal dunia di RSUD Solok Selatan.