UNTUK INDONESIA
Rivalitas Persebaya Vs Persija Minus Pemain Kunci
Persebaya Surabaya tidak bisa menurunkan skuat terbaik melawan Persija Jakarta karena absennya 5 pemain kunci di laga Sabtu 24 Agustus 2019.
Persebaya Surabaya tidak diperkuat lima pemain pilar saat menghadapi Persija Jakarta di Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu 24 Agustus 2019. Namun Ruben Sanadi (tengah) diizinkan tampil di laga itu. (Foto: ANTARA/Moch Asim)

Surabaya - Persebaya Surabaya tidak bisa menurunkan skuat terbaik saat menghadapi laga besar Shopee Liga 1 2019 melawan Persija Jakarta. Rivalitas dua tim besar yang pernah berjaya di Perserikatan, namun Persebaya harus kehilangan lima pemain kunci dalam duel di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu 24 Agustus 2019.

Persebaya dan Persija merupakan kiblat sepak bola era Perserikatan selain Persib Bandung, PSM Makassar, PSMS Medan dan Persipura Jayapura. Laga tim-tim melegenda yang selalu menghadirkan duel klasik. 

Aroma persaingan berlanjut saat Perserikatan bergabung dengan Galatama. Ini yang menjadikan laga Persebaya dan Persija selalu menghadirkan gengsi dan prestise. 

Hanya, Persebaya tidak bisa menurunkan skuat terbaik karena lima pemain terpaksa absen. Mereka terkena akumulasi kartu kuning dan memperkuat tim nasional, termasuk bek yang baru naturalisasi, Otavio Dutra. 

Pemain sayap Osvaldo Haay dan bek Rahmat Irianto tidak bisa tampil karena akumulasi kartu kuning. Sementara tiga pemain lain, Hansamu Yama Pranata, Irfan Jaya dan Dutra bergabung dengan timnas. Sebaliknya, kapten Ruben Karel Sanadi tetap bisa dimainkan meski turut dipanggil mengikuti pemusatan latihan timnas.

Sekretaris Persebaya Ram Surahman menuturkan dari empat pemain yang dipanggil timnas, hanya Ruben yang diperbolehkan memperkuat Persebaya menghadapi Persija. Ruben akan bergabung pada H-4 sebelum menghadapi Malaysia di kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Kamis 5 September 2019.

"Kami sudah mengajukan permohonan agar pemain bisa bergabung setelah menghadapi Persija. Namun hanya satu yang diizinkan dan Ruben yang dipertahankan," kata Ram. 

Kehilangan pemain pilar tak dijadikan alasan Persebaya untuk tidak bertarung habis-habisan. Belum hadirnya pelatih anyar Alfred Riedl juga tidak mempengaruhi keyakinan Persebaya mendulang tiga poin di kandang sendiri. 

"Ini pertindangan sangat penting. Ada aroma rivalitas yang kuat dari pertandingan ini. Kami akan memaksimalkan pemain yang ada dan fokus menghadapi Persija," kata pelatih sementara Persebaya Bejo Sugiantoro.

Bejo juga tak mempersoalkan tim memiliki waktu singkat untuk recovery. Pasalnya usai menang 2-0 atas Perseru Badak Lampung, Selasa 20 Agustus 2019, empat hari kemudian mereka menjamu Persija. 

"Kami tidak bisa menghindari jadwal pertandingan yang ketat. Kami hanya memiliki waktu persiapan dua hari. Namun kami tetap akan bertarung habis-habisan di pertandingan ini," ujar eks pemain timnas pada 2000-an ini. 

Persebaya menunjukkan kebangkitan setelah ditinggalkan pelatih Djadjang Nurjaman. Terakhir, mereka mengalahkan tuan rumah Perseru. 

Demikian pula Persija yang mulai unjuk kemampuan. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Madura United, Macan Kemayoran menaklukkan Kalteng Putra 3-0. []

Baca juga: 

Berita terkait
2100 Personel Amankan Laga Persebaya vs Persija
Pengamanan ketat dilakukan Polres surabaya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan saat laga Big Match antara Persebaya VS Persija.
Persebaya Resmi Ikat Mantan Pelatih Timnas
Persebaya Surabaya menunjuk mantan pelatih timnas Alfred Riedl menggantikan Djadjang Nurjaman untuk menangani tim di Liga 1 2019.
Bantai Persebaya, Kado Indah HUT ke-32 Arema FC
Kado indah Arema FC yang merayakan HUT ke-32 saat membantai Persebaya Surabaya 4-0 di Shopee Liga 1 2019 di Malang, Kamis 15 Agustus 2019.
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.