UNTUK INDONESIA
Riset Pemanasan Global: Manusia Musnah 31 tahun Lagi
Riset pemanasan global membuat temuan menakutkan, manusia musnah 31 tahun lagi, dan dirilis pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Ilustrasi akibat pemanasan global. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Sebuah riset pemanasan global menghasilkan temuan yang menakutkan, yaitu umat manusia akan musnah 31 tahun lagi. Temuan tersebut dirilis untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia baru-baru ini.

Hasil Riset yang dilakukan oleh Breakthrough National Centre for Climate Restoration (BNCCR) atau Pusat Nasional Pemulihan Iklim Australia itu perlu menjadi perhatian bagi banyak pihak. BNCCR adalah lembaga riset independen yang bertujuan untuk menginformasikan isu seputar perubahan iklim di Australia.

Menurut BNCCR, 90 persen manusia di dunia ini akan musnah pada tahun 2050 akibat perubahan iklim. Jadi, kita hanya punya waktu 31 tahun lagi.

Apakah temuan ini serius?

Para peneliti di lembaga itu menyadari jika hasil risetnya memang terdengar berlebihan, tapi penyebab dari temuan itu, yaitu pemanasan global itu sendiri, memang sesuai dengan kenyataan. Justru mereka menuding badan PBB yang mengurusi perubahan iklim (IPCC), tidak terang-terangan menyoal keseriusan akibat perubahan iklim.

“Kita tidak boleh lupa sedang berada dalam situasi sulit. kandungan gas di atmosfer rumah kaca sekarang lebih besar, dan Bumi lebih panas daripada sebelumnya. Sedangkan sekitar delapan miliar orang hidup di tempat ini (Bumi),” Bunyi hasil riset itu.  

Sekelompok ilmuwan secara resmi memutuskan bahwa situasi sulit yang dihadapi oleh manusia itu sebagai Anthropocene, yaitu masa ketika manusia memiliki dampak yang tidak proporsional terhadap lingkungan.

Lebih lanjut, hasil riset itu menyebutkan kalau kita bergerak lebih cepat menuju krisis eksistensial daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dimana kerusakan dunia akan tidak terkontrol dan mustahil untuk diatasi apabila suhu dunia semakin naik.

Perjanjian Paris yang menyoal perubahan iklim dengan membatasi kenaikan suhu global menjadi 3-5° C sudah tidak relevan. Saat suhu bumi naik sebesar itu, beberapa wilayah dunia akan tenggelam. []

Baca juga :

Berita terkait
0
Soal Spanduk Dukungan, Gibran: Bukan Dari Saya
Putra sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka, mengaku tidak tahu menahu soal spanduk dukungan maju sebagai calon wali kota Solo.
Banda Aceh Dikepung Kabut Asap