PUPR Peringati Hari Perumahan Rakyat, Ziarah Bung Hatta

Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian PUPR, melakukan ziarah ke makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir.
Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian PUPR, melakukan ziarah ke makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir. (Foto: dok. Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR)

JAKARTA – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan ziarah ke makam Bung Hatta di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. 

Kegiatan ke makam Bung Hatta yang merupakan Bapak Perumahan Indonesia tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) yang akan diperingati setiap tanggal 25 Agustus.

“Kegiatan ziarah ke makam Bung Hatta ini untuk mengingat, mengenang dan meneladani jasa-jasa Bung Hatta khususnya di bidang perumahan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmati di makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir Jakarta, dikutip dari Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.

Semangat juang Bung Hatta untuk bekerja keras dan berperan aktif dalam penyelenggaraan perumahan di Indonesia.

Anita Firmanti menjelaskan, Bung Hatta selain sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Bapak Koperasi juga merupakan Bapak Perumahan Indonesia.

Berbagai pemikiran dan kepedulian Bung Hatta terhadap masalah perumahan dan perkembangan perumahan menjadikan beliau menjadi tokoh penting dalam bidang perumahan.

Hal itu dapat dilihat dari kutipan sambutan Bung Hatta pada Kongres Perumahan Rakyat Sehat di Bandung pada tanggal 25-30 Agustus 1950 yakni, "Cita-cita untuk terselenggaranya kebuthan perumahan rakyat bukan mustahil apabila kita sungguh-sungguh mau dengan penuh kepercayaan, semua pasti bisa”.

Pelaksanaan Kongres Perumahan Rakyat yakni 25 Agustus juga menjadi tanggal penyelenggaraan Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) setiap tahunnya. 

Hal itu sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 46/KPTS/M/2008 tanggal 6 Agustus 2008 tentang Hari Perumahan Nasional.

“Pemikiran Bung Hatta tersebut menegaskan bahwa rakyat berhak mendapatkan penghidupan yang layak berupa hak untuk mendapatkan rumah. Gagasan beliau inilah yang menjadi dasar pemikiran perumusan pasal-pasal dalam UUD 1945,” terangnya.

Anita menambahkan, perjuangan Bung Hatta yang mengupayakan kesejahteraan rakyat melalui pemikiran di bidang perumahan merupakan suri teladan yang bagi penerasi penerus penyelenggaraan penyediaan perumahan. 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang senantiasa menghargai dan menghoirmati seluruh jasa para pahlawannya.

“Semangat juang Bung Hatta untuk bekerja keras dan berperan aktif dalam penyelenggaraan perumahan di Indonesia ini harus kita lanjutkan,” harapnya.

Menurut Mohammad Athar yang merupakan putra dari Gemala Hatta, pihak keluarga Bung Hatta mengucapkan terimakasih atas perhatian dan apresiasi dari Kementerian PUPR, selalu melakukan ziarah setiap tahun dan mendoakan yang terbaik untuk kakeknya. 

Menurut dia, pemerintah telah melaksanakan berbagai program perumahan yang baik untuk mendorong terujudnya pemikiran Bung Hatta untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami ucapkan terimakasih atas doa dari keluarga besar Kementerian PUPR. Kami harap program perumahan untuk masyarakat di Indonesai bisa lebih ditingkatkan lagi karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak huni,” katanya. []

Berita terkait
Kementerian PUPR Bangun Perumahan Berbasis Komunitas
Kementerian PUPR terus mendorong pemerintah daerah dan pengembang melaksanakan program pembangunan perumahan berbasis komunitas.
Kementerian PUPR: ASN Papua Barat dapat Rusunawa
Pemerintah melalui Kementerian PUPR bangun rumah susun sewa (rusunawa) untuk para ASN di wilayah Papua Barat.
Kementerian PUPR Resmikan Rusun untuk ASN Kota Batam
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan meresmikan Rusunawa untuk para ASN Imigrasi Kelas 1 Kota Batam.
0
Peru Jadi Negara Dengan Kematian Covid-19 Terburuk di Dunia
Peru, sebuah negara di Amerika Latin, jadi negara dengan kematian per kapita terburuk di Dunia akibat pandemi Covid-19