UNTUK INDONESIA
PUPR Bangun Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia
Kementerian PUPR sedang membangun Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jembatan lengkung pertama yang dimiliki Indonesia.
PUPR Bangun Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia. (Foto: dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Banjarmasin - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan pembangunan Jembatan Sei Alalak, dirancang dengan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung merupakan pertama di Indonesia. 

Semakin terhubungnya lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar.

Jembatan Sei Alalak yang berada di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan ini akan menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun. Jalur utama yang menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Mengutip Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Menteri Basuki Hadimuljono mengatakan keberadaan jalan nasional dan jembatan diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi kawasan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Semakin terhubungnya lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar, karena terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” kata Menteri Basuki.

Bentang utama jembatan Sei Alalak dirancang dengan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung. Ditargetkan seluruh konstruksi selesai di akhir 2020 dan dapat langsung fungsional, target itu lebih cepat dari akhir kontrak yakni Maret 2021.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo mengatakan, progres konstruksi telah memasuki tahap tahap pengecoran pilon yang akan dilanjutkan dengan pembangunan bentang utama sepanjang 300 meter. Jembatan ini memiliki lebar 20 meter yang berisi 4 lajur dua arah. Adapun panjang total jembatan ini, termasuk oprit, adalah 850 meter.

Menurut dia, pembangunan Jembatan Sei Alalak dapat dipercepat karena seluruh aspek konstruksi dapat dikerjakan dengan lancar, terutama pembebasan lahan di sisi Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala. Pembebasan lahan sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala.

Pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Jembatan Sei Alalak didesain dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton. Selain itu, telah diperhitungkan kekuatan jembatan dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layan hingga 100 tahun.

Selama pekerjaan Jembatan Sei Alalak, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Kayu Tangi 2 dan seiring dengan diselesaikan pembangunan jembatan, direncanakan juga akan dilakukan penghapusan (demolisi) Jembatan Kayu Tangi 1. 

"Ke depan, diharapkan Jembatan Sei Alalak akan menjadi ikon baru Kota Banjarmasin," ucap dia. []

Berita terkait
Manfaat Program Pamsimas PUPR di Martapura Kalsel
Kementerian PUPR tengah melakukan program pembangunan infrastruktur kerakyatan seperti Pamsimas di Martapura Kalsel.
PUPR Bangun Empat Jembatan Skema CSR di Kalsel
Kementerian PUPR melakukan pembangunan tiga overpass dan satu jembatan dengan menggunakan skema CSR di Kalsel.
PUPR Bangun Jembatan Terpanjang Bengkulu dan Lampung
Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan jembatan terpanjang yang menghubungkan Bengkulu dan Lampung.
0
Gempa 5,6 SR Guncang Tapanuli Bagian Selatan Sumut
Gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara.