Program Peningkatan D3 ke D4 Kemendikbud

Kemendikbud meningkatkan program D3 menjadi Sarjana Terapan D4 yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri.
Program Peningkatan D3 ke D4 Kemendikbud. (Foto:Tagar/Kemendikbud)

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperkuat pendidikan tinggi vokasi sebagai usaha meningkatkan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing nasional.

Jadi sarjana terapan kan 60% kuliahnya praktik, tapi mereka memiliki soft skillnya lebih kuat seperti kemampuan komunikasi project base learning, leadership, mengkreasi riset terapan jadi produk berangkat dari permasalahan nyata.

Caranya, dengan melakukan peningkatan program Diploma 3 (D3) menjadi Sarjana Terapan (D4). Program ini, dipercaya sebagai salah satu program strategis dalam upaya meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia yang terampil dan unggul.

Perguruan Tinggi Vokasi yang telah siap untuk beralih ke D4, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Kurikulum Sarjana Terapan sesuai standar nasional pendidikan tinggi

2. Rancangan fasilitas dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

3. Kemitraan dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) sesuai dengan program sarjana terapan

4. Rekam jejak kinerja program Diploma 3 (D3)

5. Mekanisme transfer mahasiswa

6. Pendanaan dari mitra kerjasama yang diperoleh

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto menjelaskan, minat dan kesiapan Perguruan Tinggi Vokasi menuju peningkatan D3 ke D4 pun sudah sangat besar.

Oleh sebab itu, Wikan menghimbau Perguruan Tinggi Vokasi di Tanah Air segera menyiapkan beberapa hal yang merupakan fundamental dalam program tersebut.

"Kalau prodi bisa segera menyiapkan persyaratan dan bisa diusulkan secepatnya, maka tahun ajaran 2021 sudah bisa jalan. Makanya ini tidak kita persulit, tapi juga kita tak mau bikin ini jadi gampangan. Tetap syarat utama yakni link and match," tutur Wikan belum lama ini.

Wikan menegaskan, sarjana terapan merupakan solusi dari berbagai problem yang dirasakan banyak pihak. Dengan adanya lulusan D4 maka akan mendapatkan lulusan yang lebih kompeten dengan soft skill lebih kuat. Meski demikian, adanya D4 ini tidak menjadikan D3 langsung dihapus.

"Jadi sarjana terapan kan 60% kuliahnya praktik, tapi mereka memiliki soft skillnya lebih kuat seperti kemampuan komunikasi project base learning, leadership, mengkreasi riset terapan jadi produk berangkat dari permasalahan nyata. Jadi sebenarnya kalau D3 bisa dibilang tanggung," sebutnya.

“Sarjana terapan, mendapatkan kesempatan magang 1 sampai 2 semester di Industri, yang kurikulumnya sudah sejak awal dibuat di industri. Sehingga ketika masuk ke industri, tidak perlu melakukan pelatihan tambahan dan soft skill yang dimiliki tetap kuat,” tambahnya. []

Berita terkait
8 Upaya Kemendikbud Selaraskan SMK dengan Dunia Kerja Melalui SMK Pusat Keunggulan
Berikut 8 upaya Kemendikbud untuk menyelaraskan SMK dengan dunia kerja melalui SMK Pusat Keunggulan.
Penjelasan Umum Kemendikbud Soal Program Kreativitas Mahasiswa 2021
Kemendikbud menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2021 untuk mendorong kreativitas mahasiswa.
Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Episode 8: SMK Pusat Keunggulan
Kemendikbud luncurkan ‘Merdeka Belajar’ ke-8 SMK Pusat Keunggulan untuk peningkatan kualitas dan kinerja sehingga mampu mencapai Standar Industri
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.