UNTUK INDONESIA

Profil Rahma Sarita, Dipecat Staf Ahli MPR Pelesetkan Pancasila

Rahma Sarita diberhentikan dari jabatannya sebagai Staf Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI karena pelesetkan Pancasila.
Rahma Sarita. (Foto: Tagar/Twitter/rahmasarita)

Jakarta - Rahma Sarita diberhentikan dari jabatannya sebagai Staf Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI terkait kasus dugaan pelecehannya terhadap Pancasila dengan kalimat ‘Pancasila Versi Negara Wakanda.

Seorang netizen Nila Murti Tanjung lewat akun Twitter @nila_mrt pada Rabu, 16 Desember 2020, mengunggah foto surat pemberhentian Rahma Sarita.

Dalam surat yang ditandatangani Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat nomor: 033/LM/MPRRI/XII/2020 bertanggal 13 Desember 2020 ditujukan kepada Sekretaris Jenderal MPR RI perihal Pemberhentian Tenaga Ahli Pimpinan.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moedirjat membenarkan surat yang beredar tersebut pada Kamis, 17 Desember 2020.

“Terkait beredarnya surat pemberhentian Staf Tenaga Ahli, Rahma Sarita di media sosial, adalah benar. Bahwa surat tersebut ditujukan internal kepada Sekretariat Jenderal MPR sebagai hak anggota DPR/Pimpinan MPR untuk memilih dan mengganti alat penunjang kinerja anggota seperti staf khusus maupun staf tenaga ahli,” ujarnya.

Profil Rahma Sarita

Rahma Sarita atau yang memiliki nama lengkap, Rahma Sarita Al Jufri tersebut kini tengah menjadi sorotan publik atas perbuatannya yang diduga telah melecehkan Pancasila dengan kalimat “Pancasila Versi Wakanda.” Atas perbuatannya itu dia terpaksa diberhentikan dari jabatannya menjadi Staf Tenaga Ahli.

Wanita kelahiran Surabaya, 7 April 1975 tersebut merupakan lulusan S1 Fakultas Hukum di Universitas Airlangga, Surabaya Jawa Timur pada tahun 1997. Meskipun lulusan di bidang hukum, Rahma tertarik dengan dunia jurnalistik.

Pada 1998, ia mulai bekerja di stasiun televisi nasional, yaitu TVRI Surabaya. Kemudian ia dipindahkan ke TVRI Jakarta pada tahun 1999. Di tahun berikutnya, Rahma pindah bekerja ke Metro TV, ia bekerja sebagai pembawa acara dalam program Metro Realitas.

Di tahun 2008, ia mencoba meniti kariernya ke tvOne selama dua tahun. Pada 2010, ia pindah bekerja di JakTV sampai tahun 2018. Kini, dirinya menjadi presentasi di Realita TV, yang merupakan kanal YouTube membahas tentang politik Indonesia.

Dunia Politik

Mudah berinteraksi dan mewawancarai orang-orang penting, seperti para politisi, membuat dirinya tertarik untuk meniti karier juga di dunia politik. Pada 2019, dirinya mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Politik Nasdem pada Pemilu Legislatif 2019.

Ia maju di Dapil II Jawa Timur yang meliputi Kota Pasuruan Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo. Namun, sangat disayangkan dirinya gagal dalam Pemilu tersebut.

Kemudian, dirinya melanjutkan kariernya di dunia politik dengan bekerja sebagai Staf Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.

Namun, sejak 13 Desember 2020 dirinya kini telah diberhentikan karena menulis satire mengenai Pancasila. Surat pemberhentian Rahma pun beredar di media sosial.

Ditulis dalam surat tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat yang berasal dari Fraksi NasDem itu memberhentikan Staf Tenaga Ahli atas nama Rahma Sarita SH dengan alasan tidak menjalankan tanggung jawab sebagai Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI.

Disebut juga ketidaksesuaian dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara dan tidak menjalankan kebijakan MPR dalam menjaga dan mensosialisasikan empat konsensus kebangsaan.

Rahma diketahui mengunggah postingan pelesetannya mengenai Pancasila di akun media sosial Twitternya yang berbunyi seperti di bawah ini :

“Pancasila Versi Negara Wakanda

  1. Ketuhanan yg berkebudayaan
  2. Kemanusiaan untuk golongan sendiri dan tidak beradab untuk golongan lainnya
  3. Perpecahan Wakanda
  4. Kerakyataan yang dipimpin oleh oligarki kekuasaan
  5. Ketidakadilan sosial bagi yang berseberangan dengan penguasa

Lambangnya burung emprit noleh ke kiri.” [] (Amira Salsabila Aprilia)

Berita terkait
Profil Tania Ayu, DJ Cantik Diduga Terlibat Prostitusi
Wanita kelahiran Jakarta, 31 Januari 1994 itu merupakan seorang artis, selebram, sekaligus DJ.
Profil Karni Ilyas, Program ILC Pamit Undur Diri
Karni Ilyas pertama kali bergabung Harian Suara Karya, koran Partai Golkar yang paling berpengaruh saat itu.
Profil Edy Mulyadi, Wartawan FNN Ternyata Caleg Gagal PKS
Edy Mulyadi ternyata pernah mencalonkan diri sebagai caleg PKS nomor urut 8 daerah pemilihan Jakarta III tapi gagal.
0
Profil Rahma Sarita, Dipecat Staf Ahli MPR Pelesetkan Pancasila
Rahma Sarita diberhentikan dari jabatannya sebagai Staf Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI karena pelesetkan Pancasila.