Profil Presiden RI ke-6 SBY yang Kini Mengidap Kanker Prostat

Semenjak menjabat sebagai Menteri memutuskan untuk pensiun dari dunia militer.
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono atau kerap dipanggil SBY adalah presiden keenam Republik Indonesia yang dulunya seorang Jendral TNI. Lahir di Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949. Ia adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah.

Ayahnya, R. Soekotjo dahulu merupakan anggota militer yang pensiun dengan gelar Letnan Satu. Sedangkan ibunya, Sitti Habibah ialah salah satu pendiri Ponpes Tremas di Pacitan, salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia. Berikut profil singkat SBY


Masa Kecil

SBY kecil tinggal di wilayah Kabupaten Pacitan, tepatnya di Keluharan Ploso. Rumahnya sederhana dan jauh dari berbagai fasilitas. Dia melewatkan masa kecilnya layaknya anak pada umumnya, bahkan dia bermimpi kelak ingin menjadi tentara seperti ayahnya.

Saat masuk usia remaja, dia pernah menjadi salah satu anggota GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia), salah satu organisasi underbow PNI yang setara dengan PII (Pelajar Islam Indonesia) Masyumi.


Lulusan terbaik AKABRI 1973

Mimpinya untuk menjadi tentara benar-benar dia wujudkan. Rencanya setelah lulus SMA pada 1968, dia akan mendaftar Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), tetapi dia terlambat mendaftar.

Sebagai gantinya dia melanjutkan pendidikan di jurusan Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS). Namun kemudian dia memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur sembari mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian Akabri kedua kalinya.

Tahun 1970, akhirnya SBY diterima sebagai murid di Akabri, Magelang, Jawa Tengah. Dia lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. Dia satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto.

Semasa sekolah di sana SBY begitu menonjol hingga lulus menjadi lulusan terbaik Akabri dan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya pada tahun 1973.


Karir Militer

Karirnya di dunia militer dimulai dengan menjabat sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.


Fasih berbahasa Inggris

Berkat kecerdasan dan kefasihannya dalam berbahasa Inggris, dia mendapat kesempatan untuk melanjutkan sekolah di pendidikan lintas udara (Airborne School) dan pendidikan pasukan komando (US Army Ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, pada 1975.


Karir politik

Karir politik SBY dimulai saat Presiden KH Abdurrahman Wahid memintanya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi Republik Indonesia pada tahun 2000. Semenjak saat itu, dia memutuskan untuk pensiun dari dunia militer.

Pada tanggal 26 Oktober 1999, saat penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid, SBY dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam).

Belum genap setahun menjabat, pada 1 Juni 2001, dia dipaksa mundur dari posisinya karena terjadi ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR.

Saat era Presiden Megawati Soekarnoputri berjalan, dia kembali dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001.


Pendiri Partai Demokrat

Partai Demokrat berdiri pada 9 September 2001 saat SBY berada di puncak karir politiknya. Partai ini disahkan pada 27 Agustus 2003. Pada Kongres IV Partai Demokrat yang diadakan di Hotel Shangri-La, Surabaya, 12 Mei 2015, Susilo Bambang Yudhoyono kembali terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode 2015–2020.


Presiden pertama yang dipilih melalui pemilu

Setelah mengundurkan diri pada 11 Maret 2004 dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di era kepemimpinan Megawati, SBY mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia dalam pemilu 2004 melawan Megawati. Saat itu, SBY menggandeng Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya dan memenangkan pemilihan dengan perolehan suara di atas 60 persen.

Periode pertama kepemimpinannya berakhir pada tahun 2009, dia kembali maju mencalonkan diri menjadi Presiden RI bersama Boediono. Lawannya saat itu adalah Megawati dan Prabowo yang hanya mendapat perolehan suara 32.548.105 atau 26,79 persen. Pada periode kedua ini, dia memimpin dari tahun 2009-2014.


Keluarga

Hati SBY berlabuh pada seorang gadis bernama Kristiani Herawati, anak dari Letjen Sarwo Edhie Wibowo dan Siti Sunarti Sri Hidayah. Mereka menikah pada 30 Juli 1976 dan dikaruniai dua orang putra bernama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lahir pada 10 Agustus 1978 dan besar dengan meniti karir di bidang militer sejak lulus pada tahun 2000 hingga 2016. Setelah itu, dia ditunjuk untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2016.

Sejak saat itu, dia aktif di dunia politik dan bergabung di partai ayahnya yaitu partai Demokrat. Pada 2020, dia menggantikan SBY setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020–2025 secara aklamasi dalam Kongres Ke V Partai Demokrat pada tanggal 15 Maret 2020 di Jakarta Convention Center.

Sedangkan adiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) lahir pada 24 November 1980 di Bandung, Jawa Barat. Berbeda dengan kakanya, Ibas tidak meniti karir di dunia militer, tetapi dia bersekolah ilmu ekonomi di Bachelor of Commerce in Finance De Commerce, Curtin University Perth pada tahun 2005.

Pada tahun 2009, Ibas berkecimpung dalam perpolitikan Indonesia dengan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, mewakili 5 daerah yaitu Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi.

Saat ini, dia mengemban tugas sebagai anggota DPR Komisi VI periode 2019 – 2024, yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi UKM, BUMN, investasi dan standarisasi. Selain itu, dia juga aktif di partai Demokrat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI periode 2019-2024.

(Sekar Aqillah Indraswari)


Baca Juga

Berita terkait
SBY Mengidap Kanker Prostat Tingkat Awal
SBY juga sudah menjalani pengobagan dengan dokter di Indonesia dan mereka juga sudah berkoordinasi dengan dokter luar negeri.
Mengenal Apa Itu Kanker Prostat yang Diderita SBY
Namun, apakah yang dimaksud dengan kanker prostat yang dialami SBY? Simak penjelasannya lebih lanjut.
Staf Pribadi SBY Membenarkan Presiden RI Ke-6 Didiagnosa Kanker Prostat
Staf Pribadi Presiden RI Ke-6 SBY Ossy Dermawan membenarkan bahwa SBY didiagnosa kanker prostat dan akan berobat keluar negeri guna pengecekan.
0
Profil Presiden RI ke-6 SBY yang Kini Mengidap Kanker Prostat
Semenjak menjabat sebagai Menteri memutuskan untuk pensiun dari dunia militer.