Pria Jepang dengan Julukan Pembunuh Twitter Dihukum Mati

Seorang pria Jepang yang membunuh dan memutilasi sembilan orang setelah menghubungi mereka melalui Twitter dihukum mati
Takahiro Shiraishi (Foto: jacarandafm.com/AFP)

Jakarta - Seorang pria Jepang yang membunuh sembilan orang setelah menghubungi mereka melalui Twitter dijatuhi hukuman mati. Kasus pembunuhan ini sempat mengejutkan negara tersebut.

Takahiro Shiraishi, yang dijuluki "pembunuh Twitter", ditahan pada tahun 2017 setelah bagian-bagian tubuh manusia ditemukan di flatnya.

Dia mengaku bersalah atas kejahatan itu pada Oktober, berkata bahwa tuduhan yang diarahkan padanya "semuanya benar". Delapan korbannya adalah perempuan, salah satunya berusia 15 tahun.

Sebelumnya, pengacara Shiraishi berkata bahwa tuntutan hukuman bagi kliennya seharusnya dikurangi, mengklaim bahwa korban-korbannya memiliki keinginan untuk bunuh diri dan telah memberikan persetujuan untuk dibunuh.

Pria 30 tahun ini membujuk para korban, mengatakan bahwa ia dapat membantu mereka mati dan dalam beberapa kasus bahkan mengatakan akan turut bunuh diri bersama mereka.

Belakangan Shiraishi membantah versi kejadian yang dikemukakan tim pembelanya sendiri dan mengatakan bahwa dia membunuh tanpa persetujuan mereka.

Pada Selasa, 15 Desember 2020, hakim yang memutus perkara ini juga berkata bahwa "tidak ada korban yang setuju untuk dibunuh". "Terdakwa terbukti bertanggung jawab penuh," kata Naokuni Yano, seperti dilaporkan surat kabar The Strait Times (bbc.com/indonesia). []

Berita terkait
Korban Mutilasi di Kalibata City Punya Istri Jepang
Rinaldi Harley Wismanu ditemukan meninggal dunia di apartemen Kalibata City sudah menikah dengan seorang pramugari di Jepang.
0
Darmizal: Abdee Slank, Jati Diri Milenial yang Berpotensi
Ketua Umum Relawan Jokowi HM Darmizal MS mengatakan Abdee Slank merupakan jati diri milenila yang memiliki potensi untuk mengambagkan Telkom.