TAGAR.id – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menepis komentar sinis Presiden AS Donald Trump tentang pernikahannya, dengan menyebutnya tidak elegan. Macron menilai komentar itu tak pantas dan konflik Timur Tengah bukan “tontonan.” Jenipher Camino Gonzalez melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 3 April 2026).
Presiden Macron pada Kamis (3/4/2026) menepis komentar bernada ejekan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal pernikahannya. Macron menyebut komentar tersebut ''tidak elegan''.
Dalam sebuah video yang sempat diunggah Gedung Putih di YouTube sebelum kemudian dihapus, Trump mengejek presiden Prancis itu, sembari mengecam sekutu-sekutu NATO yang tidak ikut bergabung dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Iran.
Apa yang, di matanya tidak berguna bagi Amerika bisa dihilangkan... (gambar arsip) (Foto: dw.com/id - Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images)
Apa yang disebut Trump soal Macron?
"Kami sebenarnya tidak membutuhkan mereka, tapi saya tetap menanyakannya," kata Trump.
"Saya menelepon Prancis, Macron, yang diperlakukan dengan sangat buruk oleh istrinya. Masih dalam pemulihan dari pukulan di rahangnya," ujar Trump, merujuk pada sebuah video tahun lalu yang memperlihatkan Brigitte Macron mendorong wajah suaminya saat kunjungan ke Vietnam.
“Saya menelepon Prancis, Macron—yang istrinya memperlakukan dia dengan sangat buruk. Masih belum pulih dari pukulan di rahang kanan,” ujar Trump, merujuk pada video tahun lalu yang menunjukkan Brigitte Macron mendorong wajah Macron saat kunjungan ke Vietnam.
"Lalu, saya bilang, 'Emmanuel, kami ingin sekali mendapat bantuan di Teluk meski kami sedang mencetak rekor dalam mengalahkan orang-orang berbahaya dan melumpuhkan rudal balistik. Kami ingin bantuan. Jika Anda bisa, bisakah Anda segera mengirimkan kapal?'" lanjut Trump.
Trump kemudian menirukan logat Prancis untuk memperagakan respons Macron, "Tidak tidak tidak, kami tidak bisa melakukan itu, Donald. Kami bisa melakukannya setelah perang dimenangkan."
Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri konferensi pers di Istana Elysee, Paris, 7 Maret 2024. (Foto: voaindonesia.com/Christophe Ena/POOL/AFP)Apa yang disebut Trump soal Macron?
"Kami sebenarnya tidak membutuhkan mereka, tapi saya tetap menanyakannya," kata Trump.
"Saya menelepon Prancis, Macron, yang diperlakukan dengan sangat buruk oleh istrinya. Masih dalam pemulihan dari pukulan di rahangnya," ujar Trump, merujuk pada sebuah video tahun lalu yang memperlihatkan Brigitte Macron mendorong wajah suaminya saat kunjungan ke Vietnam.
“Saya menelepon Prancis, Macron—yang istrinya memperlakukan dia dengan sangat buruk. Masih belum pulih dari pukulan di rahang kanan,” ujar Trump, merujuk pada video tahun lalu yang menunjukkan Brigitte Macron mendorong wajah Macron saat kunjungan ke Vietnam.
"Lalu, saya bilang, 'Emmanuel, kami ingin sekali mendapat bantuan di Teluk meski kami sedang mencetak rekor dalam mengalahkan orang-orang berbahaya dan melumpuhkan rudal balistik. Kami ingin bantuan. Jika Anda bisa, bisakah Anda segera mengirimkan kapal?'" lanjut Trump.
Trump kemudian menirukan logat Prancis untuk memperagakan respons Macron, "Tidak tidak tidak, kami tidak bisa melakukan itu, Donald. Kami bisa melakukannya setelah perang dimenangkan." (Sumber: AFP, Reuters)/Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Algadri Muhammad/Editor: Prita Kusumaputri (dw.com/id). []