Palu, (Tagar 9/10/2018) - Palang Merah Indonesia (PMI) terus bergerak melakukan pelayanan Psikososial Support Program (PSP) kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Langkah ini dinilai perlu untuk memulihkan kondisi trauma psikologis warga setelah bencana tersebut. PMI menyebutkan, masyarakat di Palu, Donggala, dan Sigi masih merasakan trauma, terutama anak-anak. Kondisi mereka menghawatirkan memilih tidur di dalam tenda dan harus rela meninggalkan bangku sekolah.

Kondisi ini terlihat di Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Di lokasi ini, sedikitnya ada 500 kepala keluarga yang menempati pengungsian. Bahkan tidak sedikit di kampung ini sebagian warga masih ada yang bertahan di pegunungan akibat trauma kembali ke rumah masing-masing.

"Sudah hampir sepuluh hari tinggal di pengungsian. Tidak bisa sekolah dan takut kembali ke rumah," ucap salah satu anak, Pitria (6). Dirinya harus rela meninggalkan waktu belajar dan mainnya, tinggal di pengungsian bersama ratusan anak lainnya.

Pitria mengaku sangat senang bisa bermain bersama dengan kakak-kakak dari PMI di pengungsian. "Bisa belajar dan menggambar bersama, serta bermain, seperti main petak umpet, main bola," ujar Pitria.

PMIPendampingan yang dilakukan oleh relawan PMI Pusat terhadap anak-anak korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. (Foto: Dok. PMI Pusat)

Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Arifin M Hadi mengatakan, PMI telah melakukan trauma healing untuk kelompok rentan sesuai dengan hasil kaji cepat (Rapid Assesment) yang sebelumnya telah dilakukan tim PSP PMI. Hal ini sesuai arahan dan instruksi langsung ketua Umum PMI, Jusuf Kalla untuk mengerahkan sumber daya PMI yang ada.

Arifin mengatakan, tim PSP PMI telah melakukan kegiatan play theraphy dengan berbagai bentuk kegiatan. Misalnya bernyanyi bersama, menggambar, dan mengucapkan shalawat bersama. Tujuan utamanya agar anak-anak menemukan kembali keceriaan.

Sementara, Kepala Sub Tanggap Darurat dan Pemulihan PMI Pusat, Ridwan S Carman menambahkan, saat ini terus melakukan pelayanan terpadu, dari mulai pelayanan PSP, kesehatan, distribusi logistik, dan pelayanan distribusi air bersih.

Selain itu, tambah Ridwan, posko layanan pemulihan hubungan keluarga/Restoring Familiy Link (RFL) masih terus dibuka untuk informasi atau data yang dilaporkan masyarakat terdampak melalui laman laman/website familylinks.icrc.org/indonesia atau bisa datang langsung ke Posko PMI di Markas PMI Kota Palu, Jl. R.A Kartini No.20, Kota Palu, Sulawesi Tengah. []