UNTUK INDONESIA
PM Trudeau Sebut Kanada Tak Takut Ancaman China
PM Kanada berjanji akan terus membela masalah HAM di China dan dia mengatakan tidak takut ancaman China terkait suaka untuk aktivis Hong Kong
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara saat duduk di komite Covid-19 di Ottawa. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Ottawa - Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, berjanji akan terus membela masalah HAM di China. Hal ini dikemukakannya setelah seorang diplomat China memperingatkan Ottawa agar tidak menyambut aktivis pro-demokrasi Hong Kong, 16 Oktober 2020.

Duta Besar China di Ottawa, Cong Peiwu, 15 Oktober2020, memperingatkan Kanada agar tidak memberi suaka kepada aktivis Hong Kong. Langkah seperti itu, katanya, memiliki konsekuensi terhadap “kesehatan dan keamanan” dari 300 ribu warga Kanada yang tinggal di teritori China.

Kantort Berita "AFP" mengutip harian Kanada "The Globe and Mail" melaporkan, Ottawa baru-baru ini telah memberikan suaka kepada pasangan suami istri Hong Kong, sebuah keputusan yang tidak dikonfirmasi atau dibantah oleh pemerintah Kanada.

“Kami akan secara jelas dan nyaring membela HAM, di seluruh dunia, baik itu terkait dengan situasi yang dihadapi warga Uighur, situasi yang sangat memprihatinkan di Hong Kong, maupun memperingatkan China sehubungan diplomasi pemaksaannya,” kata Trudeau ketika ditanya tentang komentar duta besar China itu.

Sebuah petunjuk bahwa hubungan antara kedua negara semakin tegang tampak ketika Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne, mengecam komentar duta besar China itu dan menyebutnya sebagai “tidak bisa diterima dan sangat mengganggu.” (jm/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
China Tuntut 2 Warga Kanada Atas Tuduhan Mata-mata
Jaksa di China menuntut dua warga Kanada karena bersalah atas tuduhan tindak pidana memata-matai atau spionase, Jumat, 19 Juni 2020.
0
Pandemi, Kredit Bank Jatim ke UMKM Naik 12,24 Persen
Bank Jatim mencatat pertumbuhan penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar 12,24 persen menjadi Rp 6,46 triliun.