Indonesia
PKS PAN Percaya Quick Count Jokowi Menang?
Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) percaya quick count Jokowi menang?
Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno (kedua dari kiri) rapat bersama Prabowo Subianto dan para Sekjen koalisi Indonesia Adil Makmur, Jumat malam 19 April 2019. (Foto: Instagram/Eddy Soeparno)

Jakarta - PKS dan PAN percaya pada hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei yang menunjukkan posisi mereka dalam pemilihan legislatif 2019. Namun, menjawab diplomatis mengenai quick count yang menunjukkan Jokowi menang Pilplres 2019. 

Hal tersebut dikemukakan  Pengurus DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Benny Suharto dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Benny Suharto kepada wartawan di Jakarta, mengatakan partainya percaya hasil quick count atau hitung cepat lembaga survei. Meski begitu, dirinya mengatakan untuk hasil pemilihan presiden, PAN bersama partai koalisi masih lebih berpatok pada sumber data internal.

Saya tidak ingin terpengaruh dengan kooptasi berbagai lembaga survei itu. Kami lebih berpatok pada hasil survei dan real count yang kita lakukan sendiri.

Sementara Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno saat dihubungi, menolak mengomentari hasil quick count berbagai lembaga survei yang beredar. Ia mengatakan lebih percaya hasil survei dan real count internal yang dilakukan sebelum dan setelah Pemilu 2019.

"Saya tidak ingin terpengaruh dengan kooptasi berbagai lembaga survei itu. Kami lebih berpatok pada hasil survei dan real count yang kita lakukan sendiri," kata Eddy kepada Tagar News, Jumat sore 19 April 2019.

"Sebelumnya (menurut survei elektabilitas internal) kita berada di angka 5,9 persen sampai 6,8 persen, setelahnya (Pileg 2019) kita berada di angka 6,72 persen," lanjutnya.

Mengenai hasil hitung cepat pemilihan presiden yang menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf, Eddy menolak berkomentar. Ia menyebut berpatokan pada hasil real count partai koalisi.

Eddy juga mengatakan pihaknya memerintahkan seluruh kader PAN untuk menyetorkan dokumentasi formulir C1 pilpres di tiap TPS, untuk dikoordinasikan dengan lembaga quick count internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

"Kita berpegang pada hasil quick count dan real count internal koalisi. Kami  juga telah memerintahkan kepada seluruh kader PAN di seluruh Indonesia untuk menyetorkan laporan dokumen C1, untuk dikoordinasikan dengan tim di BPN," tegas Eddy Soeparno.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera sebelumnya juga mengaku percaya dengan hitung cepat yang dirilis sejumlah lembaga. Kepada wartawan dirinya mengutip angka dari berbagai lembaga survei yang mengatakan partainya memperoleh angka 9 persen suara.

"Alhamdulillah, suara PKS naik, di beberapa lembaga survei bahkan mencapai 9 persen," kata Mardani, seperti dilansir Kompas pada Kamis 18 April 2019.

Saat Tagar News menghubungi guna mengkonfirmasi pernyataan tersebut, Mardhani tidak memberikan respon. 

PKS dan PAN adalah partai pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. 

Sejauh ini hasil hitung cepat (quick count) lembaga-lembaga survei kredibel terdaftar resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan Jokowi-Ma'ruf menang secara nasional dalam Pilpres 2019. Sementara Prabowo berdasar survei internal BPN mengklaim kemenangan dalam Pilpres 2019. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Sikap GAMKI, Ansor, dan 9 Organisasi Terkait Papua
GAMKI, GP Ansor dan 9 organisasi kepemudaan menyatakan sikap terhadap peristiwa di Malang dan Surabaya terkait persekusi mahasiswa Papua.