UNTUK INDONESIA
Pesawat Airbus, Produk Prancis di Indonesia yang Diboikot
Pesawat Airbus merupakan salah satu jenis produk buatan Prancis yang diboikot negara-negara muslim dunia, tapi dimiliki maskapai udara Indonesia.
Pesawat Airbus tipe A330-300 milik Garuda Indonesia yang menjadi salah satu produk asal Prancis yang diboikot. (Foto: Tagar/Website Garuda Indonesia)

Jakarta - Pesawat Airbus merupakan salah satu jenis produk buatan Prancis yang diboikot negara-negara muslim dunia dan dimiliki mayoritas maskapai penerbangan di Indonesia.

Informasi dirangkum Tagar dari berbagai sumber, Airbus merupakan produsen pesawat komersial yang berbasis di Toulouse, Prancis. Kompetitor pesawat Boeing ini mempekerjakan lebih dari 52.000 karyawan di seluruh dunia.

Pabriknya tersebar di beberapa negara eropa, namun dirakit final di negara asalnya, Prancis dan juga di Jerman. Pesawat rakitan pertama perusahaan ini berjenis Airbus A300, yang terbang pertama kali tahun 1972.

Hingga akhir 2018, dari 203 jumlah pesawat yang dicatatkan sebagai aset Garuda Indonesia Group, 24 pesawat diantaranya dibeli dari Airbus. Sisanya, antara lain 84 pesawat Boeing, 17 pesawat ATR, dan 10 pesawat Bombardier.

Kemudian, dari 283 unit armada milik Lion Air Group, 48 pesawat berlabel Airbus. Sisanya, antara lain terdiri dari 26 pesawat Cessna asal AS, 192 pesawat Boeing, dan 13 pesawat ATR. Selain itu, Lion Air juga memiliki 4 pesawat charter.

Sementara itu, Katadata.co.id merilis maskapai penerbangan di Indonesia yang mengoperasikan pesawat Airbus, umumnya bertipe A320 dan A330. Citilink mencatatkan jumlah kepemilikan paling banyak, yakni 53 unit, kemudian disusul Batik Air dengan 46 unit.

AirAsia punya 28 unit, dan Garuda Indonesia sebanyak 27 unit yang aktif beroperasi. Sedangkan Lion Air, menggunakan Airbus tipe ini hanya sebanyak 5 unit.

Website Resmi Garuda Indonesia menyebut perusahan BUMN itu saat ini memiliki pesawat Airbus dengan tipe A330-200, lalu Airbus A330-300, dan Airbus A330-900neo. Termasuk, pesawat Airbus yang pada akhir 2019 lalu sampai di Indonesia dengan skandal penyelundupan sepeda Brompton dan Harley Davidson.

Diberitakan Tagar sebelumnya, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, mengimbau umat Islam Indonesia memboikot produk Prancis. Hal itu berkaitan dengan sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membela penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan berekspresi.

Anwar mengatakan, pemboikotan produk Prancis tersebut dilakukan untuk menekan Presiden Macron agar segera meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia. Anwar juga menyampaikan dukungannya terhadap anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang telah memboikot semua produk Prancis.

"Mendukung sikap Organisasi Konferensi Islam atau OKI dan anggotanya seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, Bangladesh yan telah memboikot semua produk negara Prancis," tutur Anwar.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, negaranya tidak akan berhenti menerbitkan atau membicarakan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW.

Hal itu disampaikan Macron usai merespons guru sejarah bernama Samuel Paty yang dipenggal usai memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya dalam pelajaran kebebasan berekspresi pada awal Oktober 2020.[]

Berita terkait
Balas Sikap Macron, MUI Imbau Boikot Semua Produk Prancis
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, mengimbau umat Islam Indonesia memboikot produk Prancis terkait dengan hinaan Presiden Macron.
Daftar Produk-produk Prancis yang Diboikot di Indonesia
Beriktu daftar produk-produk Prancis yang diboikot di Inonesia. Hal ini dipicu oleh ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Pakar Ekonomi: Boikot Produk Prancis di RI Tidak Berdampak
Pakar Ekonomi mengatakan bahwa produk-produk Prancis yang diboikot di Indonesia tidak akan memperngaruhi apa-apa.
0
Pesawat Airbus, Produk Prancis di Indonesia yang Diboikot
Pesawat Airbus merupakan salah satu jenis produk buatan Prancis yang diboikot negara-negara muslim dunia, tapi dimiliki maskapai udara Indonesia.