Jakarta, (Tagar 26/3/2019) - Gus Mus di sini bukan Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang sekaligus Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Gus Mus di sini adalah Bisri Mustofa santri Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Gus adalah panggilan populer untuk anak laki-laki di kalangan NU, biasanya panggilan Gus disematkan pada anak kiai, namun tentunya tak ada larangan juga memanggil seorang santri laki-laki dengan sebutan Gus walaupun ayahnya bukan kiai.

Presiden Joko Widodo bertemu Gus Mus yang adalah Bisri Mustofa, Minggu (24/3). Pertemuan dengan Gus Mus ini begitu mengesankan bagi Jokowi hingga ia membuat catatan khusus di akun Instagramnya. 

Jokowi dan Gus MusPresiden Joko Widodo dan Bisri Mustofa santri Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. (Foto: Instagram/@jokowi)

Jokowi mengunggah foto dirinya bersama Gus Mus. Dalam foto, Gus Mus tampak tertawa lepas sampai matanya terpejam, sementara Jokowi memegang papan kecil bertuliskan Ojo Nesu yang artinya jangan marah.

Bersama unggahan foto itu Jokowi menulis catatan bercampur Bahasa Jawa:

"Selamat pagi. Ini pesan dari Bisri Mustofa, santri Pondok Pesantren Salafi Induk, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, yang saya temui semalam.

Pertama, jangan lupa bahagia! Bahagia itu apa? Kata Bisri, 'Bahagia itu taat ibadah kepada Gusti Allah. Takzim kaleh (kepada) pemerintah. Nderek kalih (mengikuti kata) syekh. Selalu tersenyum dalam keadaan apa pun. Kedua, ojo nesu. Jangan marah-marah. Nesu itu sifat yang tidak baik. Kabeh kuwi ojo nganggo (Semua itu jangan pakai) emosi. Sesuatu kalau pakai emosi akan tidak baik dan memberikan banyak mudharat buat orang lain.' Terima kasih Bisri Mustofa." []

Baca juga: