UNTUK INDONESIA
Persija Juara, Ada Peran Besar Anak Siantar di Dalamnya
Persija Jakarta akhirnya meraih gelar juara dalam Liga 1 Gojek-Bukalapak musim usai menaklukkan Mitra Kukar dengan skor 2-1
Pesepak bola Persija Jakarta Riko Simanjuntak (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Mitra Kukar FC Dedy Hartono (kanan) dalam pertandingan liga 1 2018, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/12/2018). Persija Jakarta berhasil mengalahkan Mitra Kukar FC dengan skor 2-1 dan memastikan juara Liga 1 2018. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Jakarta, (Tagar 9/12/2018) - Persija Jakarta akhirnya meraih gelar juara dalam Liga 1 Gojek-Bukalapak musim usai menaklukkan Mitra Kukar dengan skor 2-1 di laga pekan terakhir atau pekan ke-34 di Jakarta, Minggu (9/12).

Dua gol dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta tersebut dicetak oleh penyerang Marko Simic pada menit ke-17 dan 59. Sementara Mitra Kukar mencetak gol di menit ke-88 melalui tendangan Aldino Herdianto.

Gelar juara menjadi catatan manis bagi Persija karena terakhir kali mereka mendapatkan gelar serupa adalah tahun 2001 atau 17 tahun lalu.

Raihan gelar juara ini tak terlepas dari penampilan konsisten beberapa pemain andalannya selama liga berlangsung, seperti Marko Simic, Novri Setiawan, Rohit Chand, Renan Silva, hingga sang kapten Ismed Sofyan. Tak ketinggalan peran krusial dari pemain sayap mereka, Riko Simanjuntak.

Khusus bagi Riko, ini merupakan buah manis perjuangannya melanglangbuana dari satu klub ke klub lainnya sebelum akhirnya berlabuh ke Persija Jakarta di musim ini. Sejak masuk ke tim Macan Kemayoran ini, Riko langsung menjadi pilihan utama dan tempatnya tak tergantikan.

Pemain kelahiran Pematangsiantar 26 Januari 1992 ini mulai menunjukan bakatnya yang luar biasa sejak bermain di level SMA. Saat itu ia membawa sekolahnya SMA Negeri 1 Pematangsiantar menjadi juara dalam turnamen antar SMA di Pematangsiantar tahun 2008.

Ia memulai karir di jenjang nasional ketika bergabung dengan PSMS Medan tahun 2012-2013. Selepas itu, ia bergabung dengan PS Bangka lalu meloncat ke Gresik United.

Karirnya mulai cemerlang saat bergabung dengan Semen Padang dan menjadi andalan di klub tersebut. Sayangnya, pada musim kompetisi 2016-2017, Semen Padang terdegradasi ke Liga 2.

Pelatih Persija Stefano Cugurra yang melihat bakatnya langsung menarik Riko dari Semen Padang dan membawanya ke Persija. Ia dikontrak Persija selama dua tahun dan habis masa kontrak 31 Desember 2019 nanti. Di klub kebanggaan ibukota Jakarta ini, Riko semakin menunjukan kemampuannya. Perannya tak tergantikan di posisi sayap kanan yang kadang berubah ke posisi sayap kiri.

Penampilannya yang cemerlang di Persija, membawa Riko juga menjadi salah satu andalan Tim Nasional Indonesia. Dari era pelatih Luis Milla sampai ke Bima Sakti, Riko selalu dipanggil membela Timnas Indonesia, termasuk di Piala AFF lalu.

Di Persija musim ini, dari 34 laga, ia bermain sebanyak 27 kali sebagai pemain utama dengan tiga gol dan sembilan assist. Ia absen membela Persija saat dipanggil tim nasional. 

Selama di Persija, ia tampil dominan dan punya peran besar atas laju Persija. Ia dijuluki si kancil karena posturnya yang pendek dengan 1,58 meter namun lincah mengelabui bek-bek lawan. 

Usai kekalahan Timnas Indonesia lawan Thailand di Piala AFF, Sabtu (17/11) lalu, pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti, mengatakan bahwa klub-klub di Thailand mulai tertarik dengan Riko Simanjuntak.

"Riko sudah banyak dibicarakan dengan klub-klub di Thailand, semoga saja pemain lain bisa menyusul," kata Bima Sakti. 

"Yang pasti kecepatan Riko menjadi pembicaraan di sana," ucap Bima Sakti menambahkan. 

Selamat untuk Persija Jakarta dan selamat untuk Riko Simanjuntak. []





 



Pada menit kedelapan Ismed Sofyan membuka peluang, tetapi tendangannya tak tepat sasaran gawang Mitra Kukar yang dikawal Yoo Jaehoon.

Terus mengurung pertahanan lawannya, Persija kemudian mendapatkan hadiah penalti setelah Marko Simic dianggap terjatuh karea pelanggaran bek Saepuloh Maulana.

Simic yang mengambil sendiri sepakan 12 pas pada menit ke-17 tidak menyiayiakan kesempatan. Gol tercipta dan skor 1-0 untuk keunggulan anak-anak asuh pelatih Stefano "Teco" Cugurra.

Mitra Kukar yang memainkan para pemain muda seperti Septian David Maulana dan Muhammad Luthfi terus berada dalam tekanan setelah gol tersebut. Peluang demi peluang Persija terus tercipta, tetapi tak ada gol tambahan terjadi.

Skor tetap 1-0 untuk keunggulan Persija sampai pertandingan memasuki masa jeda. Pada babak kedua, Mitra Kukar yang dilatih Rahmad Darmawan semakin berani jual beli serangan.

Tujuh menit paruh kedua dimulai, Mitra Kukar mengancam melalui Mauricio Leal, tetapi sepakannya dapat diamankan kiper Persija Andritany Ardhiyasa.

Namun, dua menit kemudian atau menit ke-59, Persija membalas serangan itu dengan sebuah gol melalui sundulan Marko Simic. Gol ini sempat membuat pertandingan terhenti selama kurang lebih lima menit karena protes dari pemain-pemain Mitra Kukar.

Setelahnya, laga berjalan semakin menarik. Mitra Kukar memperkecil kedudukan melalui tendangan keras Aldino Herdianto pada menit ke-88.

Tak ada gol lain datang setelahnya. Skor bertahan 2-1 untuk kemenangan Persija Jakarta.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Persija: Andritany Ardhiyasa-pg, Ismed Sofyan (kapten), Jaimerson Xavier, Maman Abdurahman, M. Rezaldi Hehanussa, Rohit Chand, Sandi Sute (46', Ramdani Lestaluhu), Novri Setiawan, Renan da Silva (74', Asri Akbar), Riko Simanjuntak, Marko Simic (88', Bambang Pamungkas).

Mitra Kukar: Yoo Jaehoon-pg, Dedy Gusmawan (kapten, 87', Andre Agustiar), Mauricio Aparecido, Saepuloh Maulana, Wiganda Pradika, Dedy Hartono, Muhammad Luthfi, Septian David Maulana (75', Aldino Herdianto), Anindito Wahyu, Fernando Rodrigues, Hendra Adi Bayauw (73', Arif Suyono). (M054).

Berita terkait
0
Hasil Tes Urine Penganiaya Dua Anak di Labuhanbatu
Sejumlah kalangan menduga bahwa pelaku persekusi dua anak di bawah umur di Kabupaten Labuhanbatu, adalah pengguna narkoba.