UNTUK INDONESIA
Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan Tunggu Jokowi
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini masih menunggu Presiden Joko Widodo, soal kasus penyiraman air keras.
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019. (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya).

Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan enggan berkomentar banyak saat ditanyakan soal kelanjutan kasus penyiraman air keras yang menimpanya dua tahun lalu. Hingga kini Novel masih menunggu Presiden Joko Widodo. 

Jokowi bahkan telah memberikan tenggat waktu kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan paling lambat awal Desember 2019.

"Pak Jokowi sudah tiga kali kasih deadline, kita tunggu saja, jadi kita lihat," kata Novel saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu malam, 9 November 2019.

Pak Jokowi sudah menyatakan memberikan waktu tambahan sampai bulan Desember, agar kasus bang Novel itu bisa dituntaskan.

Dia juga tidak menjawab banyak saat ditanyai soal batas waktu mengenai penyelesaian kasus penyiraman air keras yang menimpanya. Novel hanya mengatakan belum memiliki rencana ke depan, jika kasusnya belum juga terungkap oleh pihak kepolisian.

"Enggak, enggak tahu ya," ucapnya singkat.

Namun Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo merespons berbeda. Dia mengaku optimis terhadap penuntasan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel, karena ia sudah mendengar perkataan langsung dari RI-1. 

"Kami optimis bahwa kasusnya bang Novel ini akan terus dikebut, karena Pak Jokowi sendiri itu sudah menyatakan bahwa memberikan waktu tambahan sampai bulan Desember agar kasus bang Novel itu bisa dituntaskan," kata Yudi kepada Tagar, Selasa, 5 November 2019.

Yudi berharap betul Polisi dapat segera menemukan titik terang. Menurut dia, kesempatan yang diberikan presiden hingga bulan depan, semestinya dapat memotivasi pihak kepolisian guna mengungkap kasus yang sudah menguap dua tahun.

"Kami masih optimis setelah beliau menyatakan 3 bulan gitu ya, dan 3 bulan terlewati. Mungkin karena ada tambahan yang dijadwalkan kepada beliau. Awal Desember ke depan target pelaku ditangkap. Kami percaya-lah, apalagi kan yang berbicara ini langsung Kepala Negara," tutur Yudi. 

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor seusai Novel menjalankan salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. []

Berita terkait
Novel Baswedan Anggap Dewi Tanjung Hina Kepolisian
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengganggap pelaporan Politikus PDIP Dewi Tanjung malah menghina kepolisian.
Pemerintah Tak Niat Selesaikan Kasus Novel Baswedan
Haris Azhar, tim advokasi penyidik senior KPK Novel Baswedan menilai pemerintah tak berniat tuntaskan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.
Haris Azhar Pesimistis Soal Kasus Novel Baswedan
Tim advokasi penyidik senior KPK Novel Baswedan Haris Azhar mengatakan sudah tak berharap banyak kasus penyiraman air keras terselesaikan.
0
Jatim Akan Lebih Represif dalam Penerapan PSBB
Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim akan lebih agresif dalam melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).