Penjualan Ponsel 5G Diprediksi Melambat

Penjualan ponsel pintar generasi kelima atau 5G secara global diprediksi akan melambat seiring meluasnya wabah virus corona di beberapa negara.
OPPO mengumumkan keberhasilannya melakukan panggilan video multiparty pertama di dunia dengan smartphone jaringan 5G dengan menggunakan ponsel Oppo Reno 5G. (Foto: Oppo)

Jakarta - Penjualan ponsel pintar generasi kelima atau 5G secara global diprediksi akan melambat seiring meluasnya wabah virus corona di beberapa negara. Demikian dikatakan lembaga riset pasar Strategy Analytics. 

Lembaga itu memprediksi penjualan smartphone 5G pada tahun 2020 mengalami perlambatan menyusul wabah virus corona. 

“Model 5G yang akan datang dari Apple iPhone dan merek besar lainnya, hal ini berarti 5G akan menjadi bagian terpanas dari pasar ponsel pintar di seluruh dunia tahun ini," kata direktur eksekutif Strategy Analytics, Neil Mawston, dilansir Kantor Berita Yonhap, dikutip dari Antara, Jumat, 31 Januari 2020. 

“Namun, virus corona saat ini membatasi perdagangan di beberapa bagian di China, dan ini dapat menyebabkan perlambatan pasokan atau permintaan 5G di seluruh Asia atau di seluruh dunia selama paruh pertama 2020. Para pemain industri harus siap menghadapi gelombang penjualan 5G di beberapa pasar,” ujar dia. 

Samsung

Sementara itu, Samsung menjadi pemain nomor dua di pasar ponsel pintar 5G secara global pada 2019 dalam hal pengiriman. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu berhadapan dengan rivalnya dari China, Huawei, yang berada di posisi pertama. 

“Persaingan vendor yang sengit di China dan subsidi yang besar dari operator di Korea Selatan menjadi pendorong utama permintaan 5G," kata direktur Strategy Analytics, Ken Hyers. 

“Wilayah lain, seperti AS dan Eropa, tertinggal di belakang Asia, namun kami berharap wilayah tersebut akan menutup kesenjangan angka akhir tahun ini,” ujar dia.

Samsung memiliki 35,8 persen pangsa pasar smartphone 5G global tahun lalu, dengan pengiriman 6,7 juta smartphone 5G di seluruh dunia.

Huawei

Sementara, data menunjukkan, Huawei menempati urutan pertama dengan mengirimkan 6,9 juta smartphone 5G untuk pangsa pasar 36,9 persen. 

Terlepas dari perang dagang AS-China, posisi teratas Huawei sebagian besar dibantu oleh penjualan di negara asalnya. Namun, pengiriman smartphone 5G Samsung menjangkau berbagai negara, dari Inggris hingga Amerika Serikat (AS).

Produsen smartphone asal China lainnya, Vivo, mengambil tempat ketiga, dengan pangsa pasar 10,7 persen, diikuti oleh Xiaomi dengan 6,4 persen. Selanjutnya, perusahaan teknologi asal Korea Selatan, LG, berada di peringkat 5 dengan 4,8 persen. 

Menurut Strategy Analytics, pengiriman global ponsel pintar 5G mencapai 18,7 juta perangkat pada 2019, lebih tinggi dari ekspektasi industri. 

Penjualan smartphone 5G di seluruh dunia diproyeksikan meningkat tahun ini karena pembuat ponsel akan merilis lebih banyak perangkat yang mendukung 5G. 

Lembaga riset pasar yang berbasis di AS, Gartner, bahkan memprediksi penjualan smartphone 5G tahun ini dapat melampaui 221 juta perangkat. []

Berita terkait
Realme X50 5G Meluncur di China
Realme X50 5G resmi meluncur di China, ponsel pintar pertama Realme yang mendukung jaringan generasi kelima atau 5G.
Xiaomi Black Shark 3 5G, Ponsel Pertama Ber-RAM 16GB
Xiaomi akan merilis generasi penerus dari perangkat Black Shark yang diberi nama Black Shark 3 5G.
5 Smartphone Konektivitas 5G yang Rilis 2019
Sejumlah produsen teknologi sudah memproduksi smartphone berkonektivitas 5G sejak 2019 hingga tahun mendatang.
0
Penundaan Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 Dikesampingkan
Ketua panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Jepang, mengesampingkan pembatalan pesta olahraga musim panas di Tokyo