UNTUK INDONESIA
Penjualan Mobil di China Diperkirakan Turun 8 Persen
Perlambatan pertumbuhan ekonomi di China berimbas pada sektor otomotif. Penjualan mobil tahun ini diperkirakan turun 8 persen
Seorang anggota staf bekerja di bagian perakitan di sebuah pabrik di Fuyang, provinsi Anhui, China, Senin (17/4). (Foto: Ant/China Daily/Reuters)

Beijing - Penjualan mobil di China diperkirakan turun 8 persen menjadi 26 juta unit tahun ini. Fu Bingfeng, Wakil Ketua Asosiasi Produsen Otomotif China mengingatkan bahwa pasar mobil di China akan mengalami kontrasi untuk kedua kalinya karena dampak perlambatan ekonomi dan aturan standa emisi yang ketat."Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi yang dirilis Juli lalu sebesar 5 persen," katanya seperti diberitakan dari autonews.com, Jumat, 1 Oktober 2019.

Menurut Fu Bingfeng, penurunan di industri otomotif sebenarnya terjadi secara global. Perusahaan seperti General Motors, Ford, dan Peugeot, semuanya melaporkan penurunan persentase penjualan hingga dua digit. Beberapa perusahaan otomotif skala yang lebih kecil mengurangi kapasitas produksinya, bahkan ada yang menutup pabriknya dan berkonsolidasi dengan perusahaan lain. "Untuk tahun ini, kami masih melihat apakah dapat mempertahankan penjualan 26 juta unit," ucapnya.

Fu Bingfeng mengatakan penurunan penjualan harus dilihat sebagai bagian dari transformasi industri otomotif menuju standar produksi yang lebih tinggi, kendaraan rendah emisi dan kendaraan berkonsep energi baru.Namun ia masih optimistis dengan prospek penjualan mobil tahun depan.

Pada tahun lalu, jumlah penjualan mobil di China mencapai 28 juta unit atau turun tiga persen dari tahun sebelumnya. Ini merupakan penurunan pertama sejak 1990-an di negara yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Penjualan bulanan turun di September, menandai penurunan yang ke-15 kali berturut-turut.

Penjualan mobil di China masih berada di jalur (on track) yang diperkirakan akan mencapai 30 juta unit pada 2030. Namun, di tengah penurunan penjualan, perusahaan otomotif asal Jepang, Suzuki Motor Corp mengumumkan akan menutup pabriknya di China. Suzuki Motor akan menjadi produsen mobil besar asing pertama yang keluar dari negara itu.

Penurunan penjualan juga meluas ke unit mobil energi terbarukan (new energy vehicle - NEV) karena imbas pemotongan subsidi. Penjualan NEV anjlok 34 persen pad September, menyusul penurunan 16 persen pada Agustus 2019.

Berita terkait
Penjualan Mobil Naik Tipis, Saham Tesla Turun 6 Persen
Tesla menghadapi tekanan untuk bisa meningkatkan penjualan mobil listrik sehingga berpengaruh terhadap saham yang turun 6 persen di Wall Street
Enam Mobil Listrik China Mejeng di Pameran Otomotif
China merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, mencapai 1,2 juta unit kendaraan listrik dan hybrid pada 2018.
Revolusi Otomotif Lahirkan Pabrik Robotik
Industri otomotif tidak bisa mengelak dari revolusi teknologi menuju era kendaraan listrik.
0
Nataru, Awas Makanan Kadaluarsa Beredar di Jateng
Disperindag Jateng mewaspadai beredarnya makanan kadaluarsa di jelang Natal dan Tahun Baru. Tahun lalu ditemukan kasus tersebut.