Penghargaan Untuk Film Terburuk Hollywood

Film-film terburuk Hollywood dapat penghargaan khusus Razzies Award, mengapa penghargaan ini bisa muncul?
Razzie Awards ke 36 di Downtown Palace, 27 February 2016 di Los Angeles, California, AS (Foto: bbc.com/indonesia - UNIQUE NICOLE)

Oleh: Nicholas Barber - BBC Culture

The Golden Raspberry telah 'merayakan' film-film jelek selama empat dekade. Apakah acara ini masih relevan atau sudah tidak lucu?

Eddie Murphy sibuk belakangan ini. Sekuel Coming to America baru saja keluar, dan Dolemite Is My Name yang dinominasikan Golden Globe dirilis pada 2019.

Sebelum kembali ke dunia perfilman, Murphy sudah lama absen. Film sebelumnya adalah drama manis berjudul Mr Church, yang gagal pada tahun 2016. Sebelumnya lagi ada komedi romantis berjudul A Thousand Words pada tahun 2012, dan gagal juga.

Singkatnya, seorang aktor yang biasanya membintangi film setiap tahun, nyaris tidak bermain film lagi selama 10 tahun terakhir. Alasannya? "Mereka memberi saya Razzies," kata Murphy menjelaskan di podcast WTF Marc Maron awal bulan April 2021 ini.

"(Mereka) memberi saya gelar 'aktor terburuk' di Razzie. (Saya piker) mungkin sudah waktunya untuk rehat," kata dia.

Salah satu pendiri Razzies, John JB Wilson, justru bangga telah menimbulkan reaksi seperti itu. "Anggap saja kami telah menyelamatkan kalian dari film-film itu," katanya kepada BBC Culture.

The Razzies, atau nama resmi mereka, The Golden Raspberry, merayakan ulang tahun ke-40 tahun ini. Belum pernah dengar? Mereka adalah anti-Oscar: penghargaan tahunan yang diberikan kepada film-film Hollywood terburuk sepanjang tahun.

Filmnya beraneka macam, mulai dari Howard the Duck hingga Hudson Hawk, dari Showgirls hingga Striptease, dari Battlefield Earth hingga The Last Airbender, hingga nominasi tahun ini, film Robert Downey Jr yang amburadul, Dolittle, dan debut sutradara Sia, Music. (Rudy Giuliani mendapat nominasi aktor pendukung terburuk untuk penampilannya di Borat: Subsequent Moviefilm.)

The Razzies mungkin tidak seterkenal Oscar, tetapi sudah identik dengan kejahatan paling keji Amerika terhadap sinema. Jika sebuah film "memenangkan" Razzie, tanda memalukan itu pasti akan muncul di halaman Wikipedia dan di setiap artikel yang pernah ditulis tentang film tersebut.

Film Robert Downey Jr, Dolittle, dinominasikan untuk film terburuk di Razzies tahun ini, bersama 365 Days, Fantasy Island, Absolute Proof, and Music.

sharon stoneSharon Stone dinobatkan jadi aktris terburuk dalam Basic Instinct 2, 2007 (Foto: bbc.com/indonesia – HECTOR MATA)

Semuanya berawal dari pesta malam Oscar yang diadakan di ruang tamu John JB Wilson di Los Angeles pada tahun 1981.

Lahir di Chicago, Wilson belajar di sekolah film UCLA, dan kemudian menjadi copywriter di sebuah perusahaan yang memproduksi trailer. Pada 1980, ia menghadiri pemutaran dua film musik disko-tastic,Can't Stop the Music, dibintangi Village People, dan Xanadu, dibintangi Olivia Newton-John.

Dua film itu begitu mengerikan, pikirnya, sehingga mereka pantas untuk ditunjuk dan dipermalukan. "Saya sedang dalam perjalanan pulang," katanya melalui telepon dari Los Angeles, "dan saya sangat ingat berpikir, 'Ada Oscar untuk film-film bagus, tapi tidak ada penghargaan di sisi sebaliknya'".

Maka Wilson dan temannya, Mo Murphy, mengadakan upacara penghargaan mereka sendiri untuk menghibur rekan-rekannya dari perusahaan trailer. Tanpa biaya, program dicetak, surat suara diisi dan dihitung, dan setelah para tamu menonton Oscar di televisi, Wilson ingat, "kami melakukannya di sebelah meja prasmanan".

Film terburuk perdana Razzies adalah Can't Stop the Music, dan sutradara terburuk adalah Robert Greenwald untuk Xanadu, meskipun Stanley Kubrick juga masuk nominasi untukThe Shining.

Wilson sangat senang dengan hasilnya sehingga dia mengirimkan siaran pers beberapa hari kemudian. Tiga tahun setelah itu, dia kepikiran bahwa jika dia memindahkan waktu acara ke malam sebelum Oscar, semua reporter showbiz di Los Angeles akan bersyukur karena ada bahan untuk ditulis.

"Ketika CNN meminta untuk hadir dan meliput acara kami pada tahun 1984, saya menyadari ini bukan lagi acara main-main."

1. Persaingan untuk Oscar

The Razzies mendapatkan publisitas yang lebih besar pada tahun 1988 dari Bill Cosby. Komedian yang sekarang terpuruk itu telah membuat, membintangi, dan merencanakan film mata-mata yang gagal, Leonard Part 6, yang memenangkan Razzies untuk film, aktor, dan skenario terburuk.

Ingin mengubah malang jadi untung, Cosby mengumumkan bahwa jika Wilson dan Murphy akan mengasosiasikan diri mereka dengan seorang bintang yang dicintai seperti dirinya (ya, ironis), mereka harus memberinya hadiah emas yang bonafit.

Itu bukan standar Razzie. Piala Razzies, yang jarang diberikan kepada siapapun, terbuat dari plastik berbentuk buah raspberry yang ditempelkan di atas tabung film. "Kami sering mengatakan bahwa trofi itu sendiri bernilai $ 4,97," kata Wilson.

Tapi acara The Late Show di Fox menyikapi lelucon itu dengan serius dan memesan piala berlapis emas sungguhan di atas dasar marmer Italia. Piala Golden Raspberries ini diberikan pada Bill Cosby di acara The Late Show. Cosby membawanya ke acara NBC, The Tonight show, sambil berkata kepada Johnny Carson: "Saya menyapu bersih penghargaan!"

nominasi aktris terburukNominasi aktris terburuk 2012. Dari kiri atas: Martin Lawrence sebagai "Momma" in "Big Mommas: Like Father, Like Son," Sarah Palin sebagai dirinya sendiri di "Sarah Palin: The Undefeated" dan Sarah Jessica Parker di "I Don\'t Know How She Does It" and "New Year\'s Eve." (Foto: bbc.com/indonesia – ROBYN BECK)

Cosby memulai tren: Selebritas papan atas mulai menggunakan Razzies untuk membuktikan bahwa mereka bisa menertawakan diri sendiri. Beberapa bahkan datang ke upacara tersebut, yang pada tahun-tahun awalnya pindah dari rumah Wilson ke tempat yang makin besar dan makin besar lagi di sekitar Hollywood.

Paul Verhoeven hadir menerima tujuh Razzies yang dimenangkan oleh Showgirls pada tahun 1996; Halle Berry menerima penghargaan untuk aktingnya dalam Catwoman pada 2005; dan Sandra Bullock menjemput pialanya untuk All About Steve tahun 2010, pada malam sebelum dia memenangkan Oscar untuk film yang lebih buruk, The Blind Side.

Pemenang lain mungkin tidak hadir, tetapi selebritas seperti Dwayne "The Rock" Johnson telah mengirim twit dan membuat video untuk mengakui "kemenangan" mereka.

Empat besar penghargaan di industri hiburan AS adalah Emmy untuk televisi, Grammy untuk musik, Oscar untuk film dan penghargaan Tony untuk teater. Orang yang memiliki keempatnya dikatakan memiliki EGOT. Ketika Alan Menken, komposer Disney, diberi Razzie, dia menyombong bahwa dia sekarang punya koleksi terbaik: REGOT.

Eddie Murphy, di sisi lain, tidak begitu senang dinobatkan sebagai aktor terburuk dekade ini pada tahun 2010.

Jadi apakah ini soal lucu-lucuan saja? Sebuah antidot yang sehat untuk kemegahan musim penghargaan? Wilson percaya begitu.

"Ini penghargaan tandingan, semacam reality check," katanya. "Academy Awards menganggap diri mereka sangat serius sehingga Razzies ada untuk membuatnya jadi lebih santai."

film robertFilm Robert Downey Jr, Dolittle, masuk nominasi film terburuk di Razzies tahun ini (Foto: bbc.com/indonesia - Reuters)

Tapi tidak semua orang setuju. Ada gelombang keluhan di media bahwa Razzies sudah ketinggalan zaman, berpuas diri, seksis, dan tidak mengambil kesempatan untuk mengkritik pembuatan film yang benar-benar tercela.

Artikel-artikel di The Guardian dan The Irish Times menyebut mereka "bodoh", "terlalu jelas", "tidak akurat", dan "jauh lebih disukai selebriti daripada Oscar".

Salah satu kritik adalah bahwa Razzies cenderung "menghormati" favorit yang sama tahun demi tahun, sementara yang lebih buruk justru diabaikan.

Keluhan lain adalah bahwa mereka terjebak dalam hal yang selalu sama, sementara upacara penghargaan yang seharusnya lebih konvensional telah berubah. Ketika James Corden dan Rebel Wilson mengejek film mereka sendiri,Cats, di Oscar, apa gunanya Razzies melakukan hal yang sama?

2. Apakah Harus Pakai Kata “Terburuk”?

Masalah lebih lanjut adalah bahwa jika ada film masuk dalam penghargaan film terburuk, film itu akan masuk di semua kategori lainnya. Misalnya, mungkin cukup adil untuk memilih Cats sebagai film terburuk tahun ini, tetapi apa perlu menominasikan bintangnya, Francesca Hayward, sebagai aktris terburuk? Dia sudah melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan siapa pun dalam situasi tersebut.

Wilson tidak setuju dengan kritik tersebut. The Razzies, katanya, hanya mencerminkan pandangan penonton bioskop rata-rata tentang penawaran terbaru dari Hollywood. Siapapun yang membayar sedikit uang bisa ikut memilih, jadi sekarang ada 1.100 anggota Razzie yang jujur tentang apa yang mereka benci.

"Razzie tidak bermaksud jahat, karena niatnya hanya bercanda, meskipun pendapatnya sungguhan. Orang-orang benar-benar tidak menyukai film-film itu. Dan saya berpendapat bahwa kami cukup akurat. Anggota kami cukup bagus dalam memilih film yang memang pantas menang."

Bagaimana dengan memojokkan aktor yang telah memberikan penampilan bagus dalam proyek yang disesalkan? Wilson mengatakan bahwa ini bukan tentang akting itu sendiri, tetapi tentang tanggung jawab kolektif.

"Semua aktor punya pilihan dan saya berasumsi mereka semua membaca naskah sebelum mereka mengatakan ya, jadi mereka pantas disalahkan. Jika mereka tersinggung dengan apa yang terjadi di lokasi syuting, mengapa mereka tidak mengatakan sesuatu kepada sutradara?

"Yang sebenarnya kami katakan adalah, 'Kamu bisa lebih baik dari ini, jadi mengapa kamu diCats? Mengapa kamu di Battlefield Earth?'"

Para pencela mereka mungkin tidak menerimanya, tetapi Razzies tidak pernah mengklaim sebagai sesuatu yang lebih. Dengan banyak liputan pers yang mereka dapatkan, dan semua pengaruh yang dimiliki, mereka tetap merupakan hiburan pesta yang murah dan ceria, dijalankan oleh orang-orang yang mendirikannya, dan dipentaskan dengan estetika toko barang bekas ala film-film awal John Waters.

Alih-alih bekerjasama dengan sponsor perusahaan atau mengundang komedian terkenal sebagai pembawa acara, Wilson dan Murphy dengan keras kepala terus melanjutkannya selama empat dekade. Konsistensi itu saja, di Hollywood, layak mendapatkan penghargaan.

"Bertahun-tahun yang lalu," kata Wilson, "sebuah perusahaan yang mengadakan salah satu upacara penghargaan paling besar bicara pada kami dan bertanya apakah mereka bisa ikut terlibat.

"Kami bicara dengan mereka, dan hal pertama yang mereka katakan adalah, 'Apakah harus menggunakan kata 'terburuk'?' Kami langsung tahu pembicaraan ini tidak akan berhasil." (bbc.com/indonesia). []

Berita terkait
5 Film Hollywood yang Paling Dinanti Penggemar
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang begitu buruk bagi seluruh pihak, tak terkecuali industri perfilman hollywood.
Apakah Pandemi Akan Tumbangkan Film Blockbuster Hollywood
Kegagalan era film Blockbuster Hollywood selama pandemi virus corona lebih nyata ketimbang kekalahan karena penjahat di layar lebar
Lima Film Hollywood Munculkan Aksi Sadis Mutilasi
Lima film Hollywood yang menampilkan adegan sadis, salah satunya memperlihatkan tindakan mutilasi.
0
Pasokan Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 75,9 Juta Dosis
Dengan kedatangan vaksin tahap ke-14 ini, maka jumlah pasokan vaksin yang ada mencapai 75,9 juta dosis vaksin