Pengcab Taekwondo Denpasar Gelar Muscab Pengurus 2017/2021

Pengurus Cabang Taekwondo Kota Denpasar, Bali, menyelenggarakan musyawarah cabang sesuai AD/ART karena kepengurusan telah berakhir pada Agustus lalu.
Taekwondo. (Foto/Ilustrasi{Ist)

Denpasar, (Tagar 4/11/2017) - Pengurus Cabang Taekwondo Kota Denpasar, Bali, telah menyelenggarakan musyawarah cabang sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) karena kepengurusan tersebut telah berakhir pada Agustus lalu.

"Kami telah menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) Pengurus Cabang Olahraga Taekwondo Denpasar pada masa bakti 2017 sampai 2021 pada tanggal 29 Oktober lalu di Padepokan Sandhi Murti, Jalan Tukad Citarum Denpasar," kata Ketua Harian Pengurus Cabang Taekwondo Denpasar Gusti Lanang Sudiana di Denpasar, Sabtu. Dalam musyawarah cabang yang dihadiri 17 dojan dari 31 dojan di Denpasar berjalan sesuai dengan aturan yang tertulis dalam AD/ART.

Pada acara Muscab Taekwondo tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Umum Komoite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena dan sejumlah undangan lainnya. Lanang Sudiana mengatakan bahwa dalam pemilihan pengurus cabang olahraga Taekwondo Denpasar, terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Anak Agung Suryawan Wiranatha, didampingi sekretaris umum Sugeng Kariono dan bendahara Ni Nengah Sari serta dilengkapi bidang-bidang lainnya.

Selain itu, kepengurusan Cabang Olahraga Taekwondo Denpasar juga dilengkapi penasihat, antara lain, I Gusti Ngurah Harta. Menurut Ngurah Harta, cabang olahraga taekwondo menjadi favorit di kalangan generasi muda.

Oleh karena itu, dia berharap kegiatan untuk berlatih agar terus ditingkatkan ke depannya. Bali, khususnya Kota Denpasar memiliki banyak atlet berprestasi olahraga taekwondo. Oleh karena itu, pihaknya mendukung kegiatan berlatih secara berkelanjutan.

Dengan banyaknya atlet berprestasi, diharapkan akan memperkuatan kontingen Denpasar dalam setiap kejuaraan olahraga tersebut. Ia berharap para atlet harus disiplin berlatih karena pengurus taekwondo akan selalu memperhatikan keseriusan para atlet berlatih dalam meraih prestasi yang lebih baik.

"Tugas atlet adalah berlatih secara berkelanjutan. Kami sebagai pengurus akan terus memberi perhatian dan dorongan (support) semua atlet tersebut. Kami juga minta kepada semua pihak untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas, dan menjauhkan kepentingan pribadi dan golongan tertentu," ucap pinisepuh perguruan tenaga dalam Sandhi Murthi itu.

Jika menjunjung tinggi semboyan olahraga, yakni sportivitas dan kebersamaan, menurut Ngurah Harta, tidak ada jurang pemisah antara atlet dan pengurus cabang olahraga. Artinya, saling mendukung dan memberi semangat untuk memajukan olahraga.

Ia berpendapat bahwa kebersamaan sangat penting dalam olahraga, antara pengurus dan atlet. Jika ada perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi (pengurus) adalah wajar. Akan tetapi, jangan sampai mengorbankan pengurus lain dan atlet itu sendiri.

"Mari kita saling instrospeksi diri demi kemajuan olahraga taekwondo. Berani masuk dalam jajaran pengurus, itu artinya siap untuk berkorban dan menjadi orang bijak dalam menentukan aturan," katanya.

Ngurah Harta juga mengkritisi AD/ART Taekwondo tersebut sebab dalam beberapa pasalnya ada suatu kelemahan jika terjadi permasalahan di daerah. Masalahnya, peran dari Pengurus Besar Taekwondo tidak mampu menyelesaikan permasalahan tersebut, justru menjadi bumerang dalam mengambil kebijakan.

"Saya mengkritisi terkait AD/ART tersebut. Jika dicermati, masih banyak kelemahan. Bahkan, jika ada permasalahan pengurus dengan atlet di daerah, PB Taekwondo tidak bisa serta-merta memutuskan. Oleh karena itu, ke depan harus direvisi," katanya.(ant/wwn)

Berita terkait
0
Ronald De Boer Dipilih Jadi Duta Piala Dunia 2022 Qatar
Bintang sepak bola Belanda, Ronald de Boer, mengatakan, dia sangat antusias mendapat kesempatan menjadi Duta Piala Dunia 2022 di Qatar