Indonesia
Pengamat Sebut Amien Rais Ingin Dihormati
Pengamat menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang mempersoalkan pertemuan Prabowo dan Jokowi.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk Shalat Jumat di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 24 Mei 2019. Amien Rais diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta - Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (AR) yang mempersoalkan Prabowo Subianto menemui Joko Widodo tidak seizin dirinya. 

Wasisto mengatakan, Amien Rais ingin mendapatkan penghormatan dari Prabowo Subianto yang telah menjadi bagian dari pemenangan kandidat di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Baca juga: Disebut Amien Rais Rabun Ayam, Ini Kata PAN

"Kurang lebih demikian karena AR memposisikan dirinya sebagai patron politik Prabowo dengan membawa massa 212 ke kubu 02," kata Wasisto kepada Tagar, Selasa, 16 Juli 2019. 

Mempersoalkan pertemuan Ketua Umum Gerindra dengan Jokowi yang tidak diduga oleh koalisi partai, Wasisto menduga telah terjadi hubungan yang kurang baik dalam kubu Prabowo. 

Saya pikir ini mungkin bagian dari komunikasi yang tak utuh dalam internal koalisi Prabowo sehingga pasca pilpres, mereka masing-masing sibuk "mengamankan" kepentingan masing-masing.  

Melihat sikap Amien Rais tersebut, Wasisto menyebutkan politikus PAN ini ingin disejajarkan seperti Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati, yang turut menyanjung Jokowi sebagai salah satu tokoh pemimpin bangsa yang baik. 

"Mungkin dikarenakan Pak Amien ingin berada dalam posisi yang sama dengan Megawati yang 'mengangkat' Jokowi sebagai figur," ujarnya.

Kata dia, Amien Rais menyikapi tindakan Prabowo yang dinilai sangat terburu-terburu menemui Jokowi. Apalagi tidak adanya komunikasi di antara kedua elit politik itu.

Pertemuan kemarin belum saatnya karna Amien Rais menilai pemerintah belum bersikap soal opsi pemulangan HRS (Habib Rizieq Shihab) sebagai syarat rekonsiliasi.  

Setelah peristiwa ini terjadi pasti akan muncul sebuah pertanyaan, apakah kedepan hubungan Prabowo dan Amien Rais masih terjalin dengan baik? Apalagi melihat sikap ketua umum Gerindra yang telah mengambil keputusan menemui Jokowi, tanpa sepengetahuan ayah Hanum Rais.

Baca juga: Amien Rais: Demokrasi Tanpa Oposisi Itu Bodong

"Tergantung pada pertemuan-pertemuan Prabowo dan AR selanjutnya saja," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengakui tidak mengetahui adanya pertemuan Prabowo dan Jokowi yang terjadi pada Sabtu, 13 Juli 2019. 

"Sama sekali saya belum tahu. Makanya itu, mengapa kok tiba-tiba nyelonong?" kata Amien di kediamannya di Yogyakarta beberapa waktu lalu. []  

Berita terkait
0
Perjalanan Kepopuleran Ustad Abdul Somad
Menarik untuk mengetahui perjalanan Ustaz Abdul Somad (UAZ) hingga populer. Berikut perjalanan kepopuleran UAS.